Dalam hikayat kuno diberitakan bahwa sebuah peradaban besar selalu tersusun atas dua pilar utama. Umara (Pemerintah) sebagai penjaga kebijakan, dan Ulama (Cendekiawan) sebagai penjaga kebajikan. Mereka selalu digambarkan bersinergi memastikan sebuah peradaban tetap beradab. Benarkah?

Berkunjunglah ke sebuah negeri yang katanya penggalan surga, negeri dimana kebahagiaan hanya bisa dirasakan sepenggal-penggal, dimana kepercayaan seringkali dipenggal oleh pengkhianatan, negeri yang tak pernah benar-benar menjadi surga kecuali bagi sepenggal penguasanya. Negeri yang berada jauh di penggalan imajinasi kita.

Kebijakan adalah pencabutan subsidi bensin. Kebijakan adalah pengumuman kenaikan harga minyak tanah. Kebijakan adalah bujukan beralih ke elpiji. Kebijakan adalah kemudian elpiji dilangkakan, sementara minyak tanah semakin tak terbeli. Kebijakan adalah alasan-alasan. Kebijakan adalah tindakan sadar untuk tak henti-hentinya menyengsarakan kaum paria, memiskinkan kaum miskin. Kebijakan adalah pembinasaan.

blog mantan kiai, blog mantan santri, blog santri, blog demokrasi, blog indonesia, blog pemikiran, blog perenungan, blog imajinasi, blog mantan kyai, blog kyai, blog islam, blog islam-indonesia, blog menulis, blog non-doktrin, blog desain grafis, blog keragaman, blog indonesia, blog jawa timur, blog tuban, blog surabaya, blog kejawen, blog merdeka, blog sampah, blog kyai tuban, blog kyai surabaya, blog ronggolawe, blog kyai indonesia, blog kiaiKebajikan adalah keberanian mem-porno-kan perempuan di jalan-jalan, tetapi acuh kepada media yang menyebarkan kemesuman. Kebajikan adalah keberanian mengharamkan rokok, tetapi tak mampu berbuat apa-apa untuk menolak “sumbangan” besar pabrik rokok. Kebajikan adalah fatwa bahwa golput itu haram, sementara tak pernah terdengar fatwa -misalnya- miskin itu haram, bodoh itu haram, lemah syahwat tafsir itu haram, atau lain-lain yang lebih pantas diharamkan. Kebajikan adalah pesanan. Kebajikan adalah kenaifan.

Beruntunglah negeri yang Umara-nya kemaruk dan Ulama-nya keblinger itu jauh dari tempat kita tinggal, sehingga tak ada alasan bagi kita untuk ambil pusing atas segala keresahan dan kegelisahan di negeri penggalan surga itu. Atau jangan-jangan saya keliru ???

{ 28 Comments } to Sepenggal Kisah Negeri Penggalan Surga

  1. mantan kyai

    berhubung PERTAMAX dan ELPIJI langka. PERTAMAX saya pakai sendiri :D

  2. perempuan

    Nahh itu dia mas, takut e sampean keliru !! ??? :D heuhehe ..
    slm knl

  3. Dony Alfan

    Sepertinya aku tinggal di negeri itu :D
    Horai, bensin mudhun, langsung ngisi full tank!

  4. det

    kwakakakak… ayo kaosnya diterbitkan. saya siap mendapatkan kiriman pertama :mrgreen:

  5. sawali tuhusetya

    saya kok ndak yakin kalau kebijakan umara’ dan kebajikan ulama’ seperti itu jauh dari negeri kita, mas ardy, hehehe … bahkan sudah include, hiks.
    memang rewpot hidup di sebuah negeri penggalan surga. hanya mereka yang kebetulan berada dalam lingkaran kekuasaan saja yang dapat surganya.

  6. Qizink

    Ngeri banget kalao kebijakan didasarkan sebuah pesanan!!!

  7. antokoe

    golput haram…?
    wah baru sekarang mau difatwain, padahal dah dari kemarin2, aku golput, berarti belum dosa kemarin.
    Maaf, salam kenal.

  8. Anang

    saya goltam.. golongan hitam… golongan kulit hitam

  9. Epat

    lha, tapi piye coba…wong pijet iku enak je…bukan begitu kang? ;;)
    hahaha….. *nyungsep*

  10. gajah_pesing

    mereka itu mikirnya uda pake dubur bukan lagi pake dengkul

  11. langitjiwa

    sekarang apa2 serba mahal,mau kencing di WC umum aja mahal juga,hehehe…

  12. Kyai slamet

    Bisnis baru yuk. Kaos! Desain plesetanmu mak nyus kuwi!

  13. Tukang Nggunem

    Adalah sebuah perampasan hak asasi ketika menikmati kemolekan miyabi menjadi dipersulit dengan hukum buatan manusi…ahhh dancooooookkkk…untng wes nyetok akeh…hehehehe

  14. aRuL

    tapi itu persepsinya mantan kyai.. kalo persepsi saya malah benar lho…
    hhohoho…
    tapi emang ada yg perlu diperbaiki dalam sistem kenegaraan dan sistem keulamaan..
    sampean sih udah jadi mantan.. coba masih tetap jadi kyai.. bisa keblinger kayak kyai slamet dah :P

  15. mantan kyai

    @perempuan: oh saya keliru ya ?? :D
    @Dony Alfan: wah negerimu jauh dong ???
    @det: kaos?? ah ide bagus. ada yg mo jadi investor :D
    @sawali tuhusetya: iya pak kita dapat penggalannya. penguasa dapat surganya :D
    @Qizink: apalagi jika kebijakan dan kebajikan sekaligus :D
    @antokoe: iya kemaren belom haram :D
    @Anang: podo :D
    @Epat: kok moro2 jeblus pijet ??? :D
    @gajah_pesing: ooo. otaknya pindah di dubur ya :D
    @langitjiwa: bisnis yg gak ada matinya tuh mas. lha kok malah jeblus wc umum ??? :D
    @Kyai slamet: dadi investor???
    @Tukang Nggunem: miyabi belum pernah diharamkan keknya
    @aRuL: anda beda dengan pendapat saya??? ya monggo. yg penting kapan2 kita bisa rukun mabok bareng .. hehehe

  16. Wongbagoes

    Hah,.. atokah saiya salah lahir di negeri penggalan surga itu…

  17. Yari NK

    Huahahaha….. nanti kalau sampeyan bikin “Majelis Mantan Kyai” saya juga bikin deh… “Majelis Kyai Abangan”…. :lol:

  18. Nyante Aza Lae

    pengen tuh om maen2 kesan..dimana tuh, pake paspor g? pake visa g?

  19. anderwedz

    mudah-mudahan negeri kita gak kayak negeri penggalan surga…

  20. suhadinet

    Dan spora-spora kemunafikan tumbuh subur, menjelma menjadi jamur parasit…PANUUU!!! MALUUUUU!!!!

  21. syamsu

    Betul kyai sampeyan keliru…
    :-) :-D

  22. budi tarihoran

    klo melihat postingan nya ga’ cocok title blog ini dengan nama ” blog mantan kyai”

    lebih cocok lagi ” kyai ngeblog “

  23. paman tyo

    njenengan itu lho… ada saja. tapi percayalah, keadaan masih bisa diperbaiki. :)

  24. Dony Alfan

    Iyo, nek digawe kawos, aku gelem tuku kuwi. Tapi nek dienggo neng mesjid aman ra yo?

  25. mantan kyai

    @Wongbagoes: unfortunately yes :D
    @Yari NK: ok pak yari nanti kita berkolaborasi :D
    @Nyante Aza Lae: kagak pake :D
    @anderwedz: amin
    @suhadinet: hidup pak suhadi !!!
    @syamsu: nah. betul kok keliru ???
    @budi tarihoran: saya capek bikin fatwa. makanya pensiun :D
    @paman tyo: betul paman. kita harus optimis. eh tapi itu bukan negeri kita lho paman .. kekekeke :D

  26. sapimoto

    Mudah-mudahan Anda tidak keliru, Mas… :lol:

  27. genthokelir

    mudah mudahan kyai yang keblinger segera menjadi Almarhum ……
    Negeri penggalan itu tinggal ceritakah yang bukan mengharamkan namun menhamankan…..
    buat aku semakin peduli kang
    bangkitkan aku dari egosentrisku….
    Tolong kang

  28. deden m. ihsan

    hayo pilih Minyak tanah itu Haram atau LPG itu Haram.

    Seharusnya BPPT di bawah naungan Majelis Ulamak, bagaimana para ulamak itu bisa memberikan fatwa kalau mereka buta thd perkembangan teknologi.

    Maksud saya, bagaimana mereka ulamak bisa memberikan pertimbangan dari sudut pandang agama terhadap hal – hal yang mereka tidak mengetahuinya??? Akhirnya dipaksakan -disetir oleh yg berkuasa- saja dan menjadi fatwa ngawur awur-awuran seawur-awurnya.

Leave a Reply


1 June 2010 • Pekerjaan • ardyansah

Ketika mendengar “canting”, orang pasti terpikir perangkat mungil berbentuk cawan dengan pegangan dan ujung “pena” yang biasa digunakan oleh seniman batik untuk menggores dan memberi sentuhan akhir untuk karya-karyanya. Canting adalah simbol kesadaran untuk berkarya. Kecil, bersahaja, tetapi sangat besar peranannya. Barangkali filosofi inilah yang mendasari Derry Sunarso, sutradara rendah hati yang karyanya banyak terinspirasi kemegahan [...][...]

26 January 2010 • Ketertarikan, Pekerjaan, Penuturan • ardyansah

Menulis, -menurut saya- dalam banyak hal tak jauh berbeda dari mendesain. Sama-sama merancang, sama-sama mengandalkan ide sebagai ruh, sama-sama bekerja dengan imajinasi (dan atau fantasi), sama-sama membutuhkan kreativitas untuk mengemasnya menjadi sebuah entitas karya,  juga yang pasti sama-sama tak mudah mengerjakannya. Estetika dalam desain bisa dinilai dari bentuk, komposisi, warna, dan elemen-elemen visual lainnya. [...][...]