Selamat datang pagi, kau cantik hari ini. Pipimu masih merah, nafasmu masih basah, membuat aku bergairah. Kau masih membawa kehangatan di balik daun-daun jendela, kau masih menyelipkan kedamaian di celah daun-daun pintu, kau masih membangunkan ketulian di liat daun-daun telinga.
Terimakasih pagi, kau bangunkan matahari, kau bangunkan mendung, kau bangunkan embun, kau bangunkan burung-burung. Burungku juga
Ketika mendengar “canting”, orang pasti terpikir perangkat mungil berbentuk cawan dengan pegangan dan ujung “pena” yang biasa digunakan oleh seniman batik untuk menggores dan memberi sentuhan akhir untuk karya-karyanya. Canting adalah simbol kesadaran untuk berkarya. Kecil, bersahaja, tetapi sangat besar peranannya. Barangkali filosofi inilah yang mendasari Derry Sunarso, sutradara rendah hati yang karyanya banyak terinspirasi kemegahan [...][...]
Menulis, -menurut saya- dalam banyak hal tak jauh berbeda dari mendesain. Sama-sama merancang, sama-sama mengandalkan ide sebagai ruh, sama-sama bekerja dengan imajinasi (dan atau fantasi), sama-sama membutuhkan kreativitas untuk mengemasnya menjadi sebuah entitas karya, juga yang pasti sama-sama tak mudah mengerjakannya. Estetika dalam desain bisa dinilai dari bentuk, komposisi, warna, dan elemen-elemen visual lainnya. [...][...]
copyright songoo & pilarmedia
theme by themejob
December 3rd, 2008 at 7:30 am
Burungku bukan burungmu dan burungnya mereka
December 3rd, 2008 at 7:42 am
wakakaka beginilah seniman kalo sedang berbicara sama burungnya yang pagi2 sudah memerah lagi…
December 3rd, 2008 at 7:54 am
asline mau posting gara-gara dua kata terakhir neh kayaknya…
benar-benar w o w . . . hihihi
December 3rd, 2008 at 8:01 am
Wah, istilah Jogjane “Nenda” alias bikin tenda
Jadi bayangkan celana adalah kain terpal untuk tenda dan burung adalah tiang untuk mendirikannya.
Ngemeng-emeng, Anda pake cawet apa nggak jhe.. atau ngemeng-emeng burung Anda panjang ngga jhe ahuahuahua
December 3rd, 2008 at 8:32 am
*hush jek isu wes ngomongno manuk!
December 3rd, 2008 at 8:47 am
burung kok memuji burung
jangan jangan dirimu itu……..
December 3rd, 2008 at 8:54 am
njaluk jatah…
December 3rd, 2008 at 9:00 am
Alhamdulillaah..bearti masih sehat n normal…sama dunkk..(*nyengirrr2)!
December 3rd, 2008 at 9:11 am
@semua: kenapa burung selalu arahnya “kesitu” seh???? *pasang tampang lugu*
December 3rd, 2008 at 10:31 am
So sweet…begitu indah dikau merangkai kata demi kata hingga terbentuk untaian kalimat yang syahdu dan mendayu-dayu…semua ini menyadarkanku dari lelapnya tidurku dan buaian mimpi-mimpi…
terimakasih sudah memperindah hari ini dengan kata-katamu……
Isih mendem kayake aku iki…tak raup sik…
December 3rd, 2008 at 10:38 am
pagi2 emank banyak burung yang bangun..
*lhoooo
December 3rd, 2008 at 11:05 am
burung diatas pohon tuh besar apa kecil ya,he..he…jadi pengen lihat ke TKP nih*gubrak!*
December 3rd, 2008 at 11:55 am
pagi pagi kok ngerumpiin burung tooww emange burungnya udah pada laper tuuuhh???/
December 3rd, 2008 at 11:55 am
Wah… Kebiasaan kalo pagi kayaknya iki…. Alhamdulillah masih bisa berkicau… *nyengir… sambil tersenyum… Wakakakakaka….
December 3rd, 2008 at 12:57 pm
Sekali2 biarkan dia keluar dari sangkar, terbang ke angkasa tempat bidadari berada
December 3rd, 2008 at 2:55 pm
ngomongin burung apa sihhhh???
^_^
December 3rd, 2008 at 3:53 pm
Wah….. aturan burungnya dikeluarin dong, dibawa jalan2 sama dipamerkan kepada orang lain! Kasihan kan… burungnya disangkarin terus!! Eiiits…. jangan ngeres! Ini tentunya burung hidup loh….
December 3rd, 2008 at 4:36 pm
burungnya prenjak atau burung gagak?
December 3rd, 2008 at 5:53 pm
Kebalikan dengan saya.
Kalau saya, justru burung saya yang menyapa saya, karena burung saya selalu bangun saat menjelang saya bangun…
December 3rd, 2008 at 7:36 pm
tolong diperjelas lagi mas sebab yang membuat burung-burung tersebut bangun
December 3rd, 2008 at 9:10 pm
sekarang burung harganya mahal
December 3rd, 2008 at 11:03 pm
Puitis banget sih..
Tapi akhirannya bawa2 burung hihi.. burung yg mana nih
December 3rd, 2008 at 11:39 pm
Burung yg mana,mas?
maksudnya burung kenarinya udh bangun belum.hehehe….
December 4th, 2008 at 8:04 am
tilik kandang burung emprit
December 4th, 2008 at 9:36 am
ini tentang pagi atau tentang burung????
December 4th, 2008 at 10:19 am
kirain ada gambar.. hehehe..
dasar thon.. thon… hahahhaa
December 4th, 2008 at 10:22 am
ngakak guling2 baca komentar2nya:lol:
betul2 raja sahy thon…. huhahaha
jamaah pada ngakak..
December 4th, 2008 at 1:54 pm
testing testing…njajal keyboard…
December 4th, 2008 at 2:03 pm
Untung ngga ngeres duluan
Wah, bisa belajar buat puisi dari sampean nih Bos. Hehe…
December 4th, 2008 at 4:31 pm
mudah mudahan tidak hanya pada pagi ini saja…..siang sore…bahkan malam berharap masih bisa berkicau…burungnya.salam kenal,salam hormat…
December 4th, 2008 at 11:16 pm
Pagi-pagi, bangun tidur, yang paling uenak memang menghirup udara segar, sambil ngulet dan megangin manuk…
December 5th, 2008 at 3:45 am
burungku juga.. wekekeke… ups!!
December 5th, 2008 at 4:12 am
Kalau pas bangun tidur burungnya bangun, katanya sih itu pertanda sehat, Mas.
December 5th, 2008 at 4:50 am
waoalaaaah sek mbahas emprit
December 5th, 2008 at 5:12 am
masalah perburungan kayaknya makin sering dibicarakan makin asyik deh Kang….kikikik…(isin onok mak ipiet mau nerusin..)
December 5th, 2008 at 5:38 am
wealah pagi-pagi kok ngomongin burung. burung siapa yang bangun? benar-benar mantan kyai.
salam kenal…
kunjungan pertama nih.
December 5th, 2008 at 1:45 pm
@cebong ipiet: huakakak…. emprit!! =))
December 6th, 2008 at 12:46 am
ckckckck burung… burung…
December 6th, 2008 at 1:16 am
Emprit!™ kakakaka
December 6th, 2008 at 8:36 pm
manuke cucak rowo cilik ning dowo buntute
December 7th, 2008 at 1:34 am
Great website, I love the look of your blog. Any ideas you have to improve my site?
April 30th, 2009 at 7:53 am
[...] ini sepertinya indah. Ya, baiklah, tak terlalu indah memang. Tak ada sesahutan burung-burung hiperaktif seperti di kampung, tak ada aroma daun jati yang terendus, tak ada kopi jahe bikinan emak, tak ada [...]