3 December 2008 • Keseharian, Khayalan, Remahan, Renungan • ardyansah

Selamat datang pagi, kau cantik hari ini. Pipimu masih merah, nafasmu masih basah, membuat aku bergairah. Kau masih membawa kehangatan di balik daun-daun jendela, kau masih menyelipkan kedamaian di celah daun-daun pintu, kau masih membangunkan ketulian di liat daun-daun telinga.

Terimakasih pagi, kau bangunkan matahari, kau bangunkan mendung, kau bangunkan embun, kau bangunkan burung-burung. Burungku juga :D

{ 42 Comments } to Selamat Pagi Burung

  1. Kyai slamet

    Burungku bukan burungmu dan burungnya mereka

  2. dtxc

    wakakaka beginilah seniman kalo sedang berbicara sama burungnya yang pagi2 sudah memerah lagi… :mrgreen:

  3. alit

    asline mau posting gara-gara dua kata terakhir neh kayaknya…

    benar-benar w o w . . . hihihi

  4. Donny Verdian

    Wah, istilah Jogjane “Nenda” alias bikin tenda ;)
    Jadi bayangkan celana adalah kain terpal untuk tenda dan burung adalah tiang untuk mendirikannya.

    Ngemeng-emeng, Anda pake cawet apa nggak jhe.. atau ngemeng-emeng burung Anda panjang ngga jhe ahuahuahua

  5. kucluk

    *hush jek isu wes ngomongno manuk!

  6. cebong ipiet

    burung kok memuji burung
    jangan jangan dirimu itu……..

  7. gajah_pesing

    njaluk jatah…

  8. Nyante Aza Lae

    Alhamdulillaah..bearti masih sehat n normal…sama dunkk..(*nyengirrr2)!

  9. mantan kyai

    @semua: kenapa burung selalu arahnya “kesitu” seh???? *pasang tampang lugu* :D

  10. Tukang Nggunem

    So sweet…begitu indah dikau merangkai kata demi kata hingga terbentuk untaian kalimat yang syahdu dan mendayu-dayu…semua ini menyadarkanku dari lelapnya tidurku dan buaian mimpi-mimpi…
    terimakasih sudah memperindah hari ini dengan kata-katamu……

    Isih mendem kayake aku iki…tak raup sik…

  11. emfajar

    pagi2 emank banyak burung yang bangun..

    *lhoooo :lol:

  12. gadis rantau

    burung diatas pohon tuh besar apa kecil ya,he..he…jadi pengen lihat ke TKP nih*gubrak!*

  13. dinda_cute

    pagi pagi kok ngerumpiin burung tooww emange burungnya udah pada laper tuuuhh???/

  14. Frenavit Putra

    Wah… Kebiasaan kalo pagi kayaknya iki…. Alhamdulillah masih bisa berkicau… *nyengir… sambil tersenyum… Wakakakakaka….

  15. Dony Alfan

    Sekali2 biarkan dia keluar dari sangkar, terbang ke angkasa tempat bidadari berada :D

  16. Indah Sitepu

    ngomongin burung apa sihhhh???

    ^_^

  17. Yari NK

    Wah….. aturan burungnya dikeluarin dong, dibawa jalan2 sama dipamerkan kepada orang lain! Kasihan kan… burungnya disangkarin terus!! Eiiits…. jangan ngeres! Ini tentunya burung hidup loh…. :lol:

  18. arifr

    burungnya prenjak atau burung gagak?

  19. marsudiyanto

    Kebalikan dengan saya.
    Kalau saya, justru burung saya yang menyapa saya, karena burung saya selalu bangun saat menjelang saya bangun…

  20. harianku

    tolong diperjelas lagi mas sebab yang membuat burung-burung tersebut bangun :P

  21. unting

    sekarang burung harganya mahal

  22. Jiewa

    Puitis banget sih.. :P Tapi akhirannya bawa2 burung hihi.. burung yg mana nih :D

  23. langitjiwa

    Burung yg mana,mas?
    maksudnya burung kenarinya udh bangun belum.hehehe….

  24. cebong ipiet

    tilik kandang burung emprit

  25. elly.s

    ini tentang pagi atau tentang burung????

  26. aRuL

    kirain ada gambar.. hehehe..
    dasar thon.. thon… hahahhaa

  27. aRuL

    ngakak guling2 baca komentar2nya:lol:
    betul2 raja sahy thon…. huhahaha
    jamaah pada ngakak..

  28. Tukang Nggunem

    testing testing…njajal keyboard…

  29. edwin

    Untung ngga ngeres duluan :D

    Wah, bisa belajar buat puisi dari sampean nih Bos. Hehe…

  30. sakti

    mudah mudahan tidak hanya pada pagi ini saja…..siang sore…bahkan malam berharap masih bisa berkicau…burungnya.salam kenal,salam hormat…

  31. Andy MSE

    Pagi-pagi, bangun tidur, yang paling uenak memang menghirup udara segar, sambil ngulet dan megangin manuk…

  32. ndop

    burungku juga.. wekekeke… ups!!

  33. Ecko

    Kalau pas bangun tidur burungnya bangun, katanya sih itu pertanda sehat, Mas. :)

  34. cebong ipiet

    waoalaaaah sek mbahas emprit

  35. gus

    masalah perburungan kayaknya makin sering dibicarakan makin asyik deh Kang….kikikik…(isin onok mak ipiet mau nerusin..)

  36. agung

    wealah pagi-pagi kok ngomongin burung. burung siapa yang bangun? benar-benar mantan kyai.

    salam kenal…
    kunjungan pertama nih.

  37. gum

    @cebong ipiet: huakakak…. emprit!! =))

  38. syamsu

    ckckckck burung… burung…

  39. Epat

    Emprit!™ kakakaka

  40. genthokelir

    manuke cucak rowo cilik ning dowo buntute

  41. Tim

    Great website, I love the look of your blog. Any ideas you have to improve my site?

  42. blog mantan kyai

    [...] ini sepertinya indah. Ya, baiklah, tak terlalu indah memang. Tak ada sesahutan burung-burung hiperaktif seperti di kampung, tak ada aroma daun jati yang terendus, tak ada kopi jahe bikinan emak, tak ada [...]

Leave a Reply


1 June 2010 • Pekerjaan • ardyansah

Ketika mendengar “canting”, orang pasti terpikir perangkat mungil berbentuk cawan dengan pegangan dan ujung “pena” yang biasa digunakan oleh seniman batik untuk menggores dan memberi sentuhan akhir untuk karya-karyanya. Canting adalah simbol kesadaran untuk berkarya. Kecil, bersahaja, tetapi sangat besar peranannya. Barangkali filosofi inilah yang mendasari Derry Sunarso, sutradara rendah hati yang karyanya banyak terinspirasi kemegahan [...][...]

26 January 2010 • Ketertarikan, Pekerjaan, Penuturan • ardyansah

Menulis, -menurut saya- dalam banyak hal tak jauh berbeda dari mendesain. Sama-sama merancang, sama-sama mengandalkan ide sebagai ruh, sama-sama bekerja dengan imajinasi (dan atau fantasi), sama-sama membutuhkan kreativitas untuk mengemasnya menjadi sebuah entitas karya,  juga yang pasti sama-sama tak mudah mengerjakannya. Estetika dalam desain bisa dinilai dari bentuk, komposisi, warna, dan elemen-elemen visual lainnya. [...][...]