30 April 2009 • Pelampiasan, Penuturan, Remahan, Renungan • ardyansah

Pagi ini sepertinya indah. Ya, baiklah, tak terlalu indah memang. Tak ada sesahutan burung-burung hiperaktif seperti di kampung, tak ada aroma daun jati yang terendus, tak ada kopi jahe bikinan emak, tak ada suara adik-adikku yang berebut kamar mandi sebelum berangkat sekolah, tak ada suara bapak yang tak pernah ikhlas kami tidur di pagi hari, tak ada siapa-siapa kecuali aku sendiri dan sarung brengsekku ini.

Sambil mendengarkan lagu lawas milik Luther Vandross yang dibawakan Celine Dion, aku memejamkan mata, menyapa kenangan-kenangan yang masih bisa kuingat saat aku masih menjadi anak dari seorang ayah, yang kuyakini telah melakukan apapun demi membesarkan seorang aku, dan beberapa lagi yang tak kalah bandelnya. Aku cuma merasa, bahkan menjadi epigon-nya pun aku tak akan berhasil. Sigh … pagi yang mellow

Selamat pagi dunia, sudahkah kalian menyapa bapak-bapak kalian yang hebat???

***

Dance With My Father Again

Back when I was a child
Before life removed all the innocence
My father would lift me high
And dance with my mother and me and then

Spin me around till I fell asleep
Then up the stairs he would carry me
And I knew for sure
I was loved

If I could get another chance
Another walk, another dance with him
I’d play a song that would never, ever end
How I’d love, love, love to dance with my father again

Ooh, ooh

When I and my mother would disagree
To get my way I would run from her to him
He’d make me laugh just to comfort me, yeah, yeah
Then finally make me do just what my mama said

Later that night when I was asleep
He left a dollar under my sheet
Never dreamed that he
Would be gone from me

If I could steal one final glance
One final step, one final dance with him
I’d play a song that would never, ever end
‘Cause I’d love, love, love to dance with my father again

Sometimes I’d listen outside her door
And I’d hear her, mama cryin’ for him
I pray for her even more than me
I pray for her even more than me

I know I’m prayin’ for much too much
But could You send back the only man she loved
I know You don’t do it usually
But Lord, she’s dyin’ to dance with my father again
Every night I fall asleep
And this is all I ever dream

{ 41 Comments } to Selamat Pagi Bapak

  1. suryaden

    anak polah bopo kepradah…, semoga orangtua kita selalu dalam lindunganNya, amin….

  2. suryaden

    You are the Sea
    You are the Sky
    You are the Ocean
    I am the Earth
    I am the Island of your Love

    (jingkrak-jingkrak, dapet petromax)

  3. deteksi

    lho lho onok opo iki?

    selamat pagi, bapak..

  4. mantan kyai

    dapet petronas??? wah sugih sampean kang… jiakakkaka

  5. galuharya

    selamat pagi ayah…..

    sampai detik ini aku tak tau dimana kau berada :(

  6. senoaji

    figur orang-orang terhebat dalam hidup kita akan selalu menempati ranah terindah dalam kantong-kantong kenangan kita

    melompat setinggi2nya entuk urutan mbuh iki piro

  7. Xitalho

    “How I’d love, love, love to dance with my father again”

    aah.. too late, he has gone far away.

  8. ajengkol

    Ayahanda aku kangen . . (tears) jadi pengen pulang ke Solo meluk ayah

  9. gajah_pesing

    Bapakku tiap pagi slalu bangunkan aku dengan melemparkan kucing di atas selimut..
    Begitulah cara bapakku menyapaku tiap pagi..

  10. Frenavit Putra

    Wah kang membaca postinganmu ini mebuat aku kangen rumah dan pengen Pulang… Hiks…hiks… (Cry)

  11. itempoeti

    Buah tak akan jatuh jauh dari pohonnya…

    Tak ada yang lebih baik daripada do’a.

    Perbuatan adalah pelaksanaan do’a.

  12. dafhy

    andai kau masih di sini yah, akan ku peluk dirimu dengan erat
    namun kau telah pergi jauh meninggalkanku

  13. meylya

    (doh) jadi terharu

  14. bunda nurul

    Ass Wr Wb

    21 th yang lalu (tepatnya 15 Mei) kami ditinggal Bapak untuk menghadap Illahi, namun sembilan putra-putrinya yg masih ada tak pernah melupakan kasih sayangnya yg berbentuk apapun. Subhanalloh sungguh indah kasih sayang orang tua. Kami masih punya bunda meski sudah uzur namun hebat beliau, punya naluri yg kuat.
    Trimakasih mantan kyai….

    Wassalamu’alaikum

  15. zenteguh

    kalimat2 bijak yang sangat menggugah..
    ah…rasanya masih kemarin sy bercanda dengan beliau. Tp ternyata sudah 1.000 hari lewat. Alfatihah…

  16. didik7

    lagune koyok piye yo bos…
    gak tau eroh yo :)

    coba tak download

    buat calon bapak semua

  17. sawali tuhusetya

    selamat malam, mas ardy, dah selesai belum joging lagunya?

  18. arifudin

    selamat pagi pak kyai ;)

  19. denologis

    bapak-bapak ibuk-ibuk semua yang ada di sini….
    pertamatama marilah kita panjatkeun puji tuhan kepadaNya, semoga dan seterusnya….
    keduakalinya dan seterusnya….
    wassalam….

  20. DV

    Wah tulisanmu kubaca di pagi yang menggigil dengan suhu 8 derajat celcius di sini.. Hmmm jadi rindu pulang. Sepagi ini biasanya dulu aku sering bercengkrama dengan ayah dan ibu serta adik ditemani teh hangat dan pisang goreng.
    Terimakasih untuk gugahan kalimat2mu!

  21. ceznez

    yuk nyanyi pak.. saya iringi make gitar baru saya :)

  22. aRuL

    dance….

  23. manusiahero

    Selamat malam dunia..

    blogwalkingya malam :D

  24. Yari NK

    Ada ketidakadilan di Indonesia ini. Moso ibu2 ada hari ibu dan hari Kartini. Sementara bapak2 tidak dihargai satu haripun. Seharusnya ada juga hari bapak atau hari Kartono, jadinya adil…. :mrgreen:

  25. Andy MSE

    Walah… bapakku wes almarhum, lha piye menyapane???

  26. Ikhsan

    jadi teringat kampung halaman

  27. annosmile

    selamat pagi bapak
    bagaimana kabarmu hari ini

  28. mata

    selamat pagi pak kyai… long time no see

  29. adipati kademangan

    Sudah pagi pak …
    (mbenerin kancing baju)

  30. -GoenRock-

    Bapakku ki sabar banget, ngelingi jamane sekolah aku mbeling bianget. tetep wae ora tau nesu. *marahi pengen nangis* :cry:

  31. mudz069

    Masih segar dalam ingatan……………
    Saat kau lempar aku ke dalam jamban.
    Saat kau hiasi waktuku dengan marahmu yang berkepanjangan.
    Saat kau membiarkanku berjalan daripada membelikan sepeda yang aku idamkan.
    Saat, saat, saat………

    Aku menerawang, terdiam dalam lamunan.
    Mungkin hal yang sama, tengah tumbuh dibenak putri kecilku sebagaimana yang pernah aku rasakan.

    Maafkan sayang,
    Aku lakukan smua karena aku cinta,
    Agar kau tumbuh menjadi makhluq yang penuh harapan.
    Agar tumbuh menjadi pejuang yang tak menyerah pada keadaan.
    Agar tumbuh dalam jalan lurus yang jauh dari kesesatan.

    Ah, ingin rasanya aku memelukmu dengan doa.
    Membelaimu dengan tutur lembut tanpa kata ahh.
    Hari ini, esok, spanjang usiamu masih tersisa pun nanti saat kau tlah tiada.

  32. ciwir

    slamat widodo bapak…
    (lmao)

  33. LuXsmaN

    ben isuk wes disopo nangeni sholat shubuh

  34. marsudiyanto

    Bapakku wis dadi lemah Mas… :D

  35. emfajar

    yuk nyanyi (dance)

  36. joe

    surga di bawah telapak kaki ayah sebelah kiri…

  37. Daniel Mahendra

    Aku? Hanya bisa menyapa dalam doa, Cak. Apa boleh buat. Kau masih lagi beruntung…

  38. oran9ehoLic

    hhhh…
    aq jadi inget bapak…
    kangenn… hiks..hiks..:,(
    ‘pak, semoga bahagia di sana..’

  39. tukang Nggunem

    salam gae Bapakmu ya…

  40. saifunalyoom

    oh…bapak…mulialah engkau di hadapan Tuhanmu….

    salam kenal…

  41. racheedus

    Mas, sampean mengingatkanku dengan almarhum ayahku. Hmmm… Malam ini aku ingin menyapanya. Kan kukirimkan sebaris doa dan Al-Fatihah untuknya sebelum aku tidur nanti.

Leave a Reply


26 January 2010 • Ketertarikan, Pekerjaan, Penuturan • ardyansah

Menulis, -menurut saya- dalam banyak hal tak jauh berbeda dari mendesain. Sama-sama merancang, sama-sama mengandalkan ide sebagai ruh, sama-sama bekerja dengan imajinasi (dan atau fantasi), sama-sama membutuhkan kreativitas untuk mengemasnya menjadi sebuah entitas karya,  juga yang pasti sama-sama tak mudah mengerjakannya. Estetika dalam desain bisa dinilai dari bentuk, komposisi, warna, dan elemen-elemen visual lainnya. [...][...]

24 January 2010 • Remahan • ardyansah

Wah, wah, wah, lama juga rupanya blog ini tidak saya urus, tulisan terakhir di blog ini tertanggal 25 Oktober tahun lalu. Kemana saja saya 2-3 bulan ini??? Hahaha… mau tahu aja sih. Ya, sudahlah. Saya juga belum yang mood banget untuk nulis (selain juga belum punya bahan untuk dijadikan tulisan). Jadi, tulisan ini hanya [...][...]