Pagi ini sepertinya indah. Ya, baiklah, tak terlalu indah memang. Tak ada sesahutan burung-burung hiperaktif seperti di kampung, tak ada aroma daun jati yang terendus, tak ada kopi jahe bikinan emak, tak ada suara adik-adikku yang berebut kamar mandi sebelum berangkat sekolah, tak ada suara bapak yang tak pernah ikhlas kami tidur di pagi hari, tak ada siapa-siapa kecuali aku sendiri dan sarung brengsekku ini.
Sambil mendengarkan lagu lawas milik Luther Vandross yang dibawakan Celine Dion, aku memejamkan mata, menyapa kenangan-kenangan yang masih bisa kuingat saat aku masih menjadi anak dari seorang ayah, yang kuyakini telah melakukan apapun demi membesarkan seorang aku, dan beberapa lagi yang tak kalah bandelnya. Aku cuma merasa, bahkan menjadi epigon-nya pun aku tak akan berhasil. Sigh … pagi yang mellow
Selamat pagi dunia, sudahkah kalian menyapa bapak-bapak kalian yang hebat???
***
Dance With My Father Again
Back when I was a child
Before life removed all the innocence
My father would lift me high
And dance with my mother and me and thenSpin me around till I fell asleep
Then up the stairs he would carry me
And I knew for sure
I was lovedIf I could get another chance
Another walk, another dance with him
I’d play a song that would never, ever end
How I’d love, love, love to dance with my father againOoh, ooh
When I and my mother would disagree
To get my way I would run from her to him
He’d make me laugh just to comfort me, yeah, yeah
Then finally make me do just what my mama saidLater that night when I was asleep
He left a dollar under my sheet
Never dreamed that he
Would be gone from meIf I could steal one final glance
One final step, one final dance with him
I’d play a song that would never, ever end
‘Cause I’d love, love, love to dance with my father againSometimes I’d listen outside her door
And I’d hear her, mama cryin’ for him
I pray for her even more than me
I pray for her even more than meI know I’m prayin’ for much too much
But could You send back the only man she loved
I know You don’t do it usually
But Lord, she’s dyin’ to dance with my father again
Every night I fall asleep
And this is all I ever dream
April 30th, 2009 at 8:48 am
anak polah bopo kepradah…, semoga orangtua kita selalu dalam lindunganNya, amin….
April 30th, 2009 at 9:03 am
You are the Sea
You are the Sky
You are the Ocean
I am the Earth
I am the Island of your Love
(jingkrak-jingkrak, dapet petromax)
April 30th, 2009 at 9:08 am
lho lho onok opo iki?
selamat pagi, bapak..
April 30th, 2009 at 9:08 am
dapet petronas??? wah sugih sampean kang… jiakakkaka
April 30th, 2009 at 9:09 am
selamat pagi ayah…..
sampai detik ini aku tak tau dimana kau berada
April 30th, 2009 at 9:16 am
figur orang-orang terhebat dalam hidup kita akan selalu menempati ranah terindah dalam kantong-kantong kenangan kita
melompat setinggi2nya entuk urutan mbuh iki piro
April 30th, 2009 at 9:43 am
“How I’d love, love, love to dance with my father again”
aah.. too late, he has gone far away.
April 30th, 2009 at 9:51 am
Ayahanda aku kangen . . (tears) jadi pengen pulang ke Solo meluk ayah
April 30th, 2009 at 10:28 am
Bapakku tiap pagi slalu bangunkan aku dengan melemparkan kucing di atas selimut..
Begitulah cara bapakku menyapaku tiap pagi..
April 30th, 2009 at 11:47 am
Wah kang membaca postinganmu ini mebuat aku kangen rumah dan pengen Pulang… Hiks…hiks… (Cry)
April 30th, 2009 at 11:51 am
Buah tak akan jatuh jauh dari pohonnya…
Tak ada yang lebih baik daripada do’a.
Perbuatan adalah pelaksanaan do’a.
April 30th, 2009 at 11:59 am
andai kau masih di sini yah, akan ku peluk dirimu dengan erat
namun kau telah pergi jauh meninggalkanku
April 30th, 2009 at 12:02 pm
(doh) jadi terharu
April 30th, 2009 at 2:46 pm
Ass Wr Wb
21 th yang lalu (tepatnya 15 Mei) kami ditinggal Bapak untuk menghadap Illahi, namun sembilan putra-putrinya yg masih ada tak pernah melupakan kasih sayangnya yg berbentuk apapun. Subhanalloh sungguh indah kasih sayang orang tua. Kami masih punya bunda meski sudah uzur namun hebat beliau, punya naluri yg kuat.
Trimakasih mantan kyai….
Wassalamu’alaikum
April 30th, 2009 at 5:31 pm
kalimat2 bijak yang sangat menggugah..
ah…rasanya masih kemarin sy bercanda dengan beliau. Tp ternyata sudah 1.000 hari lewat. Alfatihah…
April 30th, 2009 at 8:19 pm
lagune koyok piye yo bos…
gak tau eroh yo
coba tak download
buat calon bapak semua
April 30th, 2009 at 10:43 pm
selamat malam, mas ardy, dah selesai belum joging lagunya?
April 30th, 2009 at 11:42 pm
selamat pagi pak kyai
May 1st, 2009 at 12:31 am
bapak-bapak ibuk-ibuk semua yang ada di sini….
pertamatama marilah kita panjatkeun puji tuhan kepadaNya, semoga dan seterusnya….
keduakalinya dan seterusnya….
wassalam….
May 1st, 2009 at 3:57 am
Wah tulisanmu kubaca di pagi yang menggigil dengan suhu 8 derajat celcius di sini.. Hmmm jadi rindu pulang. Sepagi ini biasanya dulu aku sering bercengkrama dengan ayah dan ibu serta adik ditemani teh hangat dan pisang goreng.
Terimakasih untuk gugahan kalimat2mu!
May 1st, 2009 at 3:55 pm
yuk nyanyi pak.. saya iringi make gitar baru saya
May 2nd, 2009 at 3:35 am
dance….
May 2nd, 2009 at 7:37 pm
Selamat malam dunia..
blogwalkingya malam
May 3rd, 2009 at 11:31 am
Ada ketidakadilan di Indonesia ini. Moso ibu2 ada hari ibu dan hari Kartini. Sementara bapak2 tidak dihargai satu haripun. Seharusnya ada juga hari bapak atau hari Kartono, jadinya adil….
May 5th, 2009 at 4:50 pm
Walah… bapakku wes almarhum, lha piye menyapane???
May 5th, 2009 at 6:09 pm
jadi teringat kampung halaman
May 6th, 2009 at 6:02 am
selamat pagi bapak
bagaimana kabarmu hari ini
May 6th, 2009 at 8:20 am
selamat pagi pak kyai… long time no see
May 6th, 2009 at 12:05 pm
Sudah pagi pak …
(mbenerin kancing baju)
May 7th, 2009 at 6:17 pm
Bapakku ki sabar banget, ngelingi jamane sekolah aku mbeling bianget. tetep wae ora tau nesu. *marahi pengen nangis*
May 8th, 2009 at 2:16 am
Masih segar dalam ingatan……………
Saat kau lempar aku ke dalam jamban.
Saat kau hiasi waktuku dengan marahmu yang berkepanjangan.
Saat kau membiarkanku berjalan daripada membelikan sepeda yang aku idamkan.
Saat, saat, saat………
Aku menerawang, terdiam dalam lamunan.
Mungkin hal yang sama, tengah tumbuh dibenak putri kecilku sebagaimana yang pernah aku rasakan.
Maafkan sayang,
Aku lakukan smua karena aku cinta,
Agar kau tumbuh menjadi makhluq yang penuh harapan.
Agar tumbuh menjadi pejuang yang tak menyerah pada keadaan.
Agar tumbuh dalam jalan lurus yang jauh dari kesesatan.
Ah, ingin rasanya aku memelukmu dengan doa.
Membelaimu dengan tutur lembut tanpa kata ahh.
Hari ini, esok, spanjang usiamu masih tersisa pun nanti saat kau tlah tiada.
May 8th, 2009 at 2:39 am
slamat widodo bapak…
(lmao)
May 8th, 2009 at 2:04 pm
ben isuk wes disopo nangeni sholat shubuh
May 8th, 2009 at 6:11 pm
Bapakku wis dadi lemah Mas…
May 9th, 2009 at 6:42 am
yuk nyanyi (dance)
May 9th, 2009 at 10:55 pm
surga di bawah telapak kaki ayah sebelah kiri…
May 10th, 2009 at 1:54 am
Aku? Hanya bisa menyapa dalam doa, Cak. Apa boleh buat. Kau masih lagi beruntung…
May 10th, 2009 at 5:35 am
hhhh…
aq jadi inget bapak…
kangenn… hiks..hiks..:,(
‘pak, semoga bahagia di sana..’
May 10th, 2009 at 9:41 pm
salam gae Bapakmu ya…
May 11th, 2009 at 10:15 pm
oh…bapak…mulialah engkau di hadapan Tuhanmu….
salam kenal…
May 12th, 2009 at 12:27 am
Mas, sampean mengingatkanku dengan almarhum ayahku. Hmmm… Malam ini aku ingin menyapanya. Kan kukirimkan sebaris doa dan Al-Fatihah untuknya sebelum aku tidur nanti.