21 February 2009 • Keindonesiaan, Penuturan, Renungan • ardyansah

blog mantan kiai, blog hitam, blog mantan santri, blog santri, blog demokrasi, blog indonesia, blog pemikiran, blog perenungan, blog imajinasi, blog mantan kyai, blog kyai, blog islam, blog islam-indonesia, blog menulis, blog non-doktrin, blog desain grafis, blog keragaman, blog indonesia, blog jawa timur, blog tuban, blog surabaya, blog kejawen, blog merdeka, blog sampah, blog kyai tuban, blog kyai surabaya, blog ronggolawe, blog kyai indonesia, blog kiaiSeharusnya malam ini saya berada di sana, ditengah lingkaran persaudaraan blogger-blogger yang hadir dalam acara launching Bengawan, Komunitas Blogger Surakarta dan sekitarnya.

Saya tak ingin banyak bicara, udara yang mendingin dan kelopak mata yang melayu membuat saya tak mampu berkata apa-apa, kecuali sekedar berbisik di telinga-telinga yang lengang dan dada-dada yang lapang: Selamat Datang Saudaraku !!!

Semoga hikmahnya mengalir sampai kedalaman jiwa … sebening Bengawan.

{ 35 Comments } to Selamat Mengalir Bengawan

  1. ikhsan

    pertamaxx…:D

  2. det

    semoga sukses ya…

  3. genthokelir

    bagaimanakah dengan kejantananmu
    akhirnya aku juga ikut mengalir ke bengawan

  4. denologis

    amin….

  5. kyai slamet

    JANC*K
    ngono thok!

  6. suryaden

    pantes tadi dicari-cari kok nggak ada…
    selamat mengalir juga…

  7. mantan kyai

    @genthokelir: halah kejantanan maneh. ngko lak ujung2e etawa (doh)

    @kyai slamet: jancuk. miskol thok cuk …

  8. ario saja

    maksudnya gimana to ini ?

  9. Yari NK

    Mudah2an tulisan2 dari komunitas ini akan terus mengalir seperti aliran sungai Bengawan Solo yang abadi…. :D

  10. langitjiwa

    salam kenal utk :Komunitas Blogger Surakarta dan sekitarnya

    kang kiai,disini mendung sangat.

  11. vika

    emang ada halangan apa ko sampai ketinggalan gitu?

  12. aRai

    budhal … alah opo

    pie acarane semalem?

  13. k.u.c.l.u.k

    sing penting ngalir, gak sampek banjir..

    *selamat jugak buat bengawan

  14. zenteguh

    tak pikir dowo koyo biasane
    ternyata pendek..(asem :D )

  15. zenteguh

    mata kok melayu bos
    bukane sikil sing biasa gae melayu..(:D)

  16. aR_eRos

    semoga selalu dan terus mengalir

  17. Mursid Access

    wah kemana aja mas ditunggu di Solo ma temen2 kok gak ada..

  18. gus

    mengalirnya sampai kali semarang gak ya….?

  19. tukang nggunem

    yoh…

  20. haris

    wah, ga iso teko ya, mas. lain kali maen2…ke solo

  21. ipanks

    selamat dan sukses

  22. zenteguh

    mata kok melayu to om..
    bukane sikil sing biasa digae melayu..:D

  23. Dony Alfan

    Gara2 kamyu gak hadir, Ngatinem juga ikut2an gak hadir, sakit maag katanya :D

  24. DV

    Yak! Selamat!

  25. bias

    jarene meh mampir solo pak? kapan?

  26. sawali tuhusetya

    duh, saya juga ndak bisa ikutan, e, mas ardy. padahal sudah dikontak sama mas haris dan mas deno. duh!

  27. MQ Hidayat

    Semoga aliran bengawan semakin deras, bisa menghidupi tapi bukan malah menjadi bencana.
    Makasih atas jemuannya.

  28. kacrut

    humm.. ikut menyelamati ah.. hehehhehehehhe

  29. Frenavit Putra

    Sukses buat Blogger bengawan…

  30. ciwir

    sepakat karo komen-ne zenteguh…
    (Imao)

  31. novi

    fadloen, ngatini, dan kamu koq sama-sama ga ada di Solo. Benar-benar cinta segitiga…

  32. sapimoto

    Selamat untuk bengawan, semoga sukses selalu menyertai…

  33. shei

    wah, sayang banget yaaa…….mungkin bisa lain kali bro datengnya ^^

    salam knal……

  34. mudz069

    Bengawan……….
    Kala kemarau, airmu mungkin tak cukup tuk mandikan kerbau,
    Namun dimusim penghujan, dikau tuliskan banyak penderitaan.
    Kota demi kota, desa demi desa, kau tinggalkan dalam luka,
    Hanya untuk sebuah pesta, temui gadismu di laut Jawa.

    Smoga engkau bengawan yang berbeda.
    Yang kuharap selalu alirkan pelita, yang mampu bukakan mata dan terangi hati.
    Tuk kini dan esok hari.

  35. Andy MSE

    Kok mantankyai dan ngatinih kompakan nggak hadir ya??? (thinking)

Leave a Reply


1 June 2010 • Pekerjaan • ardyansah

Ketika mendengar “canting”, orang pasti terpikir perangkat mungil berbentuk cawan dengan pegangan dan ujung “pena” yang biasa digunakan oleh seniman batik untuk menggores dan memberi sentuhan akhir untuk karya-karyanya. Canting adalah simbol kesadaran untuk berkarya. Kecil, bersahaja, tetapi sangat besar peranannya. Barangkali filosofi inilah yang mendasari Derry Sunarso, sutradara rendah hati yang karyanya banyak terinspirasi kemegahan [...][...]

26 January 2010 • Ketertarikan, Pekerjaan, Penuturan • ardyansah

Menulis, -menurut saya- dalam banyak hal tak jauh berbeda dari mendesain. Sama-sama merancang, sama-sama mengandalkan ide sebagai ruh, sama-sama bekerja dengan imajinasi (dan atau fantasi), sama-sama membutuhkan kreativitas untuk mengemasnya menjadi sebuah entitas karya,  juga yang pasti sama-sama tak mudah mengerjakannya. Estetika dalam desain bisa dinilai dari bentuk, komposisi, warna, dan elemen-elemen visual lainnya. [...][...]