10 July 2009 • Keganjilan, Keindonesiaan, Penuturan • ardyansah

desain grafis, multimedia, itDalam berbagai kesempatan pemilihan umum, golput seringkali “berhasil” meraup suara yang signifikan, bahkan tak jarang menjadi pemenang. Hal ini terutama disebabkan oleh sikap apatis para pemilih, selain tentu karena subjek pemilihan yang terlampau kabur (baca: tidak jelas).

Berbeda dalam pemilihan presiden tahun 2009 ini, dimana secara garis besar, profil dan track record masing-masing kontestan telah dikenal secara luas. Baik-buruknya, cepat-lambatnya, cerdas-tidaknya, telah sama-sama diketahui oleh publik. Meskipun sebenarnya faktor-faktor tersebut kurang berpengaruh di hari-h pencontrengan. Sebagian masyarakat masih memilih berdasarkan intuisi, fanatisme dan tahayul mengenai figur pemimpin ideal, bisa karena sosoknya, kelucuannya, atau garis keturunannya.

Bagaimanapun, dan atas dasar apapun seseorang memilih, itu adalah hak asasi juga. Tidak ada yang salah. Ini adalah sebuah proses. Toh, ke depan masyarakat akan semakin cerdas. Kecuali kembali sial karena dibodohi oleh pemimpinnya.

Kembali tentang golput. Menurut hasil quick count, angka golput berada pada kisaran 30%. Menggeser 2 kandidat lain (Mega-Pro & JK-Win) jika perolehan suara golput disertakan didalam table hasil quick count. Beruntung, pemenang sementara quick count (SBY-Boediono) belum bisa dikalahkan oleh golput yang pada beberapa kali pemilihan kepala daerah berhasil mencuri kemenangan. Incumbent memimpin dengan suara yang signifikan, cukup untuk mengakhiri pilpres dalam satu kali putaran, sekaligus menghemat 4 Triliun Rupiah biaya pemilu. Makan-makan!!!!

{ 21 Comments } to SBY-Boediono Berhasil Mengalahkan… Golput

  1. ardyansah

    eh.. btw bener gak sih yang dihemat sampai segitu triliun??? *geleng-geleng*

  2. ciwir

    saya tetap mendukung GOLPUT…

  3. ardyansah

    wah… berarti sampeyan kalah nuw.. hehehehe

  4. Yari NK

    Sebenarnya yang golput itu harus dimasukkan ke dalam suara SBY karena mereka mempraktekan apa yang diserukan SBY:

    “Lanjutkan (untuk golput)!!” Heuheuheu…. :mrgreen:

  5. DV

    Golput itu ngga butuh dikalahkan, Bung! :)
    Karena dengan memilih golput sendiri berarti kita telah menang :)

  6. ardyansah

    @dv: masalahnya btaun2 aku golput kok gak merasa menang ya? :-P

  7. mengembalikan jati diri bangsa

    nunggu traktiran dari sesama budiono

  8. zenteguh

    hidup sby! (suroboyo maksude lo cak, duduk liyane..)

  9. ajengkol

    Yang penting nggak dua putaran, mengjemat uang negara

  10. senoaji

    aku milih mlenuk!

  11. sawali tuhusetya

    meski angka gloput turun, kasih juga tuh, mas ardy, pemilih yang ndak terdaftar di dpt. mereka ndak mau repot2 pakai ktp dan kartu KK hanya sekadar utk nyontreng, haks.

  12. Xitalho

    Demi Allah, demi mbokku… aku nyontreng ksli ini ..

    Hwahahahha… tiru-tiru Sujiwo Tedjo….

  13. Dony Alfan

    Wah, jagoku pak JK yang mbois, kalah! Tapi tak apa, asal presidennya bukan ibu2 (lmao)

  14. udin

    Rakyat telah menghukum kandidat yang kalah dengan tidak memilihnya. Hidup rakyat!!

  15. Andy MSE

    selamat utk SBY-Boediono
    *wah, suwe rak mrene… skrg bukan blog hitam lagi, yang hitam pindah ke mantankyai ya? hehehe

  16. suryaden

    terus pengiritan 4 trilyun itu buat apa ya… tim suksesnya kali kah… :D

  17. thimbu

    saya golput karena ketiduran *tidur lageee*

  18. masoglek

    baguslah kalau bisa mengalahkan golput. Setidaknya mereka cukup mendapat dukungan dari rakyat (meskipun saya cukup kecewa golput nggak menang)

  19. -GoenRock-

    Hedop GOLPUT!

  20. Sewa Komputer

    Semoga yang menang, benar2 mewujudkan janjinya.

  21. ericova

    mantab :D lanjutkan

Leave a Reply


26 January 2010 • Ketertarikan, Pekerjaan, Penuturan • ardyansah

Menulis, -menurut saya- dalam banyak hal tak jauh berbeda dari mendesain. Sama-sama merancang, sama-sama mengandalkan ide sebagai ruh, sama-sama bekerja dengan imajinasi (dan atau fantasi), sama-sama membutuhkan kreativitas untuk mengemasnya menjadi sebuah entitas karya,  juga yang pasti sama-sama tak mudah mengerjakannya. Estetika dalam desain bisa dinilai dari bentuk, komposisi, warna, dan elemen-elemen visual lainnya. [...][...]

24 January 2010 • Remahan • ardyansah

Wah, wah, wah, lama juga rupanya blog ini tidak saya urus, tulisan terakhir di blog ini tertanggal 25 Oktober tahun lalu. Kemana saja saya 2-3 bulan ini??? Hahaha… mau tahu aja sih. Ya, sudahlah. Saya juga belum yang mood banget untuk nulis (selain juga belum punya bahan untuk dijadikan tulisan). Jadi, tulisan ini hanya [...][...]