7 November 2008 • Keindonesiaan, Keluhan, Penuturan, Remahan • ardyansah

Dua hari yang lalu saya diajak (lebih tepatnya minta diajak) beberapa rekan yang punya kegiatan di Trenggalek untuk ikut serta dalam rombongan. Tidak ada kepentingan penting untuk saya berada dalam rombongan ini, kecuali postur saya yang dianggap pas untuk disertakan menjadi bagian tim penagihan sebuah proyek IT :D

Sementara saya sendiri sebenarnya cuma butuh udara segar, barangkali sambil ikut “jalan-jalan” ke Trenggalek, otak saya bisa lebih “fresh”, punya lebih banyak ide untuk pekerjaan-pekerjaan saya selanjutnya. Maklum, bisingnya Surabaya sering membuat saya buntu ide, kehilangan mood, kurang bergairah, lemah, letih, lesu, loyo, lho… lho… lho, kok kayak iklan obat kuwat :D

Sama seperti umumnya kota-kota di Jawa, Trenggalek sebenarnya tidak jauh berbeda. Pusat kota ditandai dengan landmark berupa alun-alun, di dekat alun-alun berdiri gagah Masjid utama, dan disekelilingnya berdiri berbagai bangunan instansi pemerintahan, khas kota Jawa.

Tetapi ada beberapa hal yang mungkin tidak selalu ditemui bahkan di kota Jawa sekalipun. Saya terkejut ketika seorang kawan memberi tahu bahwa tidak ada transportasi angkutan umum di dalam kota Trenggalek, sehingga kendaraan utama di dalam kota adalah Becak. Tetapi setelah berkeliling saya jadi mafhum, Trenggalek mungkin tidak butuh angkutan umum dalam kota karena memang wilayahnya tidak terlalu luas, dan kemana-mana mudah dijangkau bahkan jalan kaki sekalipun.

Kota ini dikelilingi oleh bukit (bukit atau gunung ya ?), sementara di balik gundukan-gundukan bukit itu tersimpan potensi wisata pantai yang luar biasa. Kemarin kami juga menyempatkan mampir di salah satu Pantai (baca: Prigi), tetapi berhubung baru sampai di pantai pada malam hari, maka tidak ada gambar yang bisa kita ambil (maklum semuanya mengandalkan kamera hengpon :D ). Kami hanya menyaksikan geliat ratusan nelayan yang bersiap menantang ombak pantai selatan yang terkenal “horror” :D

Satu hal yang mesti anda waspadai di Trenggalek adalah … makanannya. Lho?. Entah karena disana cabe murah, atau memang lidah dan lambung masyarakatnya lebih tebal, tetapi makanan apapun selalu pedas dan cenderung bersantan, Huh haaaah !!!. Atau barangkali kami serombongan saja yang memang tidak terbiasa makan makanan pedas ala ‘Nggalek? Bisa jadi. Yang jelas kami berlima bolak-balik bergantian buka tutup pintu kamar mandi, Byorrrr!!! :(

Satu lagi. Jika anda berniat mencari jodoh (jodoh tetap, bukan jodoh temporer apalagi jodoh pasca bayar) di Trenggalek, tempat ini bisa menjadi referensi utama. Di daerah yang bernama Munjungan -katanya- wanitanya terkenal cantik-cantik dan putih-putih. Benarkah? sayang saya tidak sempat kesana, mungkin lain kali. Ah, sayang saya sudah keburu punya … Plakkk !!!! Eh… oh, siapa yang nampar saya.

Tetapi hati-hati, saya diingatkan seorang warga bahwa jangan pernah mempermainkan wanita Trenggalek, bisa-bisa kita tidak akan pernah bisa pulang. Lho kok bisa? Menurut cerita bapak ini, jika wanita Trenggalek sudah merasa dipermainkan kemudian dendam, maka orang yang mempermainkan akan selalu menanggung malu seumur hidupnya, karena sekuat apapun dia mengikat atau memegangi celananya, maka celana itu akan selalu melorot. Alamaaaaak !!!! Ngeriii !!!!

Anda Percaya??? Tanya saja pada Bocah Asli Trenggalek ini :D

***

Reportase Perjalanan

blog mantan kiai, blog mantan santri, blog santri, blog demokrasi, blog indonesia, blog pemikiran, blog perenungan, blog imajinasi, blog mantan kyai, blog kyai, blog islam, blog islam-indonesia, blog menulis, blog non-doktrin, blog desain grafis, blog keragaman, blog indonesia, blog jawa timur, blog tuban, blog surabaya, blog kejawen, blog merdeka, blog sampah, blog kyai tuban, blog kyai surabaya, blog kyai indonesia, blog kiai, perjalanan trenggalek

Trenggalek yang tenang di lingkaran perbukitan.

blog mantan kiai, blog mantan santri, blog santri, blog demokrasi, blog indonesia, blog pemikiran, blog perenungan, blog imajinasi, blog mantan kyai, blog kyai, blog islam, blog islam-indonesia, blog menulis, blog non-doktrin, blog desain grafis, blog keragaman, blog indonesia, blog jawa timur, blog tuban, blog surabaya, blog kejawen, blog merdeka, blog sampah, blog kyai tuban, blog kyai surabaya, blog kyai indonesia, blog kiai, perjalanan trenggalek

Masjid Jami’ Trenggalek. (Difoto saat gelisah memutuskan Jumatan gak, Jumatan gak) :D

blog mantan kiai, blog mantan santri, blog santri, blog demokrasi, blog indonesia, blog pemikiran, blog perenungan, blog imajinasi, blog mantan kyai, blog kyai, blog islam, blog islam-indonesia, blog menulis, blog non-doktrin, blog desain grafis, blog keragaman, blog indonesia, blog jawa timur, blog tuban, blog surabaya, blog kejawen, blog merdeka, blog sampah, blog kyai tuban, blog kyai surabaya, blog kyai indonesia, blog kiai, perjalanan trenggalek

Karena saya beriman, maka saya putuskan untuk Jumatan meskipun sebenarnya saya dapat fasilitas dan dispensasi untuk tidak melaksanakannya. XKH beriman kan ???* :D

*Foto diambil sesaat setelah selesai Sholat Jumat

blog mantan kiai, blog mantan santri, blog santri, blog demokrasi, blog indonesia, blog pemikiran, blog perenungan, blog imajinasi, blog mantan kyai, blog kyai, blog islam, blog islam-indonesia, blog menulis, blog non-doktrin, blog desain grafis, blog keragaman, blog indonesia, blog jawa timur, blog tuban, blog surabaya, blog kejawen, blog merdeka, blog sampah, blog kyai tuban, blog kyai surabaya, blog kyai indonesia, blog kiai, perjalanan trenggalek

Nah, kalau yang ini asli saya baru tahu. Bahwa selain mencari nafkah di industri musik nasional. Maia dan Dhani ternyata punya bisnis angkutan juga. Apakah ini termasuk gono-gini yang diperebutkan??? Mbuh, gak ngurusi Dhani cuk !!! *

*Foto Truk diambil di daerah Peterongan, Jombang (kotanya para Kyai) :D

{ 35 Comments } to Road to Trenggalek

  1. Cah Ndeso

    Enaknya jalan jalan ya Mas…..
    Bisa liat ini itu…
    Salam Kenal

  2. Anang

    wong galek punya aji-ajian kathok melorot…. hehe… jangan macem2! eh kowe dari alun2 ke barat 500m wis tekan omahku. lek ak melu tak jak andok pecel khas trenggalek kowe, ora ajak2 tapine kowe.. arep budhal ae lagek omong…. hihi..

  3. Epat

    itu satu-satunya kota yang belum pernah saya singgahi selama di jawa timur kekeke

  4. goenoeng

    yi, nek wis ngerti kabar pastine yang cantik2 dan putih2, kabari aku ya…..
    :D

  5. emfajar

    wah saya blom pernah jalan2 ke sini..

  6. gadis rantau

    gadis rantau datang bawa obat kuat nih. biar gak lemah, lesu, letih, loyo. sekalian juga aku bawain obat gosok untuk panu,kadas,kurap,gatal gatal,jamur kulit.*hue..he..tambah kaco deh gw*

    btw, lain kali aku mbok yo diajak jalan jalan kesono…

  7. trendy

    nggak yakin pedes sebelum nyoba makanannya itu!
    wkeekek!

  8. Gelandangan

    wetzzzzzzzzzzz jangan lupakan ole2 yah mas

  9. kyai slamet

    wek… masjidnya kok apik?

  10. Ecko

    Trenggalek? Itu daerah asal-usul nenek moyang saya. Nenek dari pihak Ibu saya aslinya dari Trenggalek, tapi sudah merantau ke Sumatera sejak tahun 30-40-an, sedangkan nenek dari Ibu saya juga punya saudara di Trenggalek. Sayangnya saya malah belum pernah ke sana. Kapan ya???

  11. aha

    kapan2 ajak dong pak… klo mo jalan2..

  12. syamsu

    oleh2 khas sana apa mas ??

  13. ciwir

    saya pernah ke sana th 96-an.
    kotanya panas-nya minta ampyunn… padahal dia kota lembah, dikelilingi gunung kok panas ya???

  14. irfan

    koq saya gak di ajak mas?

  15. kyra.curapix

    wes,,jalan mulu mas,,,lagi tajir ya!!!

  16. Rafki RS

    Sampai segitunya mitos di sana ya Pak. Tapi kepercayaan seperti itu sepertinya ada di banyak daerah ya. :D

  17. Tukang nggunem

    Kurang siji kang yang harus diwaspadai saat kita berkunjung ke trenggalek…yaitu manusia lugu ning njelehi si nabi blogger Anang…hahahaha…aku ditantang kon motret de’e ning digawe ben dadi bagus lha mbok emoh, potograper kan bukan Tuhan…coba sampeyan gawe vektor raine cah kae, rak malah dadi abstrak mengko..huahahaha..sori Nang….

  18. gibol

    trenggalek???

  19. Andy MSE

    Perjalanan seru!
    *jadi ngeri sama perempuan trenggalek… itu beneran nggak Yi??
    **Yi!… mbok aku ngaji gawe gambar vektor… tutoriale ada nggak???

  20. Andy MSE

    Gawe gambar vektor angel rak Yi???

  21. Donny Verdian

    Wah, jadi pengen ke Munjungan, Trenggalek.
    Yo, kapan-kapan wisata kuline.. eh wisata fotografi ke sana..:)

  22. sawali tuhusetya

    waduh, saya belum pernah ke trenggalek, mas ardy. infonya menarik, terutama tentang ceweknya, haks. ternyata mas ardy jadi pengamat kehidupan cewek juga, nih, kekeke … mengembangkan kepekaan, ya, mas?

  23. Nyante Aza Lae

    mengesankan perjalanannya euy..btw eank g jd “debt collector”?…heheheh
    Btw kapan2 mampir ahh

  24. jaka

    Trenggalek kerep kebanjiran. Ra mutu. Apik Tulungagung.

  25. Daniel Mahendra

    Mbok aku dioleh-olehi sing kinyis-kinyis ngono lho…

  26. bluegreen

    munjungan rumah teman saya tuh, punya janji maen kesana tapi belum sempat sampai sekarang, coba klo dulu teman saya bilang cewek munjungan cantik-cantik, bakal tak bela-belain maen ke sana

  27. Di Muaralabuh ini

    [...] berbagai cara pandang dan pelbagai klaim nya, mendapati pencerahan dari sentilan sentilan nasihat Kang Mantan Kyai,pelbagai gaya berfikir sang dosen muda Kyai slamet,keberanian sikap dari kang epat ,kehalusan [...]

  28. blog mantan kyai

    [...] malam ini saya benar-benar kapok lombok, dimulai dengan cabai Trenggalek, kemudian acara ulang tahun TPC yang hingar bingar, datang sambil menahan maag yang meradang, [...]

  29. wahyu riyadi

    saya sudah pernah ke trenggalek mas. diajak teman.
    tapi bukan ke kotanya, tapi ke trenggalek pedalaman.

    Katanya ada proyek besar. berangkat dari jakarta dg penuh harap. lha.. ternyata cuma mau diprospek buat jadi downline.

  30. sapimoto

    Kalau ada waktu, coba juga Pacitan, Mas…
    Pasti masakannya juga tidak kalah pedes dengan Trenggalek…
    Kayaknya dua kota itu adalah kota penghasil cabe… :lol:

  31. genthokelir

    wah dadi kelingan dak jaman semono waktu aku baru barunya dapat tugas muter muter dan sekaligus menyaksikan ke unikan pekerjaan lapangan pertama di trenggalek hahahaha

  32. blog mantan kyai

    [...] apa lagi di Trenggalek? Ah, tidak ada. Kami hanya melanjutkan perjalanan kami yang pertama. Tidak ada yang istimewa, kecuali saya yang mengalami kejenuhan akut karena tidak ada sesuatu yang [...]

  33. zam

    hoo.. cerita soal “jangan mempermainkan wanit daerah –silakan diisi sendiri–” memang menarik. hampir tiap daerah ada..

    mungkin karena memang semacam “peringatan” agar kita tidak seenaknya mempermainkan wanit ya, cak?

  34. cahngares

    alon2 ngalor kurang lueh 1 km ndeso ngares, neng ngares enek tempat seng asyik di gae pacaran, alah poko’e sampean tak jamin gak gelem muleh, salam cah ngares

  35. yuniqanjani

    wiihh,,,lo kesana q di ajak ya……hehehe,,,q kan g mau ilang di nggalek,,untuk ke 2x nya,,,,,huhuhu..(*_*),,takyut,,,,,,,biar q apal jln nya trenggalek,,,di ajakin jalan2 ya kang….ho..ho…ho

Leave a Reply


1 June 2010 • Pekerjaan • ardyansah

Ketika mendengar “canting”, orang pasti terpikir perangkat mungil berbentuk cawan dengan pegangan dan ujung “pena” yang biasa digunakan oleh seniman batik untuk menggores dan memberi sentuhan akhir untuk karya-karyanya. Canting adalah simbol kesadaran untuk berkarya. Kecil, bersahaja, tetapi sangat besar peranannya. Barangkali filosofi inilah yang mendasari Derry Sunarso, sutradara rendah hati yang karyanya banyak terinspirasi kemegahan [...][...]

26 January 2010 • Ketertarikan, Pekerjaan, Penuturan • ardyansah

Menulis, -menurut saya- dalam banyak hal tak jauh berbeda dari mendesain. Sama-sama merancang, sama-sama mengandalkan ide sebagai ruh, sama-sama bekerja dengan imajinasi (dan atau fantasi), sama-sama membutuhkan kreativitas untuk mengemasnya menjadi sebuah entitas karya,  juga yang pasti sama-sama tak mudah mengerjakannya. Estetika dalam desain bisa dinilai dari bentuk, komposisi, warna, dan elemen-elemen visual lainnya. [...][...]