7 June 2009 • Keganjilan, Keindonesiaan, Keyakinan, Khayalan, Pelampiasan, Renungan • ardyansah

Menurut kabarnya burung saya, seorang putri melarikan diri dari istana Kerajaan Bekantan. Putri yang aslinya berasal dari Negeri Sempalan Surga itu bernama Nohara, lengkapnya Nohara Shinosuke. Tak tahan menghadapi cumbuan suaminya yang konon menyukai bondage ala kampungnya Shinchan, sang putri kabur meninggalkan Negeri Bekantan dan kembali ke negeri asalnya. Putri yang sesungguh-sungguhnya sangat jelita itu mencuri perhatian sekaligus simpati seluruh negeri. Nikmat benar menjadi orang cantik.

Soal cerita kemalangan Sang Putri, tentu seluruh penduduk negeri turut prihatin. Bahkan pantas marah terutama jika mengingat pelaku sadomasochist adalah Kaum Bekantan yang suka mencuri (apa saja) di Negeri Sempalan Surga. Tetapi jika mau jujur, banyak yang lebih menderita (dan lebih layak diperhatikan) daripada Mbak Nohara. Bedanya, mereka tidak se-jelita si Mbak.

Perbedaan perhatian (dan perlakuan) itu bahkan tak perlu ditutup-tutupi oleh pejabat Negeri Sempalan Surga. Ketika ditanya kenapa respon pemangku negeri berbeda untuk kasus Mbak Nohara dengan Nyonya Mulia Pritasari yang dipenjara gara-gara berkeluh kesah tentang pelayanan kesehatan, seorang manteri menjawab, “Itulah bedanya jelita dan jelata”. Mendengar itu tiba-tiba saya ingin kencing.

Oya, tentang Nyonya Mulia. Itu adalah kabar lain dari burung saya yang sampai ke telinga (mudah-mudahan kalimat ini tidak ditafsirkan keliru). Kalau tidak salah, ibu dari dua balita ini apes karena curhatan pribadinya tentang pelayanan Korps Dukun di sebuah rumah sakit bertaraf internasional yang tidak sesuai dengan harapannya menyebar di dunia maya. Diapun kemudian digiring ke LP (Lembaga Pemenjaraan) atas tuduhan pencemaran nama baik.

Nama baik menjadi sesuatu yang sangat penting di Negeri Sempalan Surga. Bahkan sebuah institusi raksasa merasa tak berlebihan ketika memenjarakan seorang ibu rumah tangga lemah yang jelas bukan lawan tandingnya demi nama baik. Sialnya, ibu ini benar-benar sial.

Kabar terakhir dari burung kebanggaan saya adalah pergunjingan tentang sebuah sekolah yang seluruh siswanya sukses gagal ujian. 100%. Luar biasa!!! Bukankah semestinya mustahil (dan memalukan) jika siswa yang ratusan itu tidak ada yang lulus seorangpun? Bodoh? Kompak? Sial? Atau apa? Tapi yang pasti, perlu dipertimbangkan fatwa haram untuk ujian ulang bagi yang terbukti melakukan kecurangan. Lebih mulia dan berani daripada sekedar meng-haramkan facebook. Mendengar ini tiba-tiba saya berharap Negeri Sempalan Surga itu berada jauh di antah-berantah sana.

{ 33 Comments } to Putri Jelita, Ibu Jelata, dan Kabar Burung(ku)

  1. ajengkol

    Just wanna be an ordinary muslimah saja … Jelata yang jelita juga banyak loh malah jelita hatinya

  2. manusiahero

    saran gk usah aja lagi diadaain ujian pasti gk ada lagi nmnya gagal ujian whuahah.. ngawur..

  3. senoaji

    ini kasus tentang silit eh silet yang mesum, suka menyilet didaerah yang rawan kejang-kejang

  4. aRai

    aku termasuk yg jelata :(

  5. gajah_pesing

    Visum pagi absen katanya sakit, malamnya aktif di dunia hiburan infotainment gae mbayar utang biaya mudik

  6. endar

    waktu nikah, maskawinnya ngak diributin. sekarang ada masalah semua ikut ribut. cuapek deh..
    semoga ibu prita tetap diberi ketabahan

  7. LuxsmAn

    digawe bayar MAHAR diya dulu waktu NIKAH…

  8. Pradna

    jelata yang tidak jelita…lebih teraniaya lagi.

    Mendukung Ibu Prita

  9. Fenty

    Yang cantik yang berkuasa, mengingatkan pada film mean girls :p

    eh sekolah apa tuh, gak ada yang lulus, ck ck ck *bersyukur karena tidak ada di tahun ajaran itu waktu sekolah :p*

  10. suryaden

    negeri sempalan surga itu memang selalu diobok-obok alat vitalnya, apalagi yang harus dibor atau di rogoh-rogoh ke dalam, makin dalam makin banyak nikmatnya katanya :lol:

  11. adipati kademangan

    Paiman juragan sapiii … Seperti yang ditulis di blog sebelah, nohara itu dnikahi oleh paiman sang juragan sapi. :D

  12. DV

    halooo.. lama ndak ada kabarnya :)

  13. bangsari

    jelata dan jelita, kata seorang petinggi.

    wagu ya?

  14. AzizHadi

    aq jadi Suaminya yg suka mencumbu :) )

  15. diorockout

    wow..
    *ketoro gak moco*

  16. kelik

    Persis pidatonya raja jaman dulu kan :” Ini Dadaku mana Dadamu”
    Salam kenal

  17. Brillie

    saya jelita meski bukan jelata, namun sering menggunakan jelantah..

  18. Novianto

    Mangkane ta, ujiane kudu sing ngetes hadratus syeikh Romo Mantan Kyai Ardyansyah Al Vektoriyah, bab ujian edan wa sempel min ahlul Gendeng, mesti lulus, soale iki sing ngetes mursyide dewe dan ndak ada yang haram.. kabeh halal kok

  19. Daniel Mahendra

    Tak selamanya kurcaca selalu digdaya. Tapi adalah kurcaci yang selamanya bikin miris hati…

  20. marsudiyanto

    Berkunjung dan belajar…

  21. morishige

    saya rakyat jelata..
    kalo sial kena tuntut, ada yang dukung gak ya?

  22. zenteguh

    Iku menterine sing ngomong jelita vs jelata pancen gendeng
    gak usah didukung wis….

  23. Indah Sitepu

    aku jelata yang agak2 jelita…

    huekkkk cuiiihhhh kkwkkwkwkw :P

  24. domba garut!

    dari semua huru-hara sampai prahara itu .. semoga semuanya mengingatkan kita kembali agar berhati2 dalam menjalani hidup dan berdoa.. agar terhindar dari tragedi huruhara negeri bekantan dan sekitaranya juga cerita prahara.. turut mendoakan agar nona huru-hara bisa dapet hidayah dan jadi muslimah,s erta Mbak prahara bisa mendapatkan perlindungan hukumnya sebagai konsumen yang berhak dibela kepentingannya..

    Salam hangat dari negeri si bau kelek :D

  25. Kyai Slamet

    Posting borongan :D
    Tolak unas ulang nda…

  26. cebong ipiet

    piye kabar burungmu kang? suwe ga mrene wkekekekek….
    aku moco mung ra komen, apik postinganmu, tak woco nganti tuntas..

  27. aRuL

    gimana kabar burungnya? makin menciutkah atau mengembang? gara2 jelita dan jelata? :P

  28. bdlzz

    aku sang jelata…
    yang mengharap menjadi sosok jelita
    kuhabiskan banyak harta dan cara tuk menjadi jelita..

    akhir cerita…
    aku kini sosok sang jelita
    kuhabiskan banyak harta dan cerita tuk tetap jelita..

    Malangnya…
    nasibku kini seperti sang Jelata
    disiksa tersiksa
    putus harapan dan asa

    Oh..Jelata
    aku merindukanmu..

    walah..ngomong opo ikiiiii….

  29. novi

    sing mengharamkan fesbuk sopo bleh?. pondok fesbukan kabeh. kecuali Digital Generation sing lolak-lolok :D

  30. berpikir dan berjiwa besar

    hanya bisa tertawa, kreatif banget sih sampean ini masss….

  31. genthokelir

    hehehe ceritane kok ngene neh mas

  32. ericova

    iy tuw g jelas banget…niat d carikan solusi banyak org bantu mlaah maen sinetron @_@ iklanya membosankan d rcti

  33. Syamsul Alam

    Soalnya yang jelata jarang jalan2 ke infotainment. Smentara yang jelita ndatengi kantor televisi satu-satu untuk diliput. Jelas beda tho……. hehehehe…..

Leave a Reply


26 January 2010 • Ketertarikan, Pekerjaan, Penuturan • ardyansah

Menulis, -menurut saya- dalam banyak hal tak jauh berbeda dari mendesain. Sama-sama merancang, sama-sama mengandalkan ide sebagai ruh, sama-sama bekerja dengan imajinasi (dan atau fantasi), sama-sama membutuhkan kreativitas untuk mengemasnya menjadi sebuah entitas karya,  juga yang pasti sama-sama tak mudah mengerjakannya. Estetika dalam desain bisa dinilai dari bentuk, komposisi, warna, dan elemen-elemen visual lainnya. [...][...]

24 January 2010 • Remahan • ardyansah

Wah, wah, wah, lama juga rupanya blog ini tidak saya urus, tulisan terakhir di blog ini tertanggal 25 Oktober tahun lalu. Kemana saja saya 2-3 bulan ini??? Hahaha… mau tahu aja sih. Ya, sudahlah. Saya juga belum yang mood banget untuk nulis (selain juga belum punya bahan untuk dijadikan tulisan). Jadi, tulisan ini hanya [...][...]