Menurut kabarnya burung saya, seorang putri melarikan diri dari istana Kerajaan Bekantan. Putri yang aslinya berasal dari Negeri Sempalan Surga itu bernama Nohara, lengkapnya Nohara Shinosuke. Tak tahan menghadapi cumbuan suaminya yang konon menyukai bondage ala kampungnya Shinchan, sang putri kabur meninggalkan Negeri Bekantan dan kembali ke negeri asalnya. Putri yang sesungguh-sungguhnya sangat jelita itu mencuri perhatian sekaligus simpati seluruh negeri. Nikmat benar menjadi orang cantik.
Soal cerita kemalangan Sang Putri, tentu seluruh penduduk negeri turut prihatin. Bahkan pantas marah terutama jika mengingat pelaku sadomasochist adalah Kaum Bekantan yang suka mencuri (apa saja) di Negeri Sempalan Surga. Tetapi jika mau jujur, banyak yang lebih menderita (dan lebih layak diperhatikan) daripada Mbak Nohara. Bedanya, mereka tidak se-jelita si Mbak.
Perbedaan perhatian (dan perlakuan) itu bahkan tak perlu ditutup-tutupi oleh pejabat Negeri Sempalan Surga. Ketika ditanya kenapa respon pemangku negeri berbeda untuk kasus Mbak Nohara dengan Nyonya Mulia Pritasari yang dipenjara gara-gara berkeluh kesah tentang pelayanan kesehatan, seorang manteri menjawab, “Itulah bedanya jelita dan jelata”. Mendengar itu tiba-tiba saya ingin kencing.
Oya, tentang Nyonya Mulia. Itu adalah kabar lain dari burung saya yang sampai ke telinga (mudah-mudahan kalimat ini tidak ditafsirkan keliru). Kalau tidak salah, ibu dari dua balita ini apes karena curhatan pribadinya tentang pelayanan Korps Dukun di sebuah rumah sakit bertaraf internasional yang tidak sesuai dengan harapannya menyebar di dunia maya. Diapun kemudian digiring ke LP (Lembaga Pemenjaraan) atas tuduhan pencemaran nama baik.
Nama baik menjadi sesuatu yang sangat penting di Negeri Sempalan Surga. Bahkan sebuah institusi raksasa merasa tak berlebihan ketika memenjarakan seorang ibu rumah tangga lemah yang jelas bukan lawan tandingnya demi nama baik. Sialnya, ibu ini benar-benar sial.
Kabar terakhir dari burung kebanggaan saya adalah pergunjingan tentang sebuah sekolah yang seluruh siswanya sukses gagal ujian. 100%. Luar biasa!!! Bukankah semestinya mustahil (dan memalukan) jika siswa yang ratusan itu tidak ada yang lulus seorangpun? Bodoh? Kompak? Sial? Atau apa? Tapi yang pasti, perlu dipertimbangkan fatwa haram untuk ujian ulang bagi yang terbukti melakukan kecurangan. Lebih mulia dan berani daripada sekedar meng-haramkan facebook. Mendengar ini tiba-tiba saya berharap Negeri Sempalan Surga itu berada jauh di antah-berantah sana.
June 7th, 2009 at 4:09 pm
Just wanna be an ordinary muslimah saja … Jelata yang jelita juga banyak loh malah jelita hatinya
June 7th, 2009 at 4:24 pm
saran gk usah aja lagi diadaain ujian pasti gk ada lagi nmnya gagal ujian whuahah.. ngawur..
June 7th, 2009 at 4:55 pm
ini kasus tentang silit eh silet yang mesum, suka menyilet didaerah yang rawan kejang-kejang
June 7th, 2009 at 5:16 pm
aku termasuk yg jelata
June 7th, 2009 at 5:26 pm
Visum pagi absen katanya sakit, malamnya aktif di dunia hiburan infotainment gae mbayar utang biaya mudik
June 7th, 2009 at 5:33 pm
waktu nikah, maskawinnya ngak diributin. sekarang ada masalah semua ikut ribut. cuapek deh..
semoga ibu prita tetap diberi ketabahan
June 7th, 2009 at 5:58 pm
digawe bayar MAHAR diya dulu waktu NIKAH…
June 7th, 2009 at 7:32 pm
jelata yang tidak jelita…lebih teraniaya lagi.
Mendukung Ibu Prita
June 8th, 2009 at 8:08 am
Yang cantik yang berkuasa, mengingatkan pada film mean girls :p
eh sekolah apa tuh, gak ada yang lulus, ck ck ck *bersyukur karena tidak ada di tahun ajaran itu waktu sekolah :p*
June 8th, 2009 at 8:28 am
negeri sempalan surga itu memang selalu diobok-obok alat vitalnya, apalagi yang harus dibor atau di rogoh-rogoh ke dalam, makin dalam makin banyak nikmatnya katanya
June 8th, 2009 at 1:07 pm
Paiman juragan sapiii … Seperti yang ditulis di blog sebelah, nohara itu dnikahi oleh paiman sang juragan sapi.
June 8th, 2009 at 1:32 pm
halooo.. lama ndak ada kabarnya
June 9th, 2009 at 11:08 am
jelata dan jelita, kata seorang petinggi.
wagu ya?
June 9th, 2009 at 1:31 pm
aq jadi Suaminya yg suka mencumbu
)
June 9th, 2009 at 1:32 pm
wow..
*ketoro gak moco*
June 9th, 2009 at 2:10 pm
Persis pidatonya raja jaman dulu kan :” Ini Dadaku mana Dadamu”
Salam kenal
June 9th, 2009 at 2:22 pm
saya jelita meski bukan jelata, namun sering menggunakan jelantah..
June 9th, 2009 at 8:11 pm
Mangkane ta, ujiane kudu sing ngetes hadratus syeikh Romo Mantan Kyai Ardyansyah Al Vektoriyah, bab ujian edan wa sempel min ahlul Gendeng, mesti lulus, soale iki sing ngetes mursyide dewe dan ndak ada yang haram.. kabeh halal kok
June 10th, 2009 at 2:38 am
Tak selamanya kurcaca selalu digdaya. Tapi adalah kurcaci yang selamanya bikin miris hati…
June 10th, 2009 at 6:58 am
Berkunjung dan belajar…
June 10th, 2009 at 9:48 am
saya rakyat jelata..
kalo sial kena tuntut, ada yang dukung gak ya?
June 10th, 2009 at 4:06 pm
Iku menterine sing ngomong jelita vs jelata pancen gendeng
gak usah didukung wis….
June 10th, 2009 at 5:25 pm
aku jelata yang agak2 jelita…
huekkkk cuiiihhhh kkwkkwkwkw
June 10th, 2009 at 6:18 pm
dari semua huru-hara sampai prahara itu .. semoga semuanya mengingatkan kita kembali agar berhati2 dalam menjalani hidup dan berdoa.. agar terhindar dari tragedi huruhara negeri bekantan dan sekitaranya juga cerita prahara.. turut mendoakan agar nona huru-hara bisa dapet hidayah dan jadi muslimah,s erta Mbak prahara bisa mendapatkan perlindungan hukumnya sebagai konsumen yang berhak dibela kepentingannya..
Salam hangat dari negeri si bau kelek
June 10th, 2009 at 7:32 pm
Posting borongan
Tolak unas ulang nda…
June 11th, 2009 at 11:08 am
piye kabar burungmu kang? suwe ga mrene wkekekekek….
aku moco mung ra komen, apik postinganmu, tak woco nganti tuntas..
June 12th, 2009 at 3:38 am
gimana kabar burungnya? makin menciutkah atau mengembang? gara2 jelita dan jelata?
June 12th, 2009 at 5:13 pm
aku sang jelata…
yang mengharap menjadi sosok jelita
kuhabiskan banyak harta dan cara tuk menjadi jelita..
akhir cerita…
aku kini sosok sang jelita
kuhabiskan banyak harta dan cerita tuk tetap jelita..
Malangnya…
nasibku kini seperti sang Jelata
disiksa tersiksa
putus harapan dan asa
Oh..Jelata
aku merindukanmu..
walah..ngomong opo ikiiiii….
June 15th, 2009 at 10:28 am
sing mengharamkan fesbuk sopo bleh?. pondok fesbukan kabeh. kecuali Digital Generation sing lolak-lolok
June 17th, 2009 at 3:08 pm
hanya bisa tertawa, kreatif banget sih sampean ini masss….
June 18th, 2009 at 6:01 pm
hehehe ceritane kok ngene neh mas
June 27th, 2009 at 10:01 am
iy tuw g jelas banget…niat d carikan solusi banyak org bantu mlaah maen sinetron @_@ iklanya membosankan d rcti
July 1st, 2009 at 3:36 pm
Soalnya yang jelata jarang jalan2 ke infotainment. Smentara yang jelita ndatengi kantor televisi satu-satu untuk diliput. Jelas beda tho……. hehehehe…..