Sang Nabi, Siluman Monyet, Siluman Babi, Siluman Lipan, Siluman Gajah, dan Mantan Siluman berniat pergi ke Barat untuk sebuah perjamuan suci. Mereka harus menempuh perjalanan ratusan kilometer demi mendapatkan kesempurnaan di kehidupan mendatang
. Tidak ada yang memaksa mereka untuk datang, tidak pula ada kewajiban bagi mereka untuk hadir, hanya sebuah kesadaran dan hasrat besar untuk bertemu dengan sesama siluman dari seluruh penjuru kerajaan demi terwujudnya ukhuwah dan kehidupan persilumanan yang damai dan kondusif. Namun demikian, halangan dan rintangan memang menjadi sesuatu yang wajib untuk sebuah kisah yang menggoda dan menggairahkan. Dan inilah highlight kisah perjalanan kami para siluman (kami? loe aja lagi!!!)
Ke-enam spesies siluman ini pada prinsipnya adalah utusan khusus dari Negeri Pahlawan Timur yang diberi dispensasi untuk tidak membayar upeti kepada pemangku acara di pusat kerajaan. Syaratnya, mereka harus membawa plakat khusus dari Batara Kakung sebagai tanda bahwa mereka memang berhak mendapatkan perlakuan khusus itu. Tetapi sayang, plakat yang kabarnya dikirimkan oleh Adipati Negeri Pahlawan Timur kepada Siluman Gajah rupanya belum sampai bahkan menjelang peluit kereta dibunyikan. Meski dengan harap-harap cemas, gerombolan siluman yang dipimpin oleh Sang Nabi ini tetap nekat berangkat. Jreng-jreng !!!
Sang Mantan Siluman yang belum sembuh betul akibat keracunan di perjamuan ulang tahun Negeri Pahlawan Timur memaksakan diri untuk ikut ke dalam pesta. Ramuan sakti dari Padepokan Haji bahkan masih dibawa didalam kantong wasiatnya. Siluman bejat ini tidak mempedulikan perutnya yang masih gampang bocor dan terpaksa mengenakan pampers ukuran XXL hanya demi mengetahui wajah asli Batara Kakung, Begawan Brotoseno, dan Pakdhe Tyo yang sangat meng-inspirasi dirinya
. Selain tentunya mencuri kemungkinan ada siluman wanita yang datang dengan mengenakan gaun berpotongan dada rendah di dalam perjamuan suci tersebut.
Gerombolan siluman rudin ini jelas tidak mampu membayar Kereta Kerajaan kelas Saudagar atau Raja. Tanpa support dari Kas Negeri Pahlawan Timur, Pusat Kerajaan, atau pihak manapun, mereka hanya mampu menumpang Kereta Kerajaan kelas Jelata yang kenyamanannya sudah kondang ke seluruh pelosok jagad
. Jadilah mereka ikhlas menikmati 16 jam perjalanan yang istiqomah (pelannya) dan tuma’ninah (goncangannya) diatas roda-roda dan landasan besi yang tua dan karatan. Menghayati makna for Society sebagai jargon perjamuan suci tersebut
Karena gerombolan ini belum berpengalaman merambah belantara pusat kerajaan, maka yang mereka butuhkan adalah seorang guide yang sudah kenal betul aroma dan liku-liku di rimba yang penuh pohon beton tersebut. Beruntung mereka bertemu sesosok siluman rendah hati yang bersedia menampung mereka di goa persemayamannya di daerah Tebet. Jadilah Siluman Tape ini menjadi cucuk lampah mereka selama berada di Pusat Kerajaan
Malam sebelum pelaksanaan perjamuan suci, gerombolan dari timur ini menghadiri acara sebuah kelompok siluman ibukota yang diadakan di Air Mancur Kerajaan. Acara yang sangat meriah karena dihadiri oleh putri Mantan Raja dan pemangku adat sebuah paguyuban keagamaan terbesar di Kerajaan ini. Saking girangnya, Mantan Siluman dan Siluman Gajah tidak bisa menahan diri untuk tidak ndempis-ndempis mejeng supaya bisa difoto bareng Yeni Wahid
Mantan Siluman yang sebelumnya dijanjikan akan dibawakan pakaian khusus dari Negeri Pahlawan Timur, ternyata harus memendam kekecewaan yang dalam, karena ternyata pakaian itu batal di berikan kepadanya dengan alasan yang … ah, whatever. Sehingga akhirnya sang Mantan harus mengenakan pakaian dinas seperti seorang peserta seminar dan sangat tidak tepat untuk dipakai di perjamuan suci para siluman… wkekeke
Hari yang dinanti akhirnya tiba. Gerombolan siluman dari timur, akhirnya memasuki ruangan perjamuan dengan sambutan yang hangat. Begawan Brotoseno menyambut mereka dengan wajah cerah, sementara Sang Nabi yang menjadi ikon dari Negeri Pahlawan Timur tetap menjadi buruan para siluman yang sudah kadung kesengsem dengan beskap londo warna coklatnya yang khas.
Mereka juga bertemu dengan Batara Kakung yang menjadi pemangku acara perjamuan suci tersebut, yang ternyata wajahnya jauh lebih bercahaya daripada vektor yang pernah dibuwat oleh Mantan Siluman yang usil cenderung bengal itu. I’m sorry ,Kung
Yah inilah para siluman itu, dimulai dengan Siluman Cabul yang tiba-tiba muncul di Angkringan nan Langsat, kemudian Siluman Wanita Separuh Jawa Separuh Batak, Siluman Mblegedhes, Siluman Cebong, Ratu Siluman, dan berbagai macam siluman dari seluruh penjuru kerajaan yang tidak mungkin saya sebut satu persatu
You Rowwwwwckzzz Guys
Entah karena kecapekan sehingga hilang koordinasi dan konsentrasi, atau memang blueprint para siluman dari timur ini sebagai makhluk yang ceroboh dan cenderung jorok. Tanyakanlah kepada para siluman yang lupa mengunci pintu ketika mereka sedang melepaskan sampah biologis. *TIIIIIT* (Bagian ini karena satu dan lain hal terpaksa harus kami sensor, termasuk ancaman pasal perbuatan tidak menyenangkan dari Sang Nabi)
Siluman-siluman dari timur ini mungkin sudah tak terlalu mujarab doa-doanya, sehingga tak satupun dari anggota kontingen yang beruntung disinggahi hadiah pintu, bahkan sang nabi sekalipun. Yang mengejutkan justru Siluman Tape yang mendapatkan dua hadian sekaligus, sarung batik dan aipot. Busyeeet dah !!!
Karena berbagai acara masing-masing, akhirnya para siluman terpaksa harus berpisah seusainya acara perjamuan suci tersebut, sebagian tetap berada di rimba raya pusat kerajaan, sementara sebagian yang lain pulang dengan kereta kelas saudagar, sementara Mantan Siluman dan Siluman Cabul memilih terbang bersama Armada Udara Tjap Singa karena urusan yang mendadak bersama keluarganya. Sampai tulisan ini diturunkan, Sang Nabi dan rombongan siluman yang tersisa baru saja sampai di gua persemayaman mereka masing-masing di Negeri Pahlawan Timur
***
November 24th, 2008 at 12:36 pm
hahahaha…
mas.. mas..
sy masih ngakak terus mas… kalo ingat kejadian WOI….
hahahaha
ngak habis fikir koq sampai bisa terjadi kejadian itu…
setelah kejadian itu, saya liat traumadi wajah’e mantan siluman….
seperti2 sudah ndak nafsu lagi masuk kamar mandi…. wakakaakak
hahahaahahahahaha
*nunggu foto2nya*
November 24th, 2008 at 12:44 pm
ngakak lagi ah
(LOL)
November 24th, 2008 at 12:52 pm
you rockzzzzzz babeh
babeh pake rok?
ternyata luwih ganteng wonge tinimbang potone
November 24th, 2008 at 3:36 pm
Wah,… iri aku!
November 24th, 2008 at 3:59 pm
namanya juga siluman, pasti ada kejadian tak terduga dan kasat mata
November 24th, 2008 at 5:25 pm
WOI!!!
November 24th, 2008 at 5:32 pm
numpang di mari sob….
weh seru kayana yah ikut pesta blogger maren…sayang gbisa dateng
November 24th, 2008 at 5:57 pm
Wah, sayang aku gak Melok, Coro Melok sampeyan Langsung Ketemu Pemburu Siluman …. Hahahahahaha
November 24th, 2008 at 6:13 pm
duhh.. terbaca sangat menyenangkan, lebih dari dua kali baca, saia tetap tertawa ikut bahagia dan mencoba membayangkan, kecuali bagian tiiiiiit itu, tak berani membayangkan.
*nanya dikit*
cucuk lampah itu apa ya?
saya belum ngerti artinya yg itu.
November 24th, 2008 at 6:19 pm
@pakacil: cucuk lampah artinya pemimpin rombongan dalam tradisi pernikahan adat jawa. kurang lebih begitu seh
mohon maaf kalao salah. mungkin ada yang bisa membenarkan
November 24th, 2008 at 6:46 pm
*ngakak* Pantesin wingi nang venue aku mrinding terus, jebule ono siluman2 seko wetan
)
November 24th, 2008 at 7:13 pm
Aku baru ingat, hati-hati kena pasal tidak menyenangkan, tapi gpp kan cuma 4500 rupiah dendanya.. Hahaha..
November 24th, 2008 at 7:26 pm
walah… wong siluman epat itu sebenarnya sang sesat timur di legenda cina jaman kerajaan.. hihihi
November 24th, 2008 at 7:27 pm
WOI….
*ngakak lagi*
*tambah ngakak baca komentnya gajah pesing*
November 24th, 2008 at 8:05 pm
Eh temenmu kebo juga ya!
November 24th, 2008 at 8:52 pm
wekeke…
keren2 critone!,,
koyok critone tom sam cong
*haiah,,, sopo kuwi!!
November 25th, 2008 at 1:38 am
WOI!™
November 25th, 2008 at 5:52 am
Iki crito geblik tenan, ning apik, Jhe!
Ghuyu ngakak aku! Wakakakakak…
November 25th, 2008 at 7:26 am
weh…. salam kenal ajah….
November 25th, 2008 at 8:33 am
Huahahaha….. yang cerita nomer 9 akhirnya ‘happy ending’ nggak??
November 25th, 2008 at 8:47 am
Yups… oleh-olehnya menyegarkan..
*eh.. ketemu ardyansah nggak??? atau ketemu sama batara gurem nggak?? hehe
November 25th, 2008 at 9:25 am
cerita diatas kaya sungokong, ada siluman-siluman nya segala
November 25th, 2008 at 10:27 am
Ada-ada saja
November 25th, 2008 at 11:23 am
jan para siluman yang berbudi luhur dan berduit tebal hekekekeke…
November 25th, 2008 at 3:48 pm
PB 2009 mugo2 ora neng Jakarta maneh, dipindah Suroboyo wae, ben aku iso teko
November 25th, 2008 at 4:56 pm
walah yang dateng ternyata siluman semua yah
November 25th, 2008 at 5:02 pm
fotonya mana mas?
mau liat karikaturnya sampean
November 25th, 2008 at 6:18 pm
wahhhh tragedi woii nya asli serem
huahahahhhahahaha
November 25th, 2008 at 6:57 pm
wooow ….. ini dia yang sudah lama saya cari. postingan mas ardy pasti tampil beda. ternyata para siluman yang sedang melakukan perjalanan ke barat telah bertemu dg penguasa kerajaan. sungguh,sebuah perjalanan yang tidak mudah. yang jadi sun go kong-nya siapa nih, mas?
November 25th, 2008 at 7:05 pm
hai hai salam kenal… sayah yang kemaren duduk dibelakang dikau di tribun tengah
.
hihihi… kaya kisah sun go kong mencari kitab suci
November 25th, 2008 at 8:03 pm
jangan lupa tutup pintu kamar mandi
November 25th, 2008 at 10:55 pm
gak dipake pecinya kang?
November 26th, 2008 at 12:42 am
walah, kok semua diperumpamakan to bang, bikin keki yang baca nih, wekekeke…
November 26th, 2008 at 1:10 am
Oleh-oleh nya mana
Jangan cm di ceritain aja dong
November 26th, 2008 at 1:13 am
Wehehehe…. Tragedi woi…. Mas gajah pesing karo mas Anang mayak… Aku di jebak dadi korban Tragedi WOI ke 2 neng STC aku mas…. wes..wes…. Mas Foto ne seng Tak uploud sak munu tok.. ngko lek pengen lengkap e ngopy lewat flash disk ae…
November 26th, 2008 at 2:38 am
[...] biru dan hijau! Hari kamis sore hingga dini hari, saya disibukkan oleh ritual memantau perjalanan Jamaah Blogger Jawi Wetan melalui plurk dan YM. Walaupun saya tidak turut serta dalam perjalanan suci ke barat itu, saya bisa [...]
November 26th, 2008 at 7:08 am
Sumprit sayah terharu dengan rekan-rekan TPC semuwa, meski mungkin ada beberapa nyag sayah ndak sempat kenalan.
Bila ada umur panjang dan sedikit duwit receh, kapan-kapan sayah ke Surabaya….
November 26th, 2008 at 8:02 am
wah ini team perjalanan ke timur yang baru toh ?
November 26th, 2008 at 9:47 am
terima kasih untuk bersusah payah datang ke Jakarta.
Sampai berjumpa kelak nanti kalau saya naik Haji ke Surabaya
November 26th, 2008 at 12:29 pm
asyik banget niy perjalanannya mas..nampak jelas kekompakan terlihat dari wajah2 para “diva blogger”..Semoga ini wujud cerminan kekompakan kita di dunia maya!
November 26th, 2008 at 2:08 pm
ternyata perjalanan jauh pun ditempuh juga buat mengemban jamuan suci
November 26th, 2008 at 2:21 pm
wakkaakaa… ada-ada aja neeh prumpamaannya.
November 27th, 2008 at 10:20 am
perjalanan jauh ke barat mencari ilmu dan bertemu komunitas …
November 27th, 2008 at 4:50 pm
Seru tenan petualangane.
Kemarin para blogger tamu dari luar itu gumun melihat perjuangan kalian. Menempuh perjalanan 16 jam untuk mengikuti pesta itu adalah sebuah perjuangan yang ehbat.
November 28th, 2008 at 8:09 pm
Duh kok pengen senyum yah baca postinganya hehehe sugeng rawuh sugeng kondhur maleh kyai … dereng sempet tepangan kalian kulo *halah opo to
Salam kenal buat Tugu Pahlawan dot com kalau ngadain gathering di surabaya akhir tahun undang undang yah
December 6th, 2008 at 8:27 pm
wah mas ardy kelihatan nggak muat kostumya atau nggak kebagian hahaha s
December 17th, 2008 at 3:43 am
[...] tragedi Mendadak Kristen) itu, sebelum kemudian -tanpa sengaja- bertemu beberapa kejap di Kodpar Massal 2008, itupun tanpa cipika cipiki seperti yang biasa disaksikan di sinetron-sinetron Indianesia, jadi [...]
December 24th, 2008 at 4:28 am
[...] kepada azas kemanfaatan. Dalam sebuah session di kopdar nasional 2008, kebetulan saya mengikuti tausiyah dari Ustad Budi Putra tentang etika dalam menerbitkan tulisan di [...]