Minggu pagi. Seharusnya lebih baik dan lebih elok jika saya melewatkannya bersama kedua perempuan saya, tetapi kenyataannya pagi ini saya dan beberapa siluman tugu sudah -harus- terjebak dan terseret lalu lintas pejalan kaki berkostum hijau-hijau dan kerepotan mencari tempat istirahat untuk kuda binal saya.
Dari pusat Taman Bungkul, sound system memacu gairah lewat raungan bertubi-tubi musik dengan satu nafas tunggal: DANGDUT KOPLO. Panggung yang disediakan oleh panitia dikerubuti ibu-ibu dan orang-orang setengah kalap yang bergoyang dan berjoget seperti sedang tak punya hutang atau beban hidup apapun. Mangan gak mangan asal koplo???
Ah, sudahlah, wajar jika tiap orang memilih caranya sendiri untuk meregangkan otot kepala yang tegang, melemaskan urat yang sensitif terhadap aurat, juga untuk melepaskan diri dari kepenatan rutinitas sehari-hari. Toh, joget sedikit -insyaAllah- tak akan mengundang fatwa. Sayapun kemudian ikut bergoyang
***
Sebenarnya saya dan siluman-siluman tugu berada di Taman Bungkul dalam rangka menghadiri acara Dewan Kota yang bertepatan dengan penyelenggaraan program Car Free Day yang menjadi agenda rutin dua mingguan Pemerintah Kota Surabaya dan disponsori oleh Radar Surabaya.
Dalam acara yang dihadiri oleh berbagai komunitas di Surabaya seperti: Komunitas Bersepeda, Komunitas Pecinta Lingkungan, Komunitas Blogger, Komunitas Bisnis dan Ekonomi, Taman Baca dan Perpustakaan, bahkan Jaringan Rakyat Miskin Kota, Dewan Kota yang terdiri dari berbagai elemen masyarakat Kota Surabaya ini mengajak komunitas-komunitas tersebut untuk mendukung gerakan Car Free Day dan lebih peduli -atau setidaknya lebih banyak menyerukan kepedulian- terhadap kelestarian lingkungan hidup.
Setelah diskusi sebentar, acara dilanjutkan dengan patroli sampah oleh seluruh anggota komunitas di sekitar Taman Bungkul yang kotor akibat para pengunjung taman dan sejumlah -besar- peserta jalan sehat banyak yang membuang sampah sembarangan. Juga ada pembagian tas kain gratis kepada para pengunjung untuk menggantikan tas plastik yang sedang/biasa mereka gunakan. Segenap siluman tugu yang hadir juga sempat melakukan “thawaf” dan menyisir pedestrian Taman Bungkul untuk memunguti sampah dan -sekaligus- meneguri para pengkhianat kebersihan dan kenyamanan yang memperlakukan taman kota lebih mirip sebagai tempat sampah

Jalan Darmo yang biasanya padat, kini bisa dipakai berpose di tengah-tengahnya

Ibu-ibu ini sedang girang atau kesurupan ya
) *maaf*

Hoook Yaaaa !!! Para seniman Reyog bersiap menghibur penonton dan bersaing dengan Barongsai di seberang jalan

Siluman-siluman tugu sedang bersih-bersih, mereka berharap bisa mengais sesajen yang masih layak untuk dikonsumsi

Ayo, sudah pada bisa memilah sampah belum?? Kalau belum ayo perhatikan spanduknya.
***
Selepas dari Taman Bungkul. Siang harinya kami harus kembali menghadiri sebuah acara di House of Sampoerna yang diadakan oleh SIAN (Seniman Anti Narkoba) dan BNN (Badan Narkotika Nasional). Kami yang datang terlambat hanya bisa manggut-manggut saja mendengarkan obrolan para pembasmi candu ini sambil menikmati makanan yang entah kenapa tidak bisa dimengerti oleh lidah ndeso saya (doh)

Sambutan live music yang terlalu keras mengaduk-aduk ruangan … (doh)

Berpose dengan latar belakang ruang pelintingan tembakau di salah satu ruang museum House of Sampoerna.
*Ketika semuanya…
perlahan beranjak pergi menginggalkan,
apakah anda masih terbuai didalamnya?
*Gerakan Nasional Melawan Nakoba.
February 22nd, 2009 at 10:15 pm
seharusnya ada fatwa dilarang lempar jumrah sembarangan…
February 22nd, 2009 at 10:15 pm
ndewes ndewes ndewes, ancene wong (*sok) sibuk
February 22nd, 2009 at 10:25 pm
program yang keren bwanged.. patut dicoba nih..
February 22nd, 2009 at 10:29 pm
manstab! menjuraaaa…
February 22nd, 2009 at 10:31 pm
sebuah kegiatan positif yang perlu dicontoh oleh kota yang lain.
February 22nd, 2009 at 10:42 pm
siluman lagi pada kerasukan manusia … pada inget ma kebersihan dan anti narkoba (lmao)
February 22nd, 2009 at 11:49 pm
wah hari yang sangat sibuk dan melelahkan
February 23rd, 2009 at 12:12 am
seru2…
February 23rd, 2009 at 12:18 am
poto2nya keren2 om.tapi kok siluman tugu nya cuma ada 3 yap?yang lain pada kemana om?atau cuma ber 3 itu ajah yang pada narsis?bwakakaka kaburrrrrr
February 23rd, 2009 at 12:42 am
ya opo nek ngoplo gak ngoplo tapi tetep mangan he..(rodo g nyambung)
February 23rd, 2009 at 6:07 am
semakin jelas menunjukkan kalo kita emang blogger repot. *awak ndewes ancen luas… awak ndwes awak ndewes awak ndewes awak ndewes*
February 23rd, 2009 at 6:45 am
Wah, komunitas blogger semangkin diperhitungkan ya..?
Sangar! Selamat, Cak!
Mari ngoplo bareng
February 23rd, 2009 at 12:27 pm
wah seru juga acranya
perlu dicontoh ni
February 23rd, 2009 at 1:22 pm
wow.., aksi mas ardy dan para siluman tugu, haks, makin ngedhap-edhapi, semoga bisa terus bisa bersinergi dg dewan kota dalam melakukan aksi2 kemanusiaan.
February 23rd, 2009 at 2:51 pm
untuk ke sekian kalinya saya kecewa dan sedih plus menyesal tidak bisa gabung di acara TPC. apalagi undangan dari walikota, ikS.
February 23rd, 2009 at 4:39 pm
siiip….tutuk omah kesel kabeh tp ttp semangat rek!!!
February 24th, 2009 at 12:08 am
Wah aku kepingin banget lho mlebu House Of Sampoerna… Hiks… kapan-kapan kudhu mrunu.. wajib..
February 24th, 2009 at 5:53 am
saya juga ikut sedih tidak bisa gabung ardyansah di acara TPC di Surabaya.
tapi ke solo lebih enak koq .. :’)
February 24th, 2009 at 9:03 am
tumben..waras
posa pose ae
February 24th, 2009 at 9:29 am
report yang bagus, sukses buwat TPC
February 24th, 2009 at 9:53 am
wah bener2 hari yang padat dan sibuk tapi asik..
sukses buat siluman tugu..
February 24th, 2009 at 11:05 am
mantabbb poto2 nya euyy..
nice post pak yai
February 24th, 2009 at 11:58 am
duh minggu wingi yo, aku kok gak weruh lek onok acara iku??
February 25th, 2009 at 3:20 am
Sampeyan kongkrit tenan, Cak!
February 25th, 2009 at 5:57 am
Narkotika memang perlahan2 membunuh seseorang yang kecanduan. Tapi…. jangan begitu bebas Narkotika lantas terjerat dalam dunia seks bebas. Ya, sama aja oblooooong…. huehehe….
February 25th, 2009 at 6:20 pm
seru…seru….
banyak siluman bergentayangan di siang bolong…
February 25th, 2009 at 11:04 pm
salut untuk kawan kawan
February 26th, 2009 at 11:05 am
sempet knalan gak mas sama penyanyinya?
February 27th, 2009 at 2:00 pm
Wow, sebuah acara yang sangat bagus, Mas…
Kapan-kapan klo lagi gak bangun siang (entah kapan), mau juga ke Taman Bungkul…
March 2nd, 2009 at 3:15 pm
Saya paling tertarik pada masalah persampahan, semoga kebiasaan membuang sampah dengan baik tidak hanya pas ada event saja, melainkan menjadi *benar-benar* kebiasaan sehari-hari… Salut!!!…