13 April 2009 • Khayalan, Penerawangan, Penuturan, Renungan • ardyansah

Sebut saja namanya Nurkasan. Wajahnya jauh dari tampan (jauh banget bahkan), tetapi pemuda desa ini memiliki tubuh yang kukuh, liat, tangkas, dan lincah. Khas desa.

Sebenarnya tak terlalu mengherankan jika dia memiliki postur yang hiper-atletis semacam itu, ritme kehidupan pedesaan yang belum tersentuh berbagai fasilitas mengharuskannya “terjebak” dalam pola latihan fisik yang -bagi saya- berat, konsisten dan tanpa ampun.

Otot lengan yang menonjol mengular itu barangkali didapatkannya dari rutinitas berjalan kaki mengangkut air dari sumur desa menuju rumahnya melewati pematang dan setapak yang kurang lebih berjarak 1 km, setiap hari. Torso yang tegap dan masif itu mungkin adalah berkah dari kegiatannya bergelut dengan sapi dan kambing yang menjadi peliharaannya. Sementara kedua kakinya yang kuat dan cepat itu bisa jadi terlatih oleh sepeda yang harus dikayuhnya tiap pagi untuk sampai ke sekolahnya di kota yang berjarak kurang lebih 30km dari rumahnya, sekolahku juga.

Ya, Nurkasan adalah salah satu bagian penting dari kelasku ketika itu.  Dibalik tongkrongan fisiknya yang kaku dan keras ternyata kekuatan otaknya tetap terpancar cemerlang, terutama di bidang matematika dan yang berbau hitung-hitungan. Maka tak mengejutkan jika kelak dia diterima kuliah di salah satu PTN di Surabaya.

Di kota, pemuda yang semasa SMA juga dijuluki Ninja Boy -karena kebiasaannya telat dan menyelinap dengan cara memanjat pagar sekolah- ini melanjutkan kebiasaannya bekerja keras. Dia tetap berjuang untuk kehidupannya, seperti yang sudah-sudah. Suatu kali dia berbisik, “Sobat, suatu saat aku harus pergi ke negeri para ninja”.

Sejak berpisah dari SMA, saya sudah tak terlalu banyak mendengar kabar darinya. Hal terakhir (baca: terkonyol) yang saya ingat bersamanya adalah ketika suatu hari saya dan beberapa orang kawan membungkus diri dengan sprei putih kemudian berdiri mematung di jendela kamar kos si Nurkasan yang tak berkorden, sementara seorang kawan lain yang telah bersiap dengan api, melakukan berbagai macam cara untuk mengepulkan asap dari bawah jendela kamar Nurkasan yang temaram, kami benar-benar mirip pocong yang baru bangkit dari kubur. Nurkasan yang malam itu benar-benar sukses kami kerjai, hanya bisa terperanjat dan masygul sambil berkali-kali berteriak, “Allahu Akbar!!! Allahu Akbar!!!“. :D

blog mantan kiai, blog hitam, blog mantan santri, blog santri, blog demokrasi, blog indonesia, blog pemikiran, blog perenungan, blog imajinasi, blog mantan kyai, blog kyai, blog islam, blog islam-indonesia, blog menulis, blog non-doktrin, blog desain grafis, blog keragaman, blog indonesia, blog jawa timur, blog tuban, blog surabaya, blog kejawen, blog merdeka, blog sampah, blog kyai tuban, blog kyai surabaya, blog ronggolawe, blog kyai indonesia, blog kiaiWell, life goes on. Hidup terus berjalan bersama kejutan-kejutannya. Anak petani  yang selalu optimis dan tak pernah mengeluh itu perlahan tapi pasti, satu demi satu, berhasil memunguti apa yang telah dipecahkan dari tempurung impiannya. Keberaniannya bermimpi membawanya selangkah demi selangkah ke tanah harapan yang dulu seperti tak masuk akal ketika diucapkan oleh seorang gembala seperti dia. Kuliah, bekerja di Jakarta pada sebuah PMA, dan yang terakhir, ditunjuk oleh perusahaan tempatnya bekerja untuk melanjutkan studi di Jepang, adalah jawaban atas dedikasinya pada hidup yang diamanahkan kepadanya.

Selamat melanjutkan perjuanganmu, sobat. Prestasimu adalah kebanggaanku, iri dengkiku juga. Jangan pernah berpikir Jepang adalah akhir perjalananmu, jangan hiraukan godaan si Ozawa, Aoi, Sugisaki, Ayukawa, Azhari Azumi dan teman-temannya yang jarang pakai baju itu. Aku percaya kau sekuat dulu ketika menolak ajakan “mojok” si Tinuk dan dan si Mlenuk yang bohai itu, kau masih ingat kan? Berjuanglah!!! Ojo Ngisin-ngisini Wong Tuban!!! Ganbatte Kudasai!!! :D

***

Tulisan ini dibikin dengan penuh rekayasa untuk mengenang seorang sahabat, teman sekelas, sekamar, seranjang, sepiring, segelas, serius, setawa, sejarah …

{ 37 Comments } to Ninja Boy Pergi ke Jepang

  1. det

    wahahaha cukuplah mantankyai ini saja yang ngisin2i wong sak tuban mergo melepas kekyaiannya :mrgreen:

  2. ikhsan

    kapan nih xkh nyusul :-)

  3. Anang

    hehe… lek bali aja lali bawa oleh2 dari jepang… opo ae wes..

  4. zenteguh

    lo bos, aku yo pernah menggembala kambing dan sapi. tapi kok gak pinter yo…..opo maneh soal matematika (ini jelas karena gurune)

  5. Dony Alfan

    Seperti cerita di Laskar Pelangi saja. Mimpi adalah kunci :mrgreen:

  6. suryaden

    jangan kaget di negeri seribu goyang, semoga tidak kaget menikmatinya….

  7. kucluk

    Selamat berjuang!

  8. senoaji

    Bwakakakkak!! ceritanya lengkap, kemasan cerita ringan dengan garis merah sejarah dan persahabatan dengan ujung titian perjuangan gapai cita2. Apik pol!

  9. Lee

    Apakah Tinuk dan Mlenuk godaannya sebesar Takako Kitahara atau Megumi Ishikawa? :mrgreen:

  10. DV

    Hahahaaha, postingannya segar!
    Aku ketawa ngekek di atas WC waktu mbaca cara sampeyan nakut2in Nurkasan.
    Terimakasih postingannya, menghibur dan mbikin boker saya pagi ini lancar jaya!

  11. LuXsmaN

    kapan BUDHAl nang JEPANG????

    Mantan Kyai Ngisin-ngisini Wong Tuban wong tuban pisan ternyata…..

    ckckckckckck……

  12. Novianto

    Bener deteksi, cukup seorang, yo kowe wae sing ngisin ngisini alias aib gawe Tuban… :)

  13. gajah_pesing

    ganbate kudasai….

    kui artine opo to?

  14. ajeng

    Waduh,kenapa dimana-mana saya nemuin nama Miyabi yach?

  15. arifudin

    selamat berjuang ;)

  16. emfajar

    selamat berjuang di negeri orang!!

  17. a

    untung bukan mantankyai yg ke jepang … lek mantan kyai yg kejepang dijamin pulang bawa cerita tentang si ozawa … huekekeke

    wis setuju ma det, cukup mantan kyai yg ngisin2i wong sa tuban

  18. mantan kyai

    @det+novianti+arai: masak sih aku ngisin2i??? perasaan nggak deh .. kekeke
    @Anang: klepon jepang gelem bos?? :D
    @zenteguh: mosok karena gurune pilih kasih ya .. hihihi
    @senoaji: tapi iki jelas. lanang (doh)
    @Lee: mlenuk itu cewek terbohai. (mungkin) gak jauh beda rasanya sama dua nama yang kamu sebut :D
    @DV: jo lali cebok pokoke mas .. kekeke
    @gajah_pesing: ganbatte kudasai=jangute kudisen :D

  19. cebong ipiet

    aku terharu dg postinganmu kang…
    untunge dudu awakmu sing ning jepang…dijamin ora menimba ilmu malah menimba miyabi

  20. manusiahero

    # cebong ipiet : wkwkwkw…. ada2 saja..

    kok bukan mantan kyai yang kejepang.. :D

    jadi kiyai dijepang gitu hahah

  21. Andy MSE

    Halah… crito awake dewe… Sampeyan Nurkasan to???

  22. langitjiwa

    selamat berjuang Nurkasan!
    hehe..

  23. ciwir

    mulih ra nggawa miyabi bakal dihajar bareng2… (angry)

  24. mantan kyai

    @cebongipiet: apane miyabi seng ditimba bong?? :D
    @Andy MSE: halah, postinganku ora diwoco iki mesti :(
    @ciwir: menghajar miyabi bareng2? g*ngb*ng? huehehehe :D

  25. denologis

    Rugi cak, jauh2 ke jepang ndak nyambangi Miyabi. (k)

  26. Frenavit Putra

    Sangar tenan nurkasan kuwi… iso gak aku koyok ngunu yo……

  27. bangsari

    dan, omongono kancamu iku. nek wis entuk kerjo nang luar negeri, ga usah mbalik. rugi cak…

  28. dafhy

    wah ke jepang bisa ketemu miyabi dkk nu (dance)

  29. azaxs

    Walah iki hoax! Nurkasan kok skrinsyute Miyabi? :mrgreen:

  30. Daniel Mahendra

    Hihihi. Meski salut dan haru, tapi aku tetap saja ngakak kepingkel-pingkel mocone. Diamput tenan Sampeyan kuwi. Iso wae nggawe cerito koyok ngene.

    Nurkasan… Nurkasan… Bejo tenan.

  31. Daniel Mahendra

    Semoga nggak seperti kisahnya Surti dan Tejo.

  32. s. tuhusetya

    wah, selamat buat nurkasan, meski ndesa, tapi dia sudah benar2 sukses mewujudkan impian2anya yang serba mengejutkan. ini profil pemuda desa yang benar2 layak diikuti jejaknya. semoga ber-ending manis.

  33. itempoeti

    Tulisaneeee apiiiik cuuukkkkk…

  34. grubik

    semoga dia gak hanya ketemu miyabi, tapi juga tsubasa…

  35. gempur

    aku njaluk miyabi sak keranjang mas…

    btw, miyabi kuwi opo toh?? kucing persia??? hahhahahahaha

  36. hersu

    pakde titipke salamku nggo sakura yo..

  37. Daniel Mahendra

    Eh, sing iki tibake yo wis komen :D

Leave a Reply


1 June 2010 • Pekerjaan • ardyansah

Ketika mendengar “canting”, orang pasti terpikir perangkat mungil berbentuk cawan dengan pegangan dan ujung “pena” yang biasa digunakan oleh seniman batik untuk menggores dan memberi sentuhan akhir untuk karya-karyanya. Canting adalah simbol kesadaran untuk berkarya. Kecil, bersahaja, tetapi sangat besar peranannya. Barangkali filosofi inilah yang mendasari Derry Sunarso, sutradara rendah hati yang karyanya banyak terinspirasi kemegahan [...][...]

26 January 2010 • Ketertarikan, Pekerjaan, Penuturan • ardyansah

Menulis, -menurut saya- dalam banyak hal tak jauh berbeda dari mendesain. Sama-sama merancang, sama-sama mengandalkan ide sebagai ruh, sama-sama bekerja dengan imajinasi (dan atau fantasi), sama-sama membutuhkan kreativitas untuk mengemasnya menjadi sebuah entitas karya,  juga yang pasti sama-sama tak mudah mengerjakannya. Estetika dalam desain bisa dinilai dari bentuk, komposisi, warna, dan elemen-elemen visual lainnya. [...][...]