18 January 2009 • Keyakinan, Khayalan, Pelampiasan, Penerawangan, Renungan • ardyansah

Apa yang istimewa dari lagu yang dibawakan Michael Heart? Semua pasti sepakat bukan terletak pada genjrengan gitar dan aransemen musiknya yang minimalis, atau kualitas vokal sang penyanyi yang mengingatkan saya pada serak-basahnya karakter vokal Bryan Adams, tetapi lebih pada pesan pilu yang dibawanya dari tempat yang tak pernah kering dari darah dan air mata, Gaza.

Tentang siapa mencuri tanah siapa, atau tentang kelompok mana menyerang kedaulatan pihak mana, sudah menjadi pemahaman umum tak akan habis untuk dibahas dengan sebuah posting, bahkan sejuta. Kebenaran -atau setidaknya yang dianggap benar- tentang sejarah di wilayah paling sensitif didunia ini tidak pernah sepi dari kepentingan-kepentingan, rekayasa-rekayasa, konspirasi-konspirasi, dan yang pasti korban-korban.

Mari kita tidak bicara tentang bom fosfor kaum zionis yang membakar kulit bocah-bocah Palestina, mari menahan diri untuk tak menggunjingkan militansi Hamas yang konon membangkitkan amarah militer israel. Simpan dulu teori tentang “new world order” yang membekingi sifat kombatan anak cucu Israil ini. Buang jauh-jauh prasangka agama sebagai penyebab konflik berujung penistaan kemanusiaan ini. Jangan bicara yang bukan-bukan tentang konspirasi perdagangan senjata yang berkepentingan dalam pelanggengan peperangan di tanah -yang katanya- suci itu. Tirulah Obama yang memilih tak bicara apa-apa tentang pencederaan harkat manusia di Gaza, setelah dia lantang mengutuk tindakan kekerasan di Mumbai. Sangat adil.

Saya hanya membayangkan seorang lelaki Palestina bertanya pada rekannya, “Hai kawan, bukankah kakek kita dulu pernah membantu sebuah negeri bernama Andunisiya? Tetapi kenapa disaat kita sedang dihimpit dan ditindas seperti sekarang, mereka tidak bergegas menolong kita?”, rekannya menjawab, “Sudahlah kawan, jangan kau pikirkan Andunisiya itu. Negeri itu sangat jauh, repot bagi mereka untuk membantu kita. Terlebih mereka juga sedang dihimpit dan ditindas seperti kita, bedanya, oleh kebobrokan sistem dan feodalisme modern.”

Kemudian berkelebat seorang bocah menggugat kepada ibunya, “Ibu, kenapa raja-raja Arab tetangga kita itu diam saja melihat masjid-masjid dihancurkan? Apakah mereka tidak malu agamanya dihinakan?”, setengah berbisik ibunya menjawab, “Anakku percayalah, selama hubbud-dunya masih mengendap di dada (dan perut) tetangga-tetangga kita itu, maka peperangan ini adalah untuk kita hadapi sendiri”.

Tentu kedua dialog imajiner produk otak bandeng milik saya ini tidak pernah terjadi. Sebab tidak mungkin pejuang Palestina yang gagah berani mengharap (lebih-lebih meminta) bantuan dari siapapun, termasuk negeri yang mereka sebut Andunisiya itu, juga tentu sama sekali fitnah jika dikatakan bahwa Andunisiya adalah negeri dengan kebobrokan sistem dan feodalisme modern, hanya sedang mengalami multi-keterpurukan dan multi-keterjerumusan, dan itu bukan masalah besar. Setidaknya bagi para oportunis dalam struktur kepemimpinan mereka.

Juga khayalan tentang pemimpin-pemimpin Arab itu tidak benar. Mereka sudah tentu sangat malu, bahkan kemaluan mereka terlampau besar. Saking besarnya, mereka berjuang mati-matian di forum-forum diskusi internasional dan berbagai jihad diplomasi menentang invasi israel, mereka sama sekali tidak cinta dunia seperti yang dituduhkan si ibu, mereka bahkan tak takut mati sekalipun. Sehingga tertolaklah anggapan bahwa mereka sedang terjangkit wahn seperti yang dikhawatirkan Muhammad. Kalaupun ada yang benar dari imajinasi saya adalah -barangkali- hanya tentang peperangan yang harus dihadapi sendiri oleh ibu-ibu Palestina.

Soal kemaluan yang besar seharusnya tak hanya menjadi milik orang Arab, kitapun semestinya (dan seharusnya) punya. Janganlah membawa-bawa agama sebagai alasan untuk merasakan kepedihan Palestina, tidak usahlah mensyaratkan mereka memiliki keyakinan yang sama baru kita mau ikut menjerit atas luka-luka mereka. Tak harus dengan label agama atau bungkus ketuhanan yang sama untuk membuat Michael Heart menuliskan kegelisahannya tentang pencederaan besar manusia dan kemanusiaan yang terjadi nun jauh disana, di Qithaa’ Ghazzah …

A blinding flash of white light
Lit up the sky over Gaza tonight
People running for cover
Not knowing whether they’re dead or alive

They came with their tanks and their planes
With ravaging fiery flames
And nothing remains
Just a voice rising up in the smoky haze

We will not go down
In the night, without a fight
You can burn up our mosques and our homes and our schools
But our spirit will never die
We will not go down
In Gaza tonight

Women and children alike
Murdered and massacred night after night
While the so-called leaders of countries afar
Debated on who’s wrong or right

But their powerless words were in vain
And the bombs fell down like acid rain
But through the tears and the blood and the pain
You can still hear that voice through the smoky haze

We will not go down
In the night, without a fight
You can burn up our mosques and our homes and our schools
But our spirit will never die
We will not go down
In Gaza tonight


{ 54 Comments } to Michael Heart dan Kemaluan

  1. Novianto

    Petramax !!! Israel Sang Abdi dalem Iblis

  2. aRai

    KEDUA!!!!

    setuju lah … jangan menyangkut pautkan dengan agama … apalagi dengan partai :D

  3. suryaden

    hamas sudah membuat kemaluan zionis membesar, entah sampe kapan…

  4. tukang nggunem

    wes duwe lagune…

  5. genthokelir

    Angakat lah jiwa kemanusiaan kita
    mungkin kita memang tak mampu sehebat mereka yang ganas dan hebat dalam peduli
    namun kita hanyalah orang yang lemah yang hanya bisa tertunduk untuk mengheningkan cipta seraya berdoa
    Akhiri saja jiwa yang suci itu agar tak menanggung penderitaan dan kuatkanlah peda mereka yang masih di beri NafasMU

  6. junjungpurba

    bagus nih theme-nya…buat sendiri ya?
    kalo saya bikin versi bloggernya kira2 gimana ya????

  7. Andy MSE

    Kemaluan saya masih cukup besar, tapi saya hanya bisa berucap “PRIHATIN”… itulah selemah-lemah iman yang saya miliki..

  8. Just Bryan

    Sepakat….siip….

  9. kyai slamet

    nice posting :D
    tukeran link yuk
    :D

  10. Dony Alfan

    Condolence for Palestine, Allahu akbar!

  11. det

    ndak ada yang istimewa. tapi karena ditulis di blog hitam jadinya kayak obat batuk hitam :mrgreen:

  12. atca

    setuju..agama tidak ada hubungannya…
    nice post..salam kenal yahh

  13. udin

    Rakyat palestina lah yang paling paham tentang kondisi yang sedang dihadapai!!!

  14. ai

    stop war…..!!!!!!

  15. Epat

    maringene tag XKH ganti maneh dadi KH wekekeke

  16. Jauhari

    Dukung Palestine selalu ada jalan untuk sebuah kebaikan

  17. novi

    Andunisiya = tempat Fadlun alias Adun dilahirkan

  18. Nyante Aza Lae

    maaf mas..PBB MANDUL!
    tak kuasa menghadapi guritanya kaum zionis!

  19. gadis rantau

    sekedar nyampaein:tak ambil link postingan ini.txs..

  20. bonk 181

    israel iblisss! keparat!

  21. Edi Psw

    Harusnya kemaluan kita juga besar seperti kemaluan arab.

  22. Agung Mojosari

    wekekeke…ngakak nih denger komentarnya pak edi diatas… :)

    yup, semoga cepet selesai aja perangnya…

  23. suryaden

    asem baru 24 jam kemudian, aku lagi dong andunisiya….
    koprit-koprit….
    (ngakak tenan aku)

  24. zen

    Hamas,
    Hadapi Musuh (israel) hingga Tumpas…

  25. Frenavit Putra

    Lagune asli enak iki kang… Aku ngerti neng Seputar Indonesia…

  26. Yari NK

    Lah…. jangankan negeri Andunisiyah laa wong sama2 negara Arab aja kok mentoknya sampai jihad diplomasi aja seh. Padahal yang namanya Israel harus dihadapi dengan kekerasan juga. Kalau tidak, ya akan selalu orang Palestina yang dikerasi oleh orang Israel. Ya, minimal hanya untuk mengusir militer Israel dari Palestina dan tidak untuk menginvasi Israel.

    Orang2 Arab memang kemaluannya besar2 tapi kurang besar untuk menyikapi agresi Israel ini, bisa juga besar tapi impoten alias tidak berdaya **halaah** :mrgreen:

  27. ndop

    biyuh biyuh kok yo sempetmen mreteli lirik lagu to pak mantan kyai??

    hahaha…

    oh, iyo ding, khan jenenge mantan kyai.. hohoho… dadi sudah berganti kitab… hahahaha…

  28. Daniel Mahendra

    God! Tulisan ini bagus sekali. Runut aku membacanya.

    Paling suka membaca paragraf ketiga: “Mari kita tidak bicara tentang…”

    Keren. Hasil kontemplasi selama ini, Cak?

  29. Ullyanov

    Memang bukan murni alasan agama. Tapi, motif agama, sedikit atau banyak, pasti ada. Israel yang di baliknya adalah Zionis itu pun memanfaatkannya. Negara Israel–yang gerakannya dipelopori Zionis itu–didirikan sebagai Tanah Air umat/bangsa/kaum Yahudi. Meski, Yahudi, memang tak hanya dalam pengertian agama, melainkan juga etnis. Hamas–yang salah satu misinya adalah mengibarkan panji-panji Allah di setiap inci bumi Palestina–pun menggunakan isu agama untuk gerakannya, meski kemerdekaan Palestina adalah yang lebih utama. Namun, membantu, atau setidaknya berempati pada Palestina memang tak harus dengan syarat menganut agama tertentu.

  30. emfajar

    sampe kapan konfik ini berakhir,, apa nunggu korban ribuan orang..

  31. kacrut

    humm… abot tenan tulisan e.. setujuuuuu banget kang..

    Vote mantan kiai buat jadi presiden.. akakakkakakkaka

  32. gus

    “sudahlah nggak usah dipikitkan apakah sodara kita yang di negara andanusyia itu bantu apa tidak. Kaarena mereka. khususnya para pemimpinnya sedang repot nyari pelampiasan ereksi kekuasaan yang belum tersalurkan. apalagi bbrp bulan lagi kekuasaan mereka segera habis.”

    setahu saya itu deh Kang yang di obrolin penduduk gaza…

  33. tukyman

    kita harus hidup apa adanya kawan
    dan ikuti kata hati, sama halnya aku comment ke blogmu ini :)

  34. azaxs

    Setuju kang… mari perbesar kemaluan kita.. :lol:

    btw lagune keren.. bisa di donlot langsung di webnya..

  35. ahmed hariadi

    Kang, kalo kita hujat saudara kita diarab yang kemaluannya kurang besar, or negeri ini yg pemimpinnya hanya cari penyaluran ereksi kekuasaan ya…gak bakalan mengubah nasib palestina. mereka bukan tontonan untuk diperdebatkan, siapa bakal menang dan siapa kalah? lakukan apa saja tuk menghentikan perang. dan bantu Palestine. kirim uang walau sedikit lewat TVOne atau Merci-RI, buat lagu, demo, atau ingatkan saudara kita yg tak perduli yg jadikan konflik ini hidangan gossip di warung-2 kopi spt nonton bola, siapa bakal menang israel atau Hamas ? buat semua pembaca, “Sudahkan anda berbuat sesuatu?”

  36. Blogpreneur | Blog business community Consultant

    Ada format mp3 nya ngak mas ??

  37. Alexhappy

    pejuang Hamas terbukti memang punya harga diri dan wibawa tinggi…..

    sambil meresapi pesan Michael Heart dalam We will not go dwon…..

  38. meylya

    memang seharusnya tidak mengaitkan dengan agama

  39. tan

    kejahatan kemanusian ini memang jelas2 tak ada hubungan dengan agama, ini masalah dunia. kemana itu polisi dunia?

  40. snipper

    hai mas ardi gw santri dr alhikmah
    gw mo nanya nih boleh ga’ ya kita ngonsumsi produknya amrik contoh kaya’ coca cola soalnya hasil penjualan produk amrik tuh buat merangi orang islam palagi palestina tercinta. eh ngomong2 bls ya’ please!!!
    malhikduaschool
    x ipa two

  41. gie

    kalau yahudi dulu tidak terima dengan holokos yang dilakukan oleh kelompok pimpinan hitler maka yahudi lebih kejam dari pada nazi. lihat krbannya ga ada bandingannya. korban holokos sangat kecil

  42. gie

    udah lah ga papa kita saksikan aja. nanti juga berahir

  43. langitjiwa

    setiap kali mendengar lantunan lagu dari Michael Heart
    saya tidak bisa utk menulis…..kata-kata saya terbang tinggi,meratap dan menangis melihat seorang jenasah gadis kecil diarak ditengah kota Gaza.

  44. Palestine

    Israel memang salah dengan menggempur palestina. Tapi bukan berarti Hamas itu benar. Palestina tidak sama dengan Hamas.

  45. Danta

    Michael Heart menjadikan inspirasi bagi saya..

    Saya tidak bisa berkomentar apa2 tentang lagunya..

    Karena sesungguhnya saya tidak bisa membantu apa2 untuk palestina..

    Maafkan saudaraku.. saya masih ada di sini..

  46. sawali tuhusetya

    kok saya baru dengar ada sebuah negeri bernama Andunisiya, yak? hehehe …. saya juga malu nih, ndak bisa banyak berbuat utk menolong anak2 palestina yang terkena fosfor putih kaum zionis.

  47. tukang nggunem yang asli

    tukeran link yuk!

  48. annas

    lagunya udah didengar, liriknya sudah dibaca. tapi, Siapa Michael Heart, We Will Not Go Down?
    kalo belom tahu klik aja di http://jejakannas.wordpress.com/, kamu akan lebih terharu setelah mengenal dia… coba deh

  49. infoker

    weleh weleh kok bawa-bawa kemaluan y?sebuah kata yg mampu terucap dari bibir yaitu perdamaian, dan kata yang lain prihatin dg keadaan di gaza

  50. sapimoto

    Wis nduwe lagune, tapi durung tau ngrungokne…
    Mari ngene langsung puter….

  51. racheedus

    Tidak perlu dilarang dengan kata “jangan” bagi mereka yang merasakan kepedihan saudara mereka seiman di Gaza Palestina. Rasa persaudaraan seiman itu “hanyalah” untuk mempertegas betapa mereka harus saling peduli terhadap penderitaan orang lain. Islam tidak mempersyaratkan harus seagama dulu baru seseorang (muslim) peduli dengan penderitaan orang lain. Bahkan orang non-muslim yang membutuhkan pun berhak menerima zakat.

  52. niez-hwa

    gimana tidak disangkutpautkan dengan agama?

    wong Israel menyerang atas nama agama

    dan dengan agama pula rakyat Palestina mendapat spirit berlimpah untuk mempertahankan negara mereka

    beberapa pemimpin timur tengah memang memperjuangkan Palestine

    namun raja Arab Saudi?

  53. luki

    saia sepakat-sepakat saja, apalagi terkait dengan kemaluan yang besar,…

  54. hendriana

    Negara2 arab secara terbuka memang spt tinggal diam. Itu strategi agar keadaan negara mereka tetap terjaga. Banyak yang berjuang di Irak & Afganistan adlh orang2 dr negara2 Arab yang dikirim secara diam2 termasuk pendanaannya. Sy pernah diperkenalkan dgn seorang Arab yang sdg liburan di kita & dia adlh sniper yang ditugaskan di Irak secara backstreet.

Leave a Reply


1 June 2010 • Pekerjaan • ardyansah

Ketika mendengar “canting”, orang pasti terpikir perangkat mungil berbentuk cawan dengan pegangan dan ujung “pena” yang biasa digunakan oleh seniman batik untuk menggores dan memberi sentuhan akhir untuk karya-karyanya. Canting adalah simbol kesadaran untuk berkarya. Kecil, bersahaja, tetapi sangat besar peranannya. Barangkali filosofi inilah yang mendasari Derry Sunarso, sutradara rendah hati yang karyanya banyak terinspirasi kemegahan [...][...]

26 January 2010 • Ketertarikan, Pekerjaan, Penuturan • ardyansah

Menulis, -menurut saya- dalam banyak hal tak jauh berbeda dari mendesain. Sama-sama merancang, sama-sama mengandalkan ide sebagai ruh, sama-sama bekerja dengan imajinasi (dan atau fantasi), sama-sama membutuhkan kreativitas untuk mengemasnya menjadi sebuah entitas karya,  juga yang pasti sama-sama tak mudah mengerjakannya. Estetika dalam desain bisa dinilai dari bentuk, komposisi, warna, dan elemen-elemen visual lainnya. [...][...]