Menulis, -menurut saya- dalam banyak hal tak jauh berbeda dari mendesain. Sama-sama merancang, sama-sama mengandalkan ide sebagai ruh, sama-sama bekerja dengan imajinasi (dan atau fantasi), sama-sama membutuhkan kreativitas untuk mengemasnya menjadi sebuah entitas karya, juga yang pasti sama-sama tak mudah mengerjakannya.
Estetika dalam desain bisa dinilai dari bentuk, komposisi, warna, dan elemen-elemen visual lainnya. Sementara estetika dalam menulis -barangkali- sangat bergantung pada pemilihan kata, penyusunan kalimat, atau permainan alur/ plot. Tetapi lebih dari itu semua, sebagai media penyampaian gagasan, karya desain atau karya penulisan yang berhasil adalah yang mampu membawakan pesan, mengajak berfikir, menggugah, termasuk mempengaruhi dan membujuk.
Sebuah karya desain sebagus apapun, tanpa terselip pesan hanya akan berakhir sebagai tumpukan portofolio yang hanya berdampak pada si desainer tanpa memberi kontribusi apa-apa bagi lingkungannya. Karya yang muncul hanya untuk dilupakan.
Menulis, -entah itu esai, berita, atau apapun saja- yang terbaik adalah yang mampu mengkonversi gagasan menjadi pesan, sesuatu yang dapat dinikmati secara batiniyah. Tak harus selalu gamblang, tetapi bukan yang semata-mata kaya akan keelokan majas atau kegenitan menggunakan bahasa asing, yang justru seringkali hanya berujung pada terputusnya pesan dan maksud yang ingin disampaikan penulis.
Mendesain dan menulis seringkali sesederhana berbicara… mengkomunikasikan pesan.
January 26th, 2010 at 2:04 pm
iya, cukup rumit karena tak ada colokan USB di kepala kita..
January 26th, 2010 at 3:00 pm
Sebenarnya menulis dan mendesain sama sama menguras otak. . kalo mendesain harus punya banyak inopasi. . . he
January 26th, 2010 at 6:11 pm
Setuju saya. Betul sekali Pak Mantan Kyai…
January 26th, 2010 at 9:34 pm
tapi butuh kecemerlangan otak untuk dapat bener-bener bisa menyampaikan pesan dalam tulisan atau desain apapun yang kita buat..!
yang ini nggak semua orang bisa kang..!
ajarin saya dung..
February 3rd, 2010 at 10:09 am
bener juga ya ^^
February 4th, 2010 at 8:49 am
Menulis & Mendesain = Penyampaian Pesan
Salam kenal, ilmu yang bermanfaat..terima kasih
February 4th, 2010 at 9:09 am
menulis = merancang abjad -abjad
(meski saya belum bisa menuliskan tulisan dengan pesan2 yang mudah ditangkap)
February 6th, 2010 at 4:15 am
Mungkin bedanya: ada yang berhenti saat berprinsip “yang penting pesannya tersampaikan.” Lainnya ada yang masih berkreasi dengan segala cita rasanya untuk tidak sekadar “pesan tersampaikan”.
February 6th, 2010 at 4:46 pm
maz,,,
masih boleh kan wat q mengunjungi blog mu,,,,
February 9th, 2010 at 4:59 pm
dalem kang tulisannya.
betapa postingan ini bisa menjadi pelajaran bagi kita semua…
btw, pakabar nih
February 15th, 2010 at 11:58 am
desain menurutku, imaginasi yg tertumpah dalam bentuk campuran warna hingga abstrak, biasanya sangat mengagumkan jika dilihat, sedangkan menulis, akan menjadi kekaguman saat kita tak mampu berhenti membayangkan apa yg telah di tuliskan, tak mampu berhenti membacanya, dan, tentu keduanya hal yang sangat kompleks. hehe
February 19th, 2010 at 2:29 am
Dan tulisan-tulisan seperti ini yang selalu ditunggu para pembaca…..mari kita menulis. (simplicity article but many message. top)
March 11th, 2010 at 11:42 pm
Kata teman, tulis aja, tulis, tulis….