8 July 2009 • Keindonesiaan, Keyakinan, Pelampiasan, Renungan • ardyansah

desain grafis, multimedia, itPemilihan Presiden 2009 kurang beberapa jam lagi. Tim sukses masing-masing calon dipastikan tidak tidur semalaman untuk melakukan gerakan-gerakan yang bisa sangat menentukan jalannya -dan hasilnya- pemilihan siang nanti. Sementara sebagian masyarakat sangat antusias dan telah meyakini untuk memilih salah satu pasangan, sebagian -besar- yang lain justru memilih pasif dan cuek terhadap jalannya proses demokrasi ini.

Seberapa penting sebenarnya Pemilu Presiden ini bagi kita? Tergantung dari mana anda melihatnya. Jika anda masih percaya bahwa mekanisme demokrasi mampu melahirkan pemimpin-pemimpin yang peduli selain dengan modal yang harus mereka keluarkan selama masa kampanye, maka memang lebih baik anda siang ini mendatangi TPS dan menggunakan hak pilih anda.

Tetapi jika anda sudah putus asa dengan tahayul demokrasi, maka anda boleh mengabaikan kartu DPT anda dan berdoalah kepada Tuhan untuk segera mengirimkan pemimpin yang arif yang tidak dilahirkan semata oleh kekuasaan, tetapi lebih oleh kebijaksanaan. Barangkali Tuhan bersegera mengabulkan doa anda melalui hasil Quick Count yang disiarkan oleh berbagai media keesokan harinya, atau esoknya lagi, entah kapan.

Kita boleh berbeda pendapat tentang demokrasi, tetapi pasti sepakat bahwa kejayaan negeri ini adalah harga mati. Apapun keputusan yang anda ambil hari ini tidak ada yang salah, dan tak ada yang bisa mempersalahkan. Pasrahkan saja masa depan negeri ini pada apa yang akan tertulis di buku-buku sejarah anak-cucu kita kelak. Entah versi siapa.

{ 9 Comments } to Menjelang Pemilihan Presiden 2009

  1. Yari NK

    Huehuehue….. saya terharu sama xKH yang ternyata punya rasa patriotisme yang sangat tinggi sekali…. sebuah tulisan yang menggugah semangat kebangsaan sekaligus penggugah untuk tetap menegakkan demokrasi (halaah ngomong apa aku ini….) :D

  2. mantan kyai

    saya juga terharu sama pak yari yang sudi menjadi komentator pertama pada tulisan ini .. huehehehehe

  3. suryaden

    iya mas,
    kita serahkan saja pada alam, pastinya sudah memiliki sistem sendiri, meski kadang tidak sesuai dengan apa yang dikarepke kita semua… wasem..

  4. DV

    Lha nek ngene iki njenengan ketok pinter hahahah :)

  5. mengembalikan jati diri bangsa

    indomie….. selerakuuuuu….

  6. jidat

    nontreng siapakah anda?? plih yang terbaik!

  7. ajengkol

    Yang penting satu putaran hemat 4 trilyun buat aku aja

  8. azaxs

    gara2 postingan ini aku ke TPS… ;)

  9. Dony Alfan

    JK-Win! But lose :(

Leave a Reply


1 June 2010 • Pekerjaan • ardyansah

Ketika mendengar “canting”, orang pasti terpikir perangkat mungil berbentuk cawan dengan pegangan dan ujung “pena” yang biasa digunakan oleh seniman batik untuk menggores dan memberi sentuhan akhir untuk karya-karyanya. Canting adalah simbol kesadaran untuk berkarya. Kecil, bersahaja, tetapi sangat besar peranannya. Barangkali filosofi inilah yang mendasari Derry Sunarso, sutradara rendah hati yang karyanya banyak terinspirasi kemegahan [...][...]

26 January 2010 • Ketertarikan, Pekerjaan, Penuturan • ardyansah

Menulis, -menurut saya- dalam banyak hal tak jauh berbeda dari mendesain. Sama-sama merancang, sama-sama mengandalkan ide sebagai ruh, sama-sama bekerja dengan imajinasi (dan atau fantasi), sama-sama membutuhkan kreativitas untuk mengemasnya menjadi sebuah entitas karya,  juga yang pasti sama-sama tak mudah mengerjakannya. Estetika dalam desain bisa dinilai dari bentuk, komposisi, warna, dan elemen-elemen visual lainnya. [...][...]