17 July 2009 • Pekerjaan, Pelatihan, Penuturan • ardyansah

Bertahun-tahun bekerja dengan perangkat berbasis Windows membuat jari-jari saya telah mengalami “pembakuan” respon. (Jari tangan) saya menjadi hafal betul bagaimana memintas perintah lewat kombinasi shortcut-shortcut macam Ctrl+C, Ctrl+V, dan sebagainya. Tak perlu berfikir -apalagi melihat- untuk meraba dan mencari posisi tombol Control dan tombol-tombol fungsi lainnya pada keyboard. Sudah hafal. Katam. Tetapi menjadi masalah ketika sekarang saya diminta beroperasi dengan komputer berbasis Mac.

Pada prinsipnya bekerja dengan Mac tidak jauh berbeda dengan ketika saat bekerja dengan PC berbasis Windows. Tetapi bagi yang telah terbiasa menggunakan PC -dan belum pernah menggunakan Mac, perlu beberapa penyesuaian terutama untuk menghafal -misalnya- fungsi tombol Control yang berbeda fungsi dengan tombol Control pada PC. Serta bagaimana membiasakan diri dari yang semula mengandalkan Windows Explorer untuk mengelola dokumen dan beralih kepada Mac Finder yang relatif lebih ringkas. Berikut adalah beberapa catatan saya menggunakan Mac selama 3 hari terakhir.

Tombol Control pada Mac berbeda fungsi dengan yang ada pada PC. Ini yang sering mengecoh. Tombol Control pada Mac berfungsi mengeluarkan perintah-perintah tambahan, termasuk untuk menggantikan (baca: memunculkan) fungsi klik kanan pada mouse Mac yang yang -aslinya- memang tidak didesain dengan klik kanan. Jadi menekan tombol Control sambil menahan mouse Mac, itu sama dengan melakukan klik kanan pada mouse PC.

Tombol Command memiliki fungsi yang lebih sepadan dengan tombol Control pada PC. Jadi jika biasanya kita menggunakan perintah Ctrl+C pada PC, maka kita bisa menggantikannya dengan Command+C pada Mac untuk fungsi yang sama. Selebihnya, tombol pada keyboard tidak memiliki perbedaan fungsi yang berarti. Kecuali beberapa shortcut penting (khas Mac) yang berada di tombol F1-F13 yang tidak dimiliki oleh PC berbasis Windows.

Selain dari sisi penggunaan keyboard dan mouse. Mac yang memang banyak dipakai oleh desainer -yang tentu membutuhkan asupan visual yang lebih berkualitas- ini memiliki banyak kelebihan dari sisi visual. Misalnya, icon-icon yang lebih glossy dan “designy”, serta font yang selalu tampil dalam anti-alias mode yang smooth. Belum lagi widget-widget yang memang sangat memanjakan kebutuhan akan visual yang fresh dan cutting the edge. :D

Tentu masih banyak kelebihan Mac yang belum saya ketahui dan menunggu untuk di-eksplorasi. Tiga hari belum cukup untuk bisa bicara panjang lebar tentang fitur-fitur Mac. Tetapi setidaknya secara garis besar, saya sudah mulai terbiasa bagaimana menggauli Mac. Atau barangkali anda punya pengalaman atau tips-tips lain? Silahkan dibagi disini. :D

{ 15 Comments } to Membiasakan Diri Bekerja dengan Mac

  1. mengembalikan jati diri bangsa

    wah ngunu yo ceritane? dadi kerjaanmu 3 dino iki ngulik2 mac? wes entuk apartemen ta durung nda?

  2. senoaji

    salam nggo Mac wae mbuh Mac Erot po Mac Urip! Mlenuke digowo gak???

    *sukses bro, bantai jakarta dengan kegiyanthenganmu yang maya adanya* (ngakak mlengkung2)

  3. DV

    Aku dulu bekerja dengan Mac hampir 4 tahun tapi pindah kemari aku pake Windows lagi :)

    Banyak hal yang bisa dilakukan dengan Mac, tapi seperti kata pepatah lama ‘Wang sinawang” :) )

    Kusarankan Anda bergabung dengan komunitas Mac, seperti mac.web.id.
    Disana banyak sekali rekan bisa membantu banyak hal :)

  4. ardyansah

    @det: sementara nebeng. rung oleh apartemen sing layak. layak karo budgetku seng mepet iku maksude :) )
    @senoaji: semprul. mosok gantengku iki maya, mung imajinasi ngunu maksudmu .. bhuahaha
    @dv: wah… aku mesti meguru ng sampeyan nak ngunu. lha wong ki aku lagi kenal mac. yo grotal-gratul…

  5. -GoenRock-

    bekerja dengan apel krowak memang serasa dimanjaken. banyak diberi kemudahan2. Ada quicklook, spotlight, spaces, de el el, de el el :D

  6. nyegik

    wow dengan apel yah…aku belum pernah liat bentuknya kang, bagus ya kayaknya

  7. suryaden

    weh… pangkate mundak akeh pol, jarene gajine user windos karo apel krowak ki bedane uadoh je :lol:

  8. ciput mardianto

    artinya ada kemajuan nih, bisa pake windows sekaligus pake mac

  9. afwan auliyar

    wah sduh bisa bebicara maslah mac neh ..
    jd kepingin :)

  10. didik7

    nulis iki pas pengebomamn yo pak? tgle podho

  11. ericova

    wah perlu tak jajal leptope sampeyan :D

  12. cebong ipiet

    koyo opo tho rupane mac lampir iki

  13. biE

    selama ini cuma tau shortcut2nya apel krowak dari buku desain kikikikikikikikiki.. bentuk aslinya sih belum pernah liat langsung hehehehehehe tapi buat desain katanya TOP kikikiki..
    salam kenal.

  14. aLe

    Blm pernah sekalipun pegang Mac,
    Apalagi menjalankanya,. :(

  15. Jauhari

    Tuku piro cak?

Leave a Reply


1 June 2010 • Pekerjaan • ardyansah

Ketika mendengar “canting”, orang pasti terpikir perangkat mungil berbentuk cawan dengan pegangan dan ujung “pena” yang biasa digunakan oleh seniman batik untuk menggores dan memberi sentuhan akhir untuk karya-karyanya. Canting adalah simbol kesadaran untuk berkarya. Kecil, bersahaja, tetapi sangat besar peranannya. Barangkali filosofi inilah yang mendasari Derry Sunarso, sutradara rendah hati yang karyanya banyak terinspirasi kemegahan [...][...]

26 January 2010 • Ketertarikan, Pekerjaan, Penuturan • ardyansah

Menulis, -menurut saya- dalam banyak hal tak jauh berbeda dari mendesain. Sama-sama merancang, sama-sama mengandalkan ide sebagai ruh, sama-sama bekerja dengan imajinasi (dan atau fantasi), sama-sama membutuhkan kreativitas untuk mengemasnya menjadi sebuah entitas karya,  juga yang pasti sama-sama tak mudah mengerjakannya. Estetika dalam desain bisa dinilai dari bentuk, komposisi, warna, dan elemen-elemen visual lainnya. [...][...]