5 December 2008 • Keseharian, Keyakinan, Penuturan, Remahan, Renungan • ardyansah

blog mantan kyai, blog tuban, blog kyai surabaya, blog demokrasi, blog indonesia, blog islam, blog islam indonesiaTak setiap hari Tuhan menyapaku dengan kesejukan nafasNya. Mungkin Dia terlalu jengkel dengan segala dosa yang kupamerkan dengan gagah gempita, mungkin Dia terlalu bosan dengan segala keluh kesahku lewat bingkisan doa dan munajat yang tak pernah khidmat, atau mungkin ada alasan lain yang tak bisa kupahami? Ah, Tuhan memang tak pernah mudah dipahami.

Tapi pagi ini aku menangkap isyarat, Dia begitu dekat. Mungkin aku sedang khilaf, mungkin kepikiran tobat, tapi lebih masuk akal menduganya sebagai emosi sesaat. Ah, waktu yang tepat untuk sholat.

Diatas sajadah aku -terpaksa- merenung, ternyata bukan Tuhan yang selama ini tak menyapaku, bukan kebijakanNya atas hidupku yang keliru, tetapi lubang kupingku yang rupanya buntu. Ah, tiba-tiba aku merasa malu, meskipun tak yakin hari ini tak mengabaikanMu (lagi).

Aku hanya berharap, semoga tak ada yang mengatakan merindukanmu adalah dosa.

{ 24 Comments } to Maafkan Rindu-Rinduku

  1. Kyai slamet

    Oh

  2. det

    oh… [ikut kyai slamet]

  3. gajah_pesing

    hi say….
    bahasamu membuatku bulu kudukku berdiri…..

  4. jebrak sinx huuayuuw dw

    so suit, rindukanlah selama rindu ituh lom dilarang

    tenang ae gag doso kog pak kyai eeehhh mantan kyai!!!

  5. jebrak sinx huuayuuw dw

    so suit, rindukanlah selama rindu ituh lom dilarang

    tenang ae gag doso kog pak kyai eeehhh mantan kyai!!! hikkkxxxx

  6. Tukang Nggunem

    yes…(ngompliti omongane Kyai Slamet)

  7. Tukang Nggunem

    @ Kyai Slamet : bocah siji iki kayake wes tondo2…ayo ndang di siapke uborampe kanggo yasinan ben kabeh digawe lancar dening Gusti kang Murbeng Dumadi….

  8. genthokelir

    wah kok melow mas ana opo je sajake piye ngono

  9. goenoeng

    mulai sadar, apa mulai rak sadar mas ?

  10. emfajar

    ohh.. syukurlah udah tobat :lol:

  11. cebong ipiet

    ih

  12. Frenavit Putra

    Wah…wah…. ono opo iki????

  13. Nyante Aza Lae

    membangkitkan imtaq! Amin

  14. INDAH REPHI

    *looked blank*
    ada apa ini ada apa?
    *clingak clinguk*

  15. Anang

    oh yes oh no oh yes oh no

  16. adipati kademangan

    Mulai sadar saiki arek iki
    (wingi-wingi sek semaput)

  17. mantan kyai

    @goenoeng: KOMENTAR TERBAIK DAN TER BENAR DI POST INI !!! :D

  18. marsudiyanto

    Nek tulisane mulai bener gini malah nyamari, karena ini pertanda ancang2 sesuatu. Koyo neon Chiyoda, nek meh pedhot malah padhange rak karuwan…

  19. Epat

    Tenang jeh… Tuhan iku Maha Pengasih dan Maha Penyayang..

    *jarene… :D

  20. aRuL

    alhamdulillah kalo sampean udah sadar mas…
    serius mas, saya merasa tersindir dengan postingan sampean… (doh)

    *sini-sini bareng saya gabung ama malekat2 yang bersayap, yang cemerlang, yang rupawan*

  21. syamsu

    udah sadar tah..

  22. sawali tuhusetya

    rindu pada Tuhan denagns egala kekuasaan-Nya yang serba Maha, akan membuat kita senantiasa eling lan waspada. semoga kita termauk hamba-Nya yang beruntung.

  23. Andy MSE

    Ternyata mantan kyai isih sregep nggelar sajadah…

  24. Daniel Mahendra

    Insyaf po piye ki?

Leave a Reply


1 June 2010 • Pekerjaan • ardyansah

Ketika mendengar “canting”, orang pasti terpikir perangkat mungil berbentuk cawan dengan pegangan dan ujung “pena” yang biasa digunakan oleh seniman batik untuk menggores dan memberi sentuhan akhir untuk karya-karyanya. Canting adalah simbol kesadaran untuk berkarya. Kecil, bersahaja, tetapi sangat besar peranannya. Barangkali filosofi inilah yang mendasari Derry Sunarso, sutradara rendah hati yang karyanya banyak terinspirasi kemegahan [...][...]

26 January 2010 • Ketertarikan, Pekerjaan, Penuturan • ardyansah

Menulis, -menurut saya- dalam banyak hal tak jauh berbeda dari mendesain. Sama-sama merancang, sama-sama mengandalkan ide sebagai ruh, sama-sama bekerja dengan imajinasi (dan atau fantasi), sama-sama membutuhkan kreativitas untuk mengemasnya menjadi sebuah entitas karya,  juga yang pasti sama-sama tak mudah mengerjakannya. Estetika dalam desain bisa dinilai dari bentuk, komposisi, warna, dan elemen-elemen visual lainnya. [...][...]