10 February 2009 • Keganjilan, Pelampiasan, Penuturan • ardyansah

Tak semua yang kita anggap baik itu baik, dan tak selalu yang tampak jahat itu jahat. Terkadang hanya masalah kelemahan dalam menyampaikan gagasan secara tepat dan proporsional, terkadang lebih karena tafsir yang tergesa-gesa.

Tak ada yang salah (jika tak boleh mengatakan tak ada yang benar) dalam bersikap dan bereaksi tentang sesuatu, tetapi bukankah selalu ada kanal atau celah -sesempit apapun- untuk diskusi dan saling memahami? Ataukah kita memang cenderung lebih menikmati prasangka?

Hidup memang gampang-gampang-susah. Gampang dituliskan, gampang diucapkan, tetapi sangat susah untuk dilaksanakan. Atau anda punya pendapat lain tentang video diatas? Silahkan komentar !!! :D

***

Video ini hanyalah guyonan, tapi postingan ini cinta damai :D
Video pinjem dari blognya Sharon

{ 27 Comments } to Kenapa Kita Mesti Berprasangka ?

  1. Novianto

    DAPET PERTAMAX !!!!

    HE…HE..HE… NAMANYA JUGA MANUSIA

  2. tukang Nggunem

    Karena berprasangka itu indah…(idiot)

  3. gajah_pesing

    untung saia gajah, jadi kalo mo prasangka baik-buruk itu bebas terserah saia

  4. aRai

    kalo di liat dari videona mah itu bukan prasangka, orangna aja idiot pake gituan … heueheuheuh

    berprasangka sifat dasar manusia toh … alah opo ae

  5. aRuL

    mas, sy terharu banget baca tulisannya sampean….
    ikz.. ikz…

  6. Epat

    lha… ngono po’o jeh… tunjukan bahwa anda memang sudah tua! hahaha

  7. Fenty

    Udah aku liat videonya di tempat Sharon, mengerti maksudnya :D

  8. suryaden

    wahahaha…

    mungkin stereotype tentang kondom juga mirip itu yach… padahal mungkin karena kondom mencuri beberapa prosen kenikmatan saja…

    :lol:

  9. edratna

    Aku lebih suka berprasangka positif

  10. zenteguh

    kata kyai dan MUI, suudzon itu dosa

  11. det

    untung saya kucing jadi bebas dari prasangka. palingan kalo lihat pindang suka ngiler hehehehe

  12. ipanks

    betul om, kadang kita hanya melihat dari luarnya ajah, seperti yang saya alami hiks hiks hiks huwaaaaaaaa…jadi cedih ni om

  13. genthokelir

    jadi apa anggapanmu tentang genthokelir

  14. k.u.c.l.u.k

    hehe…

    ancen lek gawe konok an kuwi, wes di cap elek!…. wes identik

  15. Ikhsan

    :)

  16. Daniel Mahendra

    Prejudice is ignorance…

  17. Yari NK

    Memeluk dan mencium mantan kyai dengan mesra….

    Nah, kalau begitu prasangkanya bagaimana tuh?? Huehehe…. :lol:

  18. Ina

    Saya suka yg positif.. :D

  19. DV

    Mas Mantan,
    video yang ditampilkan itu sangat menarik. Menunjukkan bahwa orang sudah terbiasa dengan pola/pattern.

    Bahwa topeng itu adalah perampok, bahwa gundul itu tentara, bahwa bomber itu berjenggot.

    Itulah perangkap pola, dan tidak bisa tidak, sekecil apapun kita sering berada dalam perangkap tersebut.

    Begitu ?

  20. katakataku

    Karena orang menilai dengan cara yg berbeda2 so berpikirlah dahulu sebelum berucap karena dihujat dan menghujat itu sama saja.

    nyambung gak ya ma postingan di atas :D

  21. INDAH REPHI

    videonya ndak bs diliat mas…jadi ga bs ikutan komentar :(
    tapi kalo bs diambil garis tengahnya : ” melihat, berfikir, memahami.. baru berkomentar”. betul ga mas?

  22. aR_eRos

    doh apes, ndak bisa denger suara bapak2 itu, warnet lagi reme banget *toh kalao pun kedengeran, ndak bakal paham bahasae hehe*. yang jelas, mereka pada lari di sangka rampok ya?

    memang, dengan penampilan dan image yang dibawa, menjadikan prasangka semakin kuat. contohnya seperti video ini. susah juga seh pingin berpikir postitf kalao pakaian perampok kayak gitu :D

  23. annosmile

    yang penting berprasangka baik
    hihihi

  24. Just Bryan

    Wakakakaka…
    Videonya lucu, padahal gak mau ngapa2in tapi dikira perampok gara2 muka ditutup kaos kaki..
    Baik dan buruknya prasangka tergantung masing2 orang bagaimana menganalisa sesuatu..

  25. aCist

    aq suka cinta damai, PEACE

    sama seperti koment mas nopy, Namanya juga manusia…

  26. azaxs

    Walah.. saking ae wong aneh iku kang :lol:

  27. sapimoto

    Walah, untungnya tuh presenter datang ke toko-toko yang pemiliknya tidak memiliki senjata api. Kalau pemilik toko memiliki senjata api, bisa-bisa kena tembakan akibat panik…

Leave a Reply


1 June 2010 • Pekerjaan • ardyansah

Ketika mendengar “canting”, orang pasti terpikir perangkat mungil berbentuk cawan dengan pegangan dan ujung “pena” yang biasa digunakan oleh seniman batik untuk menggores dan memberi sentuhan akhir untuk karya-karyanya. Canting adalah simbol kesadaran untuk berkarya. Kecil, bersahaja, tetapi sangat besar peranannya. Barangkali filosofi inilah yang mendasari Derry Sunarso, sutradara rendah hati yang karyanya banyak terinspirasi kemegahan [...][...]

26 January 2010 • Ketertarikan, Pekerjaan, Penuturan • ardyansah

Menulis, -menurut saya- dalam banyak hal tak jauh berbeda dari mendesain. Sama-sama merancang, sama-sama mengandalkan ide sebagai ruh, sama-sama bekerja dengan imajinasi (dan atau fantasi), sama-sama membutuhkan kreativitas untuk mengemasnya menjadi sebuah entitas karya,  juga yang pasti sama-sama tak mudah mengerjakannya. Estetika dalam desain bisa dinilai dari bentuk, komposisi, warna, dan elemen-elemen visual lainnya. [...][...]