Akhirnya kembali ke peradaban !!! Setelah beberapa hari lebih banyak menghabiskan waktu diatas berbagai macam kendaraan, pagi ini saya bisa -kembali dengan selamat- berada di depan dashboard wordpress untuk mulai lagi mengigau seperti yang biasa saya lakukan di blog hitam (bukan blog biru) ini.
Beginilah nikmatnya menjadi pengangguran. Nihil pekerjaan, nihil tanggung jawab, dan tentu saja -bagian yang paling menyenangkan adalah- nihil boss, makhluk menakutkan yang seringkali dimitoskan suka petentang-petenteng, tunjuk sana-tunjuk sini, perintah ini-perintah itu, ngedumel, kemlinthi, dan sebagainya dan sebagainya
Seminggu yang lalu saya diajak (atau lebih tepatnya minta diajak) oleh my big brother pergi ke Pamekasan, satu diantara 4 kabupaten di pulau Madura. Saya tidak paham betul apa yang akan dikerjakan disana, yang pasti adalah urusan pekerjaan, dan yang pasti (lagi) lebih baik bagi saya daripada harus berdiam diri di rumah sambil tiap hari mendengar pertanyaan yang sama dari tetangga kanan kiri, “Kok, dirumah saja ???”
Selain itu, keberangkatan kami ke Pamekasan adalah dalam rangka melihat langsung persiapan proses perhitungan ulang di wilayah tersebut. Kami juga meninjau persiapan Kabupaten Sampang dan Bangkalan menyambut pemungutan suara ulang (berarti pemungutan suara yang ketiga kalinya) dalam Pilgub Jawa Timur. Tentu saja tak lupa kami sowan ke beberapa Kyai elit di wilayah Pamekasan, Sampang, dan Bangkalan untuk mensurvey dukungan beliau-beliau para ulama
(Hahahaha, jangan percaya. Paragraf ini benar-benar HOAX)
Ah, sudahlah. Tidak usah mempercayai paragraf diatas. Yang pasti dari Pamekasan kami melanjutkan perjalanan ke Trenggalek, kota pensiun dengan satu-satunya sarana transportasi di dalam kotanya adalah Becak, itupun selepas jam 8 malam tidak ada satupun becak yang bisa ditemui dijalanan Trenggalek yang dingin (kalau malam).
Ada keperluan apa di Trenggalek? Ah, tidak ada. Kami hanya melanjutkan perjalanan kami yang pertama. Tidak ada yang istimewa, kecuali saya yang mengalami kejenuhan akut karena tidak ada sesuatu yang bisa saya kerjakan di sana
***
Kapal Feri yang akan membawa kami menuju Pelabuhan Kamal, Bangkalan Madura. Per orang dikenakan tarif Rp. 3.500,- Sementara mobil sebesar Rp. 70.000 termasuk sopir
Suasana di pantat kapal. Kalau ada yang ingin mandi atau buang ampas biologis bisa langsung saja terjun ke Selat Madura sana
Tujuan kami. Pendopo Kabupaten Pamekasan.
Perjalanan pulang. Surabaya tampak cemerlang di malam hari dari selat. Ya iya laaaah …
Meneruskan perjalanan ke Trenggalek menggunakan bus. Tuh lihat, baru sampe Kediri sudah tidak ada penumpang lain selain rombongan kami
Kembali menjumpai alun-alun Trenggalek. Loh, tumben ada yang berani ngebut di depan Petugas !!! Bawa anak kecil lagi
Inilah akibatnya jika berani datang ke Trenggalek di musim hujan. Seperti yang sudah saya katakan, anda hanya akan menjumpai becak sebagai sarana transportasi dalam kota. Dan beginilah jadinya jika anda naik becak ketika hujan.
Satu lagi oleh-oleh dari Trenggalek. Mungkin aman-aman saja ya, melakukan adegan “akrobatik” seperti ini di kota yang relatif masih tenang (baca: sepi).
December 14th, 2008 at 3:56 am
“Kok, dirumah saja ???” Pelihara tuyul ya? Ato jangan2 nge-pet?
Itu yang di Trenggalek, jangan2 Anang cilik!
December 14th, 2008 at 4:52 am
lanjut jancukarta maringene jeh?
December 14th, 2008 at 5:21 am
Anang cilik? Hakakakaa…
December 14th, 2008 at 6:00 am
Apan tuh mas ampas biologis??
December 14th, 2008 at 7:37 am
seru banget nih sering jalan2
December 14th, 2008 at 7:54 am
jalan2 walo ktnya gak tau mo ngapain pasti ada hikmah n oleh2 yg dibawa drsana mas..
contohnya ya foto2 ini…
berguna bgt bagi kami yg blm pernah ke Madura n Trenggalek…
Kapan jalan2 yg nggak tau mo ngapain ke Malaysia???
mampir ya…
December 14th, 2008 at 9:12 am
Sekedar tanya, orang trenggalek udah pakai baju kayak kita2? Makannya mereka apa?
December 14th, 2008 at 9:39 am
kok aku ngak diajak?
December 14th, 2008 at 11:11 am
Wah, foto-fotone ciamik tenan, Cak!
December 14th, 2008 at 11:30 am
Yang penting…. udah nyobain beneran belum mbuang sampah biologis dari pantat kapal langsung ke laut?? Kalau belum pernah nanti nyesel loh….
December 14th, 2008 at 2:09 pm
walah, apa perjalanan ke pamekasan dan trenggalek itu bukan bagian dari peradaban, mas ardy, hehehe … yang pasti perjalanannya menyenangkan juga toh. saya membaca banya berita ttg pilgub ulang di jatim, khususnya di madura. semoga lancar dan tidak ada lagi situasi yang memanas. sudah capek kalau saben gari bertengar mlulu dg sesamanya sendiri.
December 14th, 2008 at 3:34 pm
urusan Kaji atau Karsa kang kyai??? kekekekekekek
*jangan2 panwas*
December 14th, 2008 at 4:35 pm
aku ditinggal
huh pegat
December 14th, 2008 at 4:37 pm
apik mas potone,ngunu iku tergantung sing moto opo obyek e ya?
December 14th, 2008 at 4:58 pm
oleh-olehnya bagus banget. terutama yang becak. siapa nyana itu terpal becak ?
December 14th, 2008 at 6:54 pm
lha bocah kok pencilaan nendi-nendi kui poiye to maksuteeeee
December 14th, 2008 at 7:00 pm
wah dolan dolan toh critane wah keren keren fotonya mas asik jiga naik becak mas hahaha tanpa polusi
salam
December 14th, 2008 at 10:39 pm
sepertinya trenggalek kota yang asyik nih, bersih ya?
December 15th, 2008 at 1:13 am
Wagh, keren banget…… kepengen, si Anang juga Trenggelek ya
December 15th, 2008 at 1:47 am
Trenggalek oh Trengalek…
Saya punya keinginan berkunjung ke kota yang merupakan asal-usul Bapak saya ini. Tapi kapan yah? Hehehe, sok sibuk terus sih.
December 15th, 2008 at 6:33 am
Ah, Madura!
Aku jadi ingat waktu kecil dulu pernah pula melancong ke sana seperti Anda!
Waktu itu kalau ndak salah ingat aku naik kapal Joko Thole bersama ratusan orang lainnya.
Foto-fotonya wangun!
December 15th, 2008 at 8:07 am
@dony: iyo ngepet







@epat: beres. wes pesen tiket iki
@gun: untung lom ada anang
@thefachia: …
@elly.s: semoga bisa nyampek malesiah
@kyai slamet: of de rekot ae …
@daniel mahendra: wew. bisa aja sampean mas
@yari: iya rasanya mungkin sensaional ya pak yari
@sawali tuhusetya: amin pak !!
@andy mse: yoih
@cebong ipiet: masalahe aku gak ngeroso apik. mungkin penilaianmu subjektif karena kebetulan aku seng moto. iya kan ???? kekekeke
@mascayo: iya mas. tersiksa aku didalam becak. becake sempit untuk badanku yg lebar
@det: tunggu aku di ponorogo
@genthokelir: next gunung kelir
@antown: bersih dan senyap
@ecko: nanti saya anterin mas
@donny verdian: wangun??? waduh gak paham boso tengahan mas
December 15th, 2008 at 8:13 am
Kalo Cincha Laura nyebut Trenggalek gimana ya? Chreng-gel-leiks?
December 15th, 2008 at 9:17 am
seru kayanya mas, jalan jalan nya berhubung saya belum pernah naik kapal laut, katro nya saya
December 15th, 2008 at 12:15 pm
ternyata adegan akrobat bisa dilakukan oleh anak kecil yak ….
December 15th, 2008 at 5:10 pm
1. Kembali ke sila kedua dari Pancasila, kemanusiaan yg adil dan beradab
2. Saya suka dengan istilah “blog hitam bukan blog biru”. Ada unsur pelecehan tapi alus…
3. Saya juga suka foto yang menyertainya.
4. Sudah.
December 15th, 2008 at 6:27 pm
slamet iku pancen provokator temen kok, huehuehuehuehuehue…
wong nggalek mangan opo?
December 15th, 2008 at 11:44 pm
Yoh…selamat kembali ke habitat wae nek ngunu…
December 16th, 2008 at 2:32 am
(woot) jadi ngelamar anangnya? hmm
December 16th, 2008 at 12:12 pm
nama kapalnya suramadu..kapan siapnya tuh jembatan mas? klo dah siap pengen maen2 ke kampung (alm) ayahku…
December 31st, 2008 at 10:05 am
woh.. enak-e.. jeng-jengterus!!