14 December 2008 • Pekerjaan, Penuturan, Remahan • ardyansah

Akhirnya kembali ke peradaban !!! Setelah beberapa hari lebih banyak menghabiskan waktu diatas berbagai macam kendaraan, pagi ini saya bisa -kembali dengan selamat- berada di depan dashboard wordpress untuk mulai lagi mengigau seperti yang biasa saya lakukan di blog hitam (bukan blog biru) ini.

Beginilah nikmatnya menjadi pengangguran. Nihil pekerjaan, nihil tanggung jawab, dan tentu saja -bagian yang paling menyenangkan adalah- nihil boss, makhluk menakutkan yang seringkali dimitoskan suka petentang-petenteng, tunjuk sana-tunjuk sini, perintah ini-perintah itu, ngedumel, kemlinthi, dan sebagainya dan sebagainya :D

Seminggu yang lalu saya diajak (atau lebih tepatnya minta diajak) oleh my big brother pergi ke Pamekasan, satu diantara 4 kabupaten di pulau Madura. Saya tidak paham betul apa yang akan dikerjakan disana, yang pasti adalah urusan pekerjaan, dan yang pasti (lagi) lebih baik bagi saya daripada harus berdiam diri di rumah sambil tiap hari mendengar pertanyaan yang sama dari tetangga kanan kiri, “Kok, dirumah saja ???”

Selain itu, keberangkatan kami ke Pamekasan adalah dalam rangka melihat langsung persiapan proses perhitungan ulang di wilayah tersebut. Kami juga meninjau persiapan Kabupaten Sampang dan Bangkalan menyambut pemungutan suara ulang (berarti pemungutan suara yang ketiga kalinya) dalam Pilgub Jawa Timur. Tentu saja tak lupa kami sowan ke beberapa Kyai elit di wilayah Pamekasan, Sampang, dan Bangkalan untuk mensurvey dukungan beliau-beliau para ulama :D (Hahahaha, jangan percaya. Paragraf ini benar-benar HOAX)

Ah, sudahlah. Tidak usah mempercayai paragraf diatas. Yang pasti dari Pamekasan kami melanjutkan perjalanan ke Trenggalek, kota pensiun dengan satu-satunya sarana transportasi di dalam kotanya adalah Becak, itupun selepas jam 8 malam tidak ada satupun becak yang bisa ditemui dijalanan Trenggalek yang dingin (kalau malam).

Ada keperluan apa di Trenggalek? Ah, tidak ada. Kami hanya melanjutkan perjalanan kami yang pertama. Tidak ada yang istimewa, kecuali saya yang mengalami kejenuhan akut karena tidak ada sesuatu yang bisa saya kerjakan di sana :D

***

blog mantan kiai, blog mantan santri, blog santri, blog demokrasi, blog indonesia, blog pemikiran, blog perenungan, blog imajinasi, blog mantan kyai, blog kyai, blog islam, blog islam-indonesia, blog menulis, blog non-doktrin, blog desain grafis, blog keragaman, blog indonesia, blog jawa timur, blog tuban, blog surabaya, blog kejawen, blog merdeka, blog sampah, blog kyai tuban, blog kyai surabaya, blog ronggolawe, blog kyai indonesia, blog kiai

Kapal Feri yang akan membawa kami menuju Pelabuhan Kamal, Bangkalan Madura. Per orang dikenakan tarif Rp. 3.500,- Sementara mobil sebesar Rp. 70.000 termasuk sopir :D

blog mantan kiai, blog mantan santri, blog santri, blog demokrasi, blog indonesia, blog pemikiran, blog perenungan, blog imajinasi, blog mantan kyai, blog kyai, blog islam, blog islam-indonesia, blog menulis, blog non-doktrin, blog desain grafis, blog keragaman, blog indonesia, blog jawa timur, blog tuban, blog surabaya, blog kejawen, blog merdeka, blog sampah, blog kyai tuban, blog kyai surabaya, blog ronggolawe, blog kyai indonesia, blog kiai

Suasana di pantat kapal. Kalau ada yang ingin mandi atau buang ampas biologis bisa langsung saja terjun ke Selat Madura sana :D

blog mantan kiai, blog mantan santri, blog santri, blog demokrasi, blog indonesia, blog pemikiran, blog perenungan, blog imajinasi, blog mantan kyai, blog kyai, blog islam, blog islam-indonesia, blog menulis, blog non-doktrin, blog desain grafis, blog keragaman, blog indonesia, blog jawa timur, blog tuban, blog surabaya, blog kejawen, blog merdeka, blog sampah, blog kyai tuban, blog kyai surabaya, blog ronggolawe, blog kyai indonesia, blog kiai

Tujuan kami. Pendopo Kabupaten Pamekasan.

blog mantan kiai, blog mantan santri, blog santri, blog demokrasi, blog indonesia, blog pemikiran, blog perenungan, blog imajinasi, blog mantan kyai, blog kyai, blog islam, blog islam-indonesia, blog menulis, blog non-doktrin, blog desain grafis, blog keragaman, blog indonesia, blog jawa timur, blog tuban, blog surabaya, blog kejawen, blog merdeka, blog sampah, blog kyai tuban, blog kyai surabaya, blog ronggolawe, blog kyai indonesia, blog kiai

Perjalanan pulang. Surabaya tampak cemerlang di malam hari dari selat. Ya iya laaaah :D

blog mantan kiai, blog mantan santri, blog santri, blog demokrasi, blog indonesia, blog pemikiran, blog perenungan, blog imajinasi, blog mantan kyai, blog kyai, blog islam, blog islam-indonesia, blog menulis, blog non-doktrin, blog desain grafis, blog keragaman, blog indonesia, blog jawa timur, blog tuban, blog surabaya, blog kejawen, blog merdeka, blog sampah, blog kyai tuban, blog kyai surabaya, blog ronggolawe, blog kyai indonesia, blog kiai

Meneruskan perjalanan ke Trenggalek menggunakan bus. Tuh lihat, baru sampe Kediri sudah tidak ada penumpang lain selain rombongan kami :D

blog mantan kiai, blog mantan santri, blog santri, blog demokrasi, blog indonesia, blog pemikiran, blog perenungan, blog imajinasi, blog mantan kyai, blog kyai, blog islam, blog islam-indonesia, blog menulis, blog non-doktrin, blog desain grafis, blog keragaman, blog indonesia, blog jawa timur, blog tuban, blog surabaya, blog kejawen, blog merdeka, blog sampah, blog kyai tuban, blog kyai surabaya, blog ronggolawe, blog kyai indonesia, blog kiai

Kembali menjumpai alun-alun Trenggalek. Loh, tumben ada yang berani ngebut di depan Petugas !!! Bawa anak kecil lagi :D

blog mantan kiai, blog mantan santri, blog santri, blog demokrasi, blog indonesia, blog pemikiran, blog perenungan, blog imajinasi, blog mantan kyai, blog kyai, blog islam, blog islam-indonesia, blog menulis, blog non-doktrin, blog desain grafis, blog keragaman, blog indonesia, blog jawa timur, blog tuban, blog surabaya, blog kejawen, blog merdeka, blog sampah, blog kyai tuban, blog kyai surabaya, blog ronggolawe, blog kyai indonesia, blog kiai

Inilah akibatnya jika berani datang ke Trenggalek di musim hujan. Seperti yang sudah saya katakan, anda hanya akan menjumpai becak sebagai sarana transportasi dalam kota. Dan beginilah jadinya jika anda naik becak ketika hujan. :D

blog mantan kiai, blog mantan santri, blog santri, blog demokrasi, blog indonesia, blog pemikiran, blog perenungan, blog imajinasi, blog mantan kyai, blog kyai, blog islam, blog islam-indonesia, blog menulis, blog non-doktrin, blog desain grafis, blog keragaman, blog indonesia, blog jawa timur, blog tuban, blog surabaya, blog kejawen, blog merdeka, blog sampah, blog kyai tuban, blog kyai surabaya, blog ronggolawe, blog kyai indonesia, blog kiai

Satu lagi oleh-oleh dari Trenggalek. Mungkin aman-aman saja ya, melakukan adegan “akrobatik” seperti ini di kota yang relatif masih tenang (baca: sepi).

{ 31 Comments } to Kembali ke Peradaban :D

  1. Dony Alfan

    “Kok, dirumah saja ???” Pelihara tuyul ya? Ato jangan2 nge-pet? :D

    Itu yang di Trenggalek, jangan2 Anang cilik!

  2. Epat

    lanjut jancukarta maringene jeh?

  3. Gun

    Anang cilik? Hakakakaa… :lol:

  4. thefachia

    Apan tuh mas ampas biologis?? :D

  5. Tony

    seru banget nih sering jalan2 :)

  6. elly.s

    jalan2 walo ktnya gak tau mo ngapain pasti ada hikmah n oleh2 yg dibawa drsana mas..
    contohnya ya foto2 ini…
    berguna bgt bagi kami yg blm pernah ke Madura n Trenggalek…
    Kapan jalan2 yg nggak tau mo ngapain ke Malaysia???
    mampir ya…

  7. Kyai slamet

    Sekedar tanya, orang trenggalek udah pakai baju kayak kita2? Makannya mereka apa?

  8. suwung

    kok aku ngak diajak?

  9. Daniel Mahendra

    Wah, foto-fotone ciamik tenan, Cak!

  10. Yari NK

    Yang penting…. udah nyobain beneran belum mbuang sampah biologis dari pantat kapal langsung ke laut?? Kalau belum pernah nanti nyesel loh…. :mrgreen:

  11. sawali tuhusetya

    walah, apa perjalanan ke pamekasan dan trenggalek itu bukan bagian dari peradaban, mas ardy, hehehe … yang pasti perjalanannya menyenangkan juga toh. saya membaca banya berita ttg pilgub ulang di jatim, khususnya di madura. semoga lancar dan tidak ada lagi situasi yang memanas. sudah capek kalau saben gari bertengar mlulu dg sesamanya sendiri.

  12. Andy MSE

    urusan Kaji atau Karsa kang kyai??? kekekekekekek

    *jangan2 panwas*

  13. cebong ipiet

    aku ditinggal
    huh pegat

  14. cebong ipiet

    apik mas potone,ngunu iku tergantung sing moto opo obyek e ya?

  15. mascayo

    oleh-olehnya bagus banget. terutama yang becak. siapa nyana itu terpal becak ? :)

  16. det

    lha bocah kok pencilaan nendi-nendi kui poiye to maksuteeeee :mrgreen:

  17. genthokelir

    wah dolan dolan toh critane wah keren keren fotonya mas asik jiga naik becak mas hahaha tanpa polusi
    salam

  18. antown

    sepertinya trenggalek kota yang asyik nih, bersih ya?

  19. Raffaell

    Wagh, keren banget…… kepengen, si Anang juga Trenggelek ya

  20. Ecko

    Trenggalek oh Trengalek…
    Saya punya keinginan berkunjung ke kota yang merupakan asal-usul Bapak saya ini. Tapi kapan yah? Hehehe, sok sibuk terus sih. :)

  21. Donny Verdian

    Ah, Madura!
    Aku jadi ingat waktu kecil dulu pernah pula melancong ke sana seperti Anda!

    Waktu itu kalau ndak salah ingat aku naik kapal Joko Thole bersama ratusan orang lainnya.

    Foto-fotonya wangun!

  22. mantan kyai

    @dony: iyo ngepet
    @epat: beres. wes pesen tiket iki :D
    @gun: untung lom ada anang
    @thefachia: …
    @elly.s: semoga bisa nyampek malesiah
    @kyai slamet: of de rekot ae …
    @daniel mahendra: wew. bisa aja sampean mas :D
    @yari: iya rasanya mungkin sensaional ya pak yari :D
    @sawali tuhusetya: amin pak !!
    @andy mse: yoih :D
    @cebong ipiet: masalahe aku gak ngeroso apik. mungkin penilaianmu subjektif karena kebetulan aku seng moto. iya kan ???? kekekeke
    @mascayo: iya mas. tersiksa aku didalam becak. becake sempit untuk badanku yg lebar :D
    @det: tunggu aku di ponorogo :D
    @genthokelir: next gunung kelir :D
    @antown: bersih dan senyap
    @ecko: nanti saya anterin mas :D
    @donny verdian: wangun??? waduh gak paham boso tengahan mas :D

  23. bewe

    Kalo Cincha Laura nyebut Trenggalek gimana ya? Chreng-gel-leiks?

  24. harianku

    seru kayanya mas, jalan jalan nya berhubung saya belum pernah naik kapal laut, katro nya saya :(

  25. afwan auliyar

    ternyata adegan akrobat bisa dilakukan oleh anak kecil yak …. :)

  26. marsudiyanto

    1. Kembali ke sila kedua dari Pancasila, kemanusiaan yg adil dan beradab
    2. Saya suka dengan istilah “blog hitam bukan blog biru”. Ada unsur pelecehan tapi alus…
    3. Saya juga suka foto yang menyertainya.
    4. Sudah.

  27. gajah_pesing

    slamet iku pancen provokator temen kok, huehuehuehuehuehue…

    wong nggalek mangan opo?

  28. Tukang Nggunem

    Yoh…selamat kembali ke habitat wae nek ngunu…

  29. aRuL

    (woot) jadi ngelamar anangnya? hmm :D

  30. Nyante Aza Lae

    nama kapalnya suramadu..kapan siapnya tuh jembatan mas? klo dah siap pengen maen2 ke kampung (alm) ayahku…

  31. zam

    woh.. enak-e.. jeng-jengterus!!

Leave a Reply


1 June 2010 • Pekerjaan • ardyansah

Ketika mendengar “canting”, orang pasti terpikir perangkat mungil berbentuk cawan dengan pegangan dan ujung “pena” yang biasa digunakan oleh seniman batik untuk menggores dan memberi sentuhan akhir untuk karya-karyanya. Canting adalah simbol kesadaran untuk berkarya. Kecil, bersahaja, tetapi sangat besar peranannya. Barangkali filosofi inilah yang mendasari Derry Sunarso, sutradara rendah hati yang karyanya banyak terinspirasi kemegahan [...][...]

26 January 2010 • Ketertarikan, Pekerjaan, Penuturan • ardyansah

Menulis, -menurut saya- dalam banyak hal tak jauh berbeda dari mendesain. Sama-sama merancang, sama-sama mengandalkan ide sebagai ruh, sama-sama bekerja dengan imajinasi (dan atau fantasi), sama-sama membutuhkan kreativitas untuk mengemasnya menjadi sebuah entitas karya,  juga yang pasti sama-sama tak mudah mengerjakannya. Estetika dalam desain bisa dinilai dari bentuk, komposisi, warna, dan elemen-elemen visual lainnya. [...][...]