Seorang sahabat mengabarkan kepada saya bahwa dirinya baru saja didapuk sebagai ketua RT di lingkungan tempat tinggalnya. Hasil voting menyatakan sahabat saya ini mendapat dukungan sekitar 45% dari segenap warga yang hadir dan menggunakan hak pilihnya, atau yang tertinggi mengungguli 3 kandidat lainnya. Dari raut mukanya saya belum berani menerka, ini sebenarnya kabar baik atau kabar buruk buat dirinya
Ketua RT sama sekali bukan jabatan yang elit secara struktural birokratis, bukan pula jabatan komersil yang menguntungkan jika dilihat dari sudut pandang ekonomi, tetapi toh -secara administratif- kehadirannya wajib ada di tengah lingkungan masyarakat. Dan sepertinya sahabat saya ini sedang “dikorbankan” untuk memikul “pekerjaan” yang tanpa tunjangan dan komisi ini. Tetapi dari senyumnya kemudian saya tahu dia ikhlas menjalani peran barunya.
Untuk menjadi ketua RT tidak menuntut syarat yang ketat, kandidat tidak mesti berpengalaman, tidak harus pengusaha yang pragmatis, tak wajib memiliki karier militer moncer, tak peduli anak bekas RT atau bekas preman, tak penting juga kyai atau mantan kyai. Memilih ketua RT tak serumit memilih presiden
Yang penting mau dan mampu.
Entah kenapa tiba-tiba terlintas pertanyaan di benak saya, benarkah menjadi ketua RT kalah mulia jika dibandingkan dengan -katakanlah- seorang presiden? Benarkah peluang untuk menjadi terhormat itu hanya bisa ditemukan ketika memenangkan pemilu?. Dari ketua RT sahabat saya ini saya mendapatkan isyarat, bahwa kemuliaan dan kehormatan tidak melulu dibangun dengan hamparan vinil bertuliskan pesan palsu di pinggir-pinggir jalan, podium-podium sandiwara, orasi yang meluap-luap, atau biaya kampanye yang kalap. Tetapi selalu diawali oleh keikhlasan.
March 7th, 2009 at 8:31 pm
Ikhlas mengabdi dan ikhlas menjalani..
*susah*
March 7th, 2009 at 8:33 pm
memberi untuk merugi, melayani dan bukan untuk dilayani.
*ikut prinsip semar*
March 7th, 2009 at 8:56 pm
Ilmu Ikhlas koyo tukang parkir . . Ilmu Ikhlas menerima ketetapan Allah
March 7th, 2009 at 8:57 pm
Suatu kata yang mudah diucap tapi sulit dilakukan, Ikhlas….
March 7th, 2009 at 9:08 pm
tumben nggenah dalan pikirane?
wekeke
March 7th, 2009 at 9:35 pm
ketua RT itu jabatan sosial, mas ardy. banyak orang yang berupaya menghindarinya, sehingga voting menjadi jalan terakhir utk memaksa seseorang agar tidak menolaknya. beda dg caleg atau jabatan karier lainnya. mereka rela menggunakan uang pelicin utk memuluskan jalan meraih impiannya, hehe ….
March 7th, 2009 at 11:10 pm
Tidak semua RT punya sifat ikhlas apalagi RT di kota,boro2 ikhlas wong mau bikin ktp aja harus mbayar padahal sm tetangganya sendiri
March 8th, 2009 at 3:58 am
@ikhsan: koreksi yang fair. memang tidak semua ikhlas. yang kurang ajar juga banyak. dan saya juga sudah mengalamai berurusan dengan rt brengsek. tapi untuk tulisan ini, that’s not the point
March 8th, 2009 at 6:10 am
Sampeyan milih dadi pak RT opo presiden?
March 8th, 2009 at 6:44 am
Yang komentar di sini ada yg Ketua RT?.
Kalau saya paling pol jadi Sekretarisnya…
March 8th, 2009 at 7:55 am
@-GoenRock- : saya milih jadi drummer aja
March 8th, 2009 at 7:56 am
@marsudiyanto: jangan2 sampean kurang ikhlas pak mar. makanya gak bisa naik jadi RT .. hehehe
March 8th, 2009 at 2:28 pm
selamat bertugas Pak RT
Ingat, ngurus KTP gratis lo ya..:D
March 8th, 2009 at 3:33 pm
Misakne kancane pean… Ketua RT itu tidak hanya ujung tombak, juga ujung tombok…
March 8th, 2009 at 5:12 pm
RT brengsek? weleh … pengen di pecat dadi warga arek iki yo (angry)
March 8th, 2009 at 9:30 pm
kami punya RT yang baiiik banget …
ya ikhlas…walo beliao sendiri sibuk…
honor? malah2 uangnya kepake mulu utk ini itu…
doaku moga Allah murahkan rezekinya…
March 9th, 2009 at 1:23 am
semoga menjadi ketua RT yang baik, bukan untuk memata-matai warganya saja…
March 9th, 2009 at 1:25 am
aku pengen jadi ketua RT di nDOLLY…
March 9th, 2009 at 5:17 am
Lagi nggenah, postingnya serius kali ini..
Apik, apik!
March 9th, 2009 at 8:17 am
yang penting mah ikhlas.. mau jadi apa aja asal ikhlas ya mulia..
-sayang aku masih blom ikhlas kerja di kantor- [masa oloh]
March 9th, 2009 at 9:28 am
Jadi inget bapak saya … hehehehe …
March 9th, 2009 at 1:37 pm
mantab nui… gambarnya lucu juga..
March 9th, 2009 at 6:06 pm
lha saya RT
March 9th, 2009 at 9:57 pm
ketua RT, dipilih untuk dijadikan bahan paidho.
hidup Pak RT !
March 9th, 2009 at 10:05 pm
sing penting gelem di tunjuk, ngono ae wes dadi RT
March 9th, 2009 at 10:16 pm
potomu ngganteng kang..pantes dadi Pak RT
March 9th, 2009 at 11:15 pm
bedane RT sama Presiden ya bayarane kang…
Tapi RT ndak banyak omong daripada capres2 yang banyak omong di panggung2 sandiwara, seperti yg sampeyan bilang…
March 11th, 2009 at 10:58 pm
menjadi seorang yang terhormat dan mulia itu tidak akan bisa dicari, namun akan datang dengan sendirinya seiring dengan tindak tanduk dan tingkah laku kita…