4 ekor ikan memutuskan untuk menyatukan komitmen mengarungi hamparan Sungai Tantangan yang berada di depan mereka menuju Tanjung Harapan. Batu-batu kali yang kokoh dan terjal menghadang mereka di sepanjang perjalanan. Sesekali mereka berkelit, melompat, menyelam, menerobos arus air yang sering datang tak berpola. Tetapi mereka tetap bersama-sama.
Sampai kemudian salah seekor dari mereka merasa bahwa ternyata mereka mengikuti tikungan arus yang keliru. Maka si ikan sok pintar itu segera menggiring ketiga rekannya ke bawah sebuah rongga batu dan melakukan konsolidasi. Berbagai teori dan analisa mereka perdebatkan tentang arah dan tujuan yang diyakini masing-masing pihak. Ribut sekali di dalam air, sesekali menimbulkan riak dan buih diatas permukaan. Namun, belum lagi mereka menemukan solusi untuk masalah mereka, batu tempat mereka berlindung, bernegosiasi dan meluruskan komitmen tiba-tiba goyah dan berguncang, sedetik kemudian batu yang tampak perkasa di luar tetapi keropos di dalam itu ambles, sebelum berguling-guling diterjang arus sungai.
Gelombang air akibat keruntuhan batu itu memaksa keempat ekor ikan itu berhamburan, semburat. Ikan sok pintar itu kini terengah-engah terdampar di bibir sungai, sementara ketiga sahabatnya diyakininya masih berada di dalam air. Meskipun dia tak sepenuhnya yakin.
Masih menahan rasa sakit pada belulang dan (juga) hatinya, ikan sok pintar itu kini hanya berharap Tuhan mengabulkan keinginannya untuk bertransformasi menjadi seekor burung. Si ikan membayangkan betapa menyenangkan lepas dari batas kontur sungai, melayang dan menukik di udara, sambil sesekali bisa singgah di atas rerumputan dan tentu saja kembali bermain diatas air. Atau jika Tuhan keberatan mengabulkan doanya, dia berharap diberi dosis ketabahan yang berlimpah untuk kembali melanjutkan perjalanan hingga ke ujung.
***
Gambar : Googling
November 5th, 2008 at 2:07 am
iwak emprit opo iwak doro iki ?
ngomong lawuh kan ….
November 5th, 2008 at 2:21 am
duh, dasar ikan tak tahu diri, sudah menyesatkan rombongan, eh masih mau berdoa lagi. doanya pun aneh, bukannya ingin diberi hidayah, tapi malah minta jadi burung. jangan2 ikan ini merupakan potret sebagain besar kaum elite kita yang berambisi untuk “menyesatkan” jamaahnya, haks.
November 5th, 2008 at 2:22 am
sudah sneeng2 bisa komen, eh ternyata tak bisa vertamax, kesalip sama mas adipati kademangan.
November 5th, 2008 at 2:23 am
ikut2an seperti ikat yang telah menyesatkan jamaahnya. saya juga berambisi untuk menjadi top komentator, wakakaka …
November 5th, 2008 at 2:25 am
ambisiku ingin menggeser kedudukan kyai slamet mumpung dia masih sibuk ngitung2 suara jagonya di jatim.
November 5th, 2008 at 2:26 am
alhamdulillah, cita2ku akhirnya terkabul agar tetep bisa bertengger di posisi teratas sebagai top komentator, hiks.
November 5th, 2008 at 2:27 am
sepurane sing akeh ya, cak ardy, nyampah sembarangan di sini, kekeke ….
November 5th, 2008 at 3:38 am
Laah…. si ikan kok cuma berdoa terus sih?? Kenapa nggak usaha?? Wong manusia aja butuh ribuan generasi sebelum ia bisa terbang seperti burung dan menyelam seperti ikan.
Nah…. si ikan harus mengajarkan kepada anak2nya berdoa dan berusaha mungkin nanti jutaan generasi ikan berikutnya baru ia bisa menikmati hasil usahanya yaitu bisa terbang seperti burung… **halaah komen kacau**
November 5th, 2008 at 6:01 am
but, ada satu hal yg mengganjal nih, tag blognya itu tuh :d
kl mantan maling berarti dia sdh insyaf jd maling dan sekarang sudah baikan, kalo mantan kiyai berarti sekarang sdh gak jd kiyai, mental tambah bobrok dong
baikan di ganti saja mas ardi :d “Blog Santri”
November 5th, 2008 at 6:49 am
iwak ngawur! mending di goreng wae….enak
November 5th, 2008 at 7:02 am
Wow, sebuah kisah yang inspiratif. ini pengalaman pribadi, Mas?
November 5th, 2008 at 7:26 am
jadi kamu itu sok pintar ya?
November 5th, 2008 at 9:35 am
payah ikannya ngga bisa berubah jadi putri duyung *ngeloyor*
November 5th, 2008 at 10:56 am
wah.. ngomongin ikan jadi laper de…
heheh
November 5th, 2008 at 11:06 am
biasanya sok pintar itu gagalnya kelihatan, namun lebih mudah diperbaiki. paling repot yang merasa pintar. diam-diam menghanyutkan, dan blo’on nya terpelihara secara sukses:P
November 5th, 2008 at 12:16 pm
coba waktu itu ikan nya bawa peta, pasti dia ga kesasar deh
November 5th, 2008 at 2:53 pm
ada kok ikan terbang..
November 5th, 2008 at 2:57 pm
barusan makan ikan..
November 5th, 2008 at 2:59 pm
daripada dibikinin postingan mending ikannya dibakar
November 5th, 2008 at 3:07 pm
ngejar setoran buat jadi top komentator nih
November 5th, 2008 at 3:51 pm
jadi ikan aja kok sombong, eh pengin jadi burung pula. burung emprit aja ya hehehehe…
November 5th, 2008 at 4:11 pm
iwak yang bisa terbang ya, iwak doro
), lama nih ga makan burung dara goreng..
November 5th, 2008 at 5:29 pm
saya juga mau menyusul Pak sawali ah…
dasar ikan sok tau… pake bikin acara konsolidasi segala lagi
November 5th, 2008 at 5:50 pm
Wahhhhh ikan terbang toh aneh yah
November 6th, 2008 at 1:13 am
Semoga kita semua bisa dihindarkan dari seperti ikan yang sombong itu.
Seneng udh bisa mampir kesini, salam hangat dari afrika barat!
November 6th, 2008 at 2:34 am
Wah ikan kerupuk nech….xixixixixixi
Sip ada hikmah yangg bisa saya ambil dari tulisan sampeyan ini…. Manteb…..
November 6th, 2008 at 3:52 am
sip banget,,,
betuuuuuuuuuuul
halah, ngawur
November 6th, 2008 at 4:15 am
Layak dijadikan sinetron anak…
Hihihi!
November 6th, 2008 at 6:43 am
mantab kang tlisanx… emng gak baik yak jadi orng sok pintar, eh ikan sok pintar… hihihihi..
November 6th, 2008 at 10:05 am
pesan moralnya apa nih!
jangan sok pintar apa jangan berenang di laut terbuka!
wkekekek!
November 6th, 2008 at 10:29 am
goreng baru tau!
November 6th, 2008 at 11:30 am
Apa ikannya berubah menjadi ikan terbang ya?
November 6th, 2008 at 11:31 am
Itu ikan kok nggak melakukan pemetaan dulu to??? Jadinya ya salah jalan…
November 6th, 2008 at 11:32 am
Seharusnya kalau mau pergi2 ikannya bawa GPS, biar nggak tersesat…
November 6th, 2008 at 11:33 am
Maaf yi, saya tiru-tiru pak Sawali, walaupun masih jauh dari top komentator, setidaknya biar nggak ilang dari daftar… hehehe
November 6th, 2008 at 12:31 pm
salah ikut yang mimpin kena juga jadinya
November 6th, 2008 at 3:11 pm
aku langsung teringat ikannya indosiar je.
November 6th, 2008 at 4:58 pm
disclaimer:
cerita di atas hanyalah fiksi belaka.
jika ada kesamaan tokoh, lokasi dan kejadian, itu hanya akal2an kang ardy saja.
November 7th, 2008 at 2:46 am
Menurut teori, reptil-lah yang berevolusi menjadi burung. Bukan ikan.
November 7th, 2008 at 10:25 am
ada beberapa alternatif solusi:
digoreng, dibakar, dipepes, di jarke wae, pakakke kucing…
November 7th, 2008 at 10:40 am
semoga ikannya berhasil jadi burung. amiiin
November 7th, 2008 at 12:46 pm
Suatu artikel yang baik untuk direnungkan
November 7th, 2008 at 1:00 pm
burungmu piye paklik
November 7th, 2008 at 3:08 pm
ikannya selingkuh dengan merpati
November 7th, 2008 at 3:50 pm
Sungguh luar biasa doa ikan itu. Dikabulkan apa nggak ya…?
November 8th, 2008 at 9:26 am
Walah, ikan ikan sedang ngos-ngosan takut kena pancing
November 8th, 2008 at 7:27 pm
wes … wes … wes … iqi ceritane pengalaman pribadi ngunu ya mas
)
podo binggung kabeh
… tapi peace ah …
dadi terus saiqi opo sing dirasakne karo iwak sing lepas soko kelompoke kae maeng mas ?
terus kiro2 saiqi opo sing sebaike iso’ disaranne gawe iwak sing 3 maeng mas, mesakne mas … ben ra suwih2 kesasar-e ?
*rombongan sing ra duwe pemimpin sing jelas … hare … angel rasane mlaku karo sikil 2 tapi sirahe ono 4 , bedo2 cara mikire maneh
Tetap SEMANGAT gawe SELAMET dulur …
November 9th, 2008 at 8:16 am
Ra mudeng kowe nulia opo…ra wangun kowe serius2 ngene…wes tuwo tambah tuwo kowe mengko nek serius2…wes tak ngising sik ya…
November 9th, 2008 at 11:03 am
Nasib, Kodrat dan Takdir….kehidupan
November 10th, 2008 at 9:45 am
pa kabar om?
November 13th, 2008 at 8:26 pm
wah dasarnya ikan tuh nggak tahu diri wong burung aja pingin bisa renang hehehe
sentilan buat siapa lagi nih hahaha
November 18th, 2008 at 11:47 am
empat ikan…..sekarang tinggal tiga………..

di air atau di udara sama2 enak koq bos…
kl jd burung, sekalian jd garuda…
ganbatte..
November 23rd, 2008 at 2:51 am
bagus lah buat renungan. thanx.