Air memegang peranan penting demi menjaga kelangsungan hidup dimuka bumi. Terbukti dari catatan sejarah di belahan dunia manapun, peradaban selalu tumbuh dari tempat-tempat yang mempunyai kemudahan akses terhadap air. Sebut saja misalnya Mesopotamia atau Mesir Kuno.
Air dan juga komponen penyangga bumi lainnya, awalnya terjaga dengan baik. Bumi masih hijau, planet masih sangat asri, sementara manusia yang sejak semula didapuk menjadi pengelola alam ini belum berkembang alam pikirannya. Lingkungan kehidupan waktu itu lebih mendukung untuk perkembangan alam perasaan dan wilayah spiritual manusia, yang kemudian melahirkan mitos-mitos dan agama purba. Latar belakang kebatinan semacam inilah yang -barangkali- lebih berpihak pada keseimbangan dan pelestarian unsur-unsur alam.
Seiring dengan perkembangan manusia modern yang tak lagi menghiraukan aspek-aspek spiritual dan cenderung serampangan, perlindungan terhadap kelestarian alam dari sisi moral/ kebatinan menjadi mengendur. Hal ini diperparah dengan semangat industrialisasi yang membabi buta, melejitnya angka pertambahan penduduk, perkembangan teknologi mekanikal yang memungkinkan perusakan dalam skala yang lebih dahsyat, regulasi dan perlindungan yang kurang memadai oleh perangkat undang-undang, serta yang terutama adalah kerakusan manusia untuk selalu meng-eksploitasi alam demi keuntungan ekonomis tanpa diimbangi dengan usaha pelestarian yang berimbang dan berkesinambungan.
Semua yang saya sampaikan diatas barangkali klise dan merupakan rahasia umum (rahasia kok umum) belaka. Semua sudah pada tahu, semua bahkan sudah lebih pintar. Tapi tak ada salahnya jika kita sekali waktu bergabung dan turut menjadi bagian dari masyarakat dunia yang peduli akan kelangsungan kehidupan kita di planet kecil bernama bumi ini.
Tanggal 22 Maret, sesuai dengan usulan Agenda 21 yang merupakan hasil dari konferensi UNCED (United Nation Conferences on Environment and Development) di Rio de Janeiro, disepakati oleh PBB menjadi Hari Air Sedunia (World Water Day) sejak Maret 1993. Tiap tahun memiliki tema yang berbeda, dan untuk tahun ini temanya adalah: “Shared Waters Shared Opportunities”. Maaf, saya tidak bisa bercerita apa-apa tentang tema yang dimaksud ![]()
Untuk lebih jelasnya tentang tema tersebut dan atau apa itu Hari Air Sedunia, anda bisa memperoleh di artikel-artikel lain yang lebih ilmiah. Sementara untuk saya sendiri, biarlah cukup sebagai pengabar bahwa Komunitas Kreatif di Surabaya bersama Dewan Kota Surabaya yang telah berkomitmen untuk selalu mengadakan kegiatan berbasis masyarakat/publik, bekerjasama dengan beberapa komunitas menyelenggarakan berbagai kegiatan dalam rangka Hari Air Sedunia ini pada hari Minggu 22 Maret 2009 lalu.
Rangkaian acara yang dipusatkan di Taman Bungkul ini sekaligus untuk memeriahkan program dwi mingguan: Car Free Day (CFD) yang justru batal dilaksanakan minggu ini dengan alasan tidak ada yang menjaga, sebab pihak kepolisian berkonsentrasi pada pengamanan masa kampanye menjelang Pemilu 2009.
Acara ini diikuti oleh berbagai komunitas dari dalam dan luar Surabaya diantaranya:
- Komunitas Tiada Ruang
- Komunitas Blogger Surabaya (tugupahlawan.com)
- Komunitas Bunderan Hotel Indonedia (BHI) Jakarta
- Paguyuban Karl May Indonesia (PKMI) Surabaya
- Komunitas Nol Sampah Surabaya
- KRUHA (Koalisi Rakyat Untuk Hak atas Air)
- Komunitas Historia Indonesia (KHI) Surabaya
- Dan tentu saja Dewan Kota Surabaya plus beberapa wartawan yang meliput juga bapak-bapak polisi yang jaga keamanan yang beberapa diantaranya ikut melukis.
Demikian yang bisa saya laporkan dari Taman Bungkul. Semoga aksi dan apresiasi semacam ini bisa terus berkembang di Surabaya. Untuk lebih jelasnya silahkan anda memeloroti memelototi foto-foto di bawah ini

Rekan-rekan dari KRUHA memamerkan berbagai poster tentang perlunya menjaga air bersih.

Suasana pembuatan graffiti oleh rekan-rekan Komunitas Tanpa Ruang (bukan Tanpa Uang)

Wah, Pak Kholik ini rupanya kreatif juga ya
Sippp Ndan !!!

Hasil graffiti di pajang di salah satu sudut Taman Bungkul

Artinya: Aku tidak mau punya pacar yang berak di sungai Surabaya. Nah?? Masio aku yo emoh rek!!!

01. Omit; 02. Ipul; 03. XKH; 04. Deteksi; 05. Mbah Sangkil; 06. Bodrex; 07. Didit PSSI; 08. Gajah Pesing
***
Berhubung masih dalam suasana kebahagiaan pernikahan Mas Ipul dan Mbak Omit. Acara kemudian dilanjutkan malam harinya di Bebek Goreng Padin. Sayang sekali karena mendadak si kecil ngambeg, akhirnya saya harus melawatkan traktiran dari pasangan greng gres ini
Semoga Sukses dan Selalu Berbahagia untuk kalian berdua!!!
March 24th, 2009 at 11:42 pm
yak.. demikian laporan pandangan mata dari “ekskaha de la concetta” … hahaha
March 25th, 2009 at 12:02 am
kegiatan itu mungkin bisa pemicu untuk semua melangkah bersama demi konservasi air dan sumber mata air
March 25th, 2009 at 12:16 am
gak ada poster “basmi privatisasi air” yah…???
March 25th, 2009 at 12:32 am
@suryaden: hu uh. privatisasi air sableng. emang banyune mbahe po??? (angry)
March 25th, 2009 at 1:59 am
lah, di jakarta kok adem ayem aja ya? apa saya yang kurang bergaul?
March 25th, 2009 at 3:08 am
Lho, walau bukan banyune mbahe, privatisasi air kalau demi kepentingan umat, piye?
March 25th, 2009 at 5:08 am
Hahaha, aku suka poster yang “Aku emoh”
Tau nggak, di pompa bensin di sini selalu disediakan “Fresh air and water” aku masih selalu mikir itu berarti “Air bersih dan air”
Air= water!
Hahahaha…
March 25th, 2009 at 6:29 am
@Daniel Mahendra: oh, demi kpentingan umat toh mas. kalo gitu saya setuju. tapi kalao baca ini kok ga yakin
doh kasian mbahe kok kita bawa2 ya mas. hehehe
@DV: fresh air = air bersih. bhuahahaha. air craft = kerajinan air
March 25th, 2009 at 7:00 am
TOLAK AIR MINUM DALAM KEMASAN (Aqua dan sejenisnya) INI ADALAH BENTUK PRIVATISASI AIR…!!!!!!!!!
@suryaden: yen acara ini disponsori PDAM ora bakalan ono, sebab PDAM yo genah melakukan privatisasi air..
March 25th, 2009 at 7:03 am
opo meneh nek disponsori oleh perusahaaan AMDK.,
genah ora mungkin tok…
March 25th, 2009 at 7:09 am
Tolak!!!! *opo ne sing ditolak iki*
CD ne wes mbok ndelok ta cuk???
March 25th, 2009 at 8:49 am
Foto q Kok ora ono???????
(angry)
March 25th, 2009 at 9:06 am
@ciwir: tolak amdk?? beh mesakne bakul akua
@luxsman: lha kowe minggat nang endi??
March 25th, 2009 at 10:19 am
Menarik membaca soal privatiasi air di site Walhi. Suwun, Cak. Betul, privatiasi air memang sableng. Banyune mbahe po??! Wakakakakkk!
March 25th, 2009 at 10:30 am
and not to forget, shared responsibilities!
menjaga kelestarian air bersih adalah tanggung jawab bersama!
March 25th, 2009 at 11:17 am
Hari Sperma Sedunia ada nggak?.
Bukankah sperma juga sumber kehidupan?.
Atau, menyatu dengan Hari Air?.
March 25th, 2009 at 11:36 am
di surabaya air aja beli … di tempat nenek moyangku lho air gratis ,,, mengalir bening
jadi inget pas di GK mandi … serasa di kampung halaman .. hehe
March 25th, 2009 at 11:44 am
@marsudiyanto: sampean ki bisa ndak sih pak. komen yang gak bikin orang kepingkel-pingkel .. jiakakakaka!!!
March 25th, 2009 at 12:17 pm
Foto yang paling bawah keren-keren.
March 25th, 2009 at 12:44 pm
Kalau air dikasih air seni gimana ya mas?? Boleh nggak?? Bukannya sama2 air?? Kan temanya juga ‘Hari Air Sedunia’. Jadinya semua air dirayakan kan?? Huehehe…
**kaboor duluan aah**
March 25th, 2009 at 2:25 pm
privatisasi air? lha kok aneh-aneh wae tho yo. nanti lama-lama bernafas pun kita harus bayar
March 25th, 2009 at 3:18 pm
Tahu gitu aku ke Surabajul Mas. Salut. Emang arek Suroboyo TOP, biar Surabaya panas, urusan kreatif tetap jalan.
March 25th, 2009 at 4:46 pm
air bening
beningnya air
air mata
mata air
air jatuh
jatuhan air
air buangan
permisi, aku mau
buang air….
salam kenal
(terprovokasi tulisan daniel, makanya mampir buang air. ups, sory, mampir silaturahmi…
March 25th, 2009 at 7:28 pm
Laporan diterima … Jakarta ada gak sih yang kaya gini mas, selain komunitas bundaran HI itu
March 25th, 2009 at 10:57 pm
acara dan aktivitas yang sarat makna, mas ardy. melalui momen ini, semoga segenap komponen bangsa mulai peduli utk menyelamatkan bumi dan air. sejak dulu tanah air kan memang ibarat dua sisi dalam satu keping duwit recehan, hehe ….
March 26th, 2009 at 6:32 am
lho ada mural yang lupa dipajang!!!!
tulisannya: http://www.deteksi.info
March 26th, 2009 at 6:33 am
woooooooooohhh ternyata ada itu yang pink dan dipajang dengan face menghadap jalan. bagus itu, deteksi.info makin terkenal di dunia akherat haks!
March 26th, 2009 at 2:29 pm
semoga kita bisa lebih menyayangi air
byme
March 26th, 2009 at 8:11 pm
Coba kalo ait itu bisa sebagai bahan bakar kendaraan? mungkin bakalan tambah langka kali ya
tau gak mas aku juga pernah nulis tentang hari air sedunia tahun lagi disini : http://ria.choosen.net/2008/03/25/world-water-day/
Kok tahun ini aku lupa ya???
setitik air sangat penting bagi kehidupan sekarang dan masa depan, setuju?
March 26th, 2009 at 9:05 pm
Woo critane lomba lukis ta kang?
La lukisan pean kok ga dipajang?
March 26th, 2009 at 11:04 pm
Siip, mantabs…
*bingung nulis opo mbah…
March 26th, 2009 at 11:10 pm
bener2 kreatip
March 28th, 2009 at 9:54 am
sekolah kami juga melakukan hal yang serupa untuk memperingati hari air sedunia..kami juga akan mengadakan lomba mural untuk siswa SD dan SMP.
March 31st, 2009 at 3:02 am
Salut buat arek2 Suroboyo yang sangat peduli dengan lingkungannya, jos!
April 6th, 2009 at 9:38 am
setelah gerakan “emoh ngeseng nang kali” kudune diteruskan juga dengan aksi “ayo ndang wawik” biar bokongnya anak-anak rada mulus. biar nilai jualnya lebih tinggi gitu lho…
November 18th, 2009 at 12:20 am
semoga gerakan2 semacam ini bisa terus berkembang
dan mencapai esensinya untuk menjaga lingkungan