17 March 2009 • Keganjilan, Remahan • ardyansah

Tulisan saya sebelum ini dianggap terlalu mellow oleh seorang sahabat. Entah kenapa jejaka yang diragukan keperjakaannya ini menganggap demikian, padahal inti tulisan saya sama sekali tidak menye-menye seperti yang dituduhkan lelaki petualang cinta ini :D

Belum habis keheranan saya, si jejaka -dalam status-  ini kok malah menulis sesuatu di plurk yang membuat saya terkekeh-kekeh. Seperti ini tulisannya:

“Akankah dirimu disana bermimpi tentang diriku? aku disini tidak bisa tidur merindukanmu…”

Selamat pagi, bro!!! Sudah habis berapa botol pagi ini? Tuang lagi, yuk !!! :D

{ 34 Comments } to Epat. Mellow apa Mabok??

  1. senoaji

    kakeyan “tukeran link” cuk *cruiingg*

  2. DETEKSI

    POSTINGAN RA MUTU. ADA APA DENGAN MANTANKYAICABUL?

  3. suryaden

    kebanyakan sasaran, loh kok malah dilapiaskan sama botol :lol:

  4. ajengkol

    Epat lagi jerawatan kali

  5. Epat

    loh ya? salahku opo seh? coba dibaca baek2 dulu komen ku di postingan sbelumnya.
    mbuh kah wess… angkat gelasnya pakcik! jangan ada sadar antara kita!

  6. mantan kyai

    @Epat: bhuahahahahahaha …

  7. gajah_pesing

    aku melok…..
    angkat gelas bro…

  8. DV

    Tanda-tanda hedonisme merambah Tuban, XKH mendadak homo!

  9. mantan kyai

    @DV: walah, kesimpulan sampean kok mengerikan gitu :D

  10. Frenavit Putra

    Hadoh-hadoh…. Ayak-ayak ae… sesama melow dilarang mendahului… (Loh)… BTW lek mendem mbok yo ojo di posting… ileng anak bojo… wekekekekeke… Piss.. Piss… (Kebelet Pipis… hehehe)

  11. ipanks

    kadang emang perlu om utk bikin posting mellow hehehe

  12. tukang nggunem

    Hmmmm…jadi klao mellow harus curhat sama botol ya?? budal..!!!!!!!!!!

  13. Bukan kiai

    Salam kenal, apa ini sisa2 umat nabi Luth ya..? ha…h..

  14. zenteguh

    salam kenal utk mas epat…mbok aku diajak nek diputer gelase (mlayuu..)

  15. Yari NK

    Ya nggak apa2…. sekali2 antarbukanjejaka saling basah2an rindu2an, nggak apa2 kan?? wakakakak….

    **kaboooooooor**

  16. -=«GoenRock®»=-

    Arep ngombe2?? Meluuuuuu!!!

  17. dita_disini

    ckckckck… epat ternyata…. (nottalking)

  18. aRai

    jiakakakkakakaka … ancuk *cruing*

  19. joe

    waduh, lha kok melow begitu ya?

  20. DM

    Botol kecap opo botol susu? :p

  21. ciwir

    *tosss*

  22. sawali tuhusetya

    bercinta saja kok mesti lewat blog dan plurk toh, mas ardy, kekeke ….

  23. Kyai slamet

    Oalah Pe Tape!

  24. Ersis Warmansyah Abbas

    Rinduku rindu tak bertepi
    padamu rindu tiada akhir
    rindu srindu rindu
    rindu merindu
    padaMu

  25. emfajar

    emank lagi banyak yang mellow2 sekarang,, lagi musim yah..

  26. Noe2

    he…. Orang yang aneh!

  27. gum

    he! sing muter gelase. ojo wong-e! hayo lungguh!

    :) )

  28. muhamaze

    mellow dan mabuk kayaknya beda tipis lho.. hehe..

  29. denologis

    opo iki?

  30. Jonk

    hohohoho, mas mantan kyai kebanyakan makan botol inihhh, ayooo makan botol lagi kekekekekekkk …

    lam kenal mas :D

  31. mantan kyai

    @denologis: yo kuwi (doh)

  32. Dony Alfan

    Mabuk kok ora ajak?! :mrgreen:

  33. junjung

    hahah….
    urusan perjaka keseret juga:D

  34. genthokelir

    uh hahahaha epat itu suka mabok yah mas

Leave a Reply


1 June 2010 • Pekerjaan • ardyansah

Ketika mendengar “canting”, orang pasti terpikir perangkat mungil berbentuk cawan dengan pegangan dan ujung “pena” yang biasa digunakan oleh seniman batik untuk menggores dan memberi sentuhan akhir untuk karya-karyanya. Canting adalah simbol kesadaran untuk berkarya. Kecil, bersahaja, tetapi sangat besar peranannya. Barangkali filosofi inilah yang mendasari Derry Sunarso, sutradara rendah hati yang karyanya banyak terinspirasi kemegahan [...][...]

26 January 2010 • Ketertarikan, Pekerjaan, Penuturan • ardyansah

Menulis, -menurut saya- dalam banyak hal tak jauh berbeda dari mendesain. Sama-sama merancang, sama-sama mengandalkan ide sebagai ruh, sama-sama bekerja dengan imajinasi (dan atau fantasi), sama-sama membutuhkan kreativitas untuk mengemasnya menjadi sebuah entitas karya,  juga yang pasti sama-sama tak mudah mengerjakannya. Estetika dalam desain bisa dinilai dari bentuk, komposisi, warna, dan elemen-elemen visual lainnya. [...][...]