28 March 2009 • Keindonesiaan, Penerawangan, Renungan • ardyansah

Bumi semakin panas. Kalau tidak percaya, silahkan perhatikan potongan baju yang dipakai wanita-wanita muda jaman sekarang: tipis, minimalis, dan terbuka. Berada di mall yang sudah sejuk ber-AC saja kadang mereka memilih mengenakan celana super pendek dan baju yang semampir ala kadarnya di tubuh-tubuh mulus mereka. Fiuh, bumi memang benar-benar semakin panas :D

Tentang hubungan bumi yang panas dan baju yang terbuka boleh jadi hanyalah hasil penalaran serampangan dari sekian premis yang tersedia. Tentu tidak benar bahwa pemanasan global mempengaruhi kecenderungan berpakaian terbuka para wanita, meskipun tidak ada yang membantah bahwa pakaian yang terbuka menjadi salah satu sumber “pemanasan” :D

Hari-hari belakangan, kita banyak menerima ajakan, seruan, himbauan, dan apapun itu sebutannya untuk lebih peduli terhadap bumi dan bahaya pemanasan global yang tengah mengancam. Yang terbaru, demi mensukseskan apa yang disebut “Earth Hour“, nanti malam kita bersama-sama penduduk 81 negara di dunia pada pukul 20:30-21:30 diminta untuk tidak menyalakan lampu dan peralatan elektronik lainnya yang selama ini dianggap sebagai salah satu biang kerok pemanasan bumi.

Tentu pemadaman listrik yang hanya 60 menit itu tidak serta merta mendinginkan bumi yang sudah terlanjur gerah, tetapi setidaknya upaya ini bisa menumbuhkan kesadaran kepada kita bahwa pemborosan dan inefisiensi sekecil apapun sudah semestinya dicegah demi kemaslahatan dan benefit yang lebih besar. Saya tiba-tiba teringat sebuah perusahaan negara yang gemar memadamkan listrik, tetapi jarang sekali saya dengar beroleh profit. Kabarnya sih, karena pemborosan dan efisiensi juga … ehem.

{ 43 Comments } to Earth Hour : 60 Menit Mendinginkan Bumi

  1. dtrs

    bumi panas, badan panas, hati panas, otak panas…
    jaahhh….
    suruh wanita2 itu melepas bajunya.. baru nanti lampu dimatikan… kan ga enak juga klo terang2an…

  2. Novianto

    Wah boleh juga nanti ya.. dapet Pertamax kah aku?

  3. marsudiyanto

    Saya nunggu Fatwa MUI saja…

  4. Firman

    Bener tuh mas..apalagi bulan-bulan ini dan ke depan kita sudah mmemasuki musim pancaroba.menurut info dari BMk yang sy dengar dari radio..terjadi perubahan arah angin yang tidak membawa banyak uap air..jadi akan sering terjadi hujan di malam hari karena di siang hari terjadi banyak sekali penguapan…(lho kok jadi berteori gini heheh)..salam kenal mas..nice blog..Semoga semakin banyak sekolah yang mengutamakan lingkungan untuk menciptakan generasi yang ‘melek’ Bumi

  5. Yari NK

    Lebih baik lagi kalau selama sejam itu kita juga menahan nafas, karena nafas yang kita keluarkan juga mengandung gas karbon dioksida. Gas rumah kaca. Juga kalau bisa juga menahan kentut selama sejam (itu sih gampang), karena kentut kita juga mengeluarkan banyak gas2 rumah kaca… huehehehe…. :mrgreen:

  6. gajah_pesing

    Waduh! Gak isa nge-plurk nuw..

  7. dafhy

    insya allah tar malem mengimuti. tapi apa seluruh penduduk negeri ini mengikuti himbauaun ini ya?

  8. gempur

    waduh, saya ndak isa ngenet lak’an.. hehehehe

  9. mantan kyai

    @dtrs: setubuh!!!! :D
    @novianto: ati2 nek peteng akeh gendruwone .. hehehehe
    @marsudiyanto: anita mui maksudnya??? :D
    @Yari NK: hahahaha… boleh juga idenya pak yari :D
    @dafhy: beneran ikut??? kalao aku udah ikut tiap hari. lha jam 11 malem sampe pagi kan lampu2 rumah mesti dimatikan ya :D
    @gajah+gempur: prei disik internet-e. ngulik bojone disik :D

  10. diorockout

    1 jam saja..

  11. wahyu

    1 jam untuk selamatkan bumi… yg jadi pertanyaan apakah hanya 1 jam itu saja seterus nya kembali kepada aktifitas yg kembali memanaskan suasana… tentunya di sertai dengan usaha yang seimbang agar bumi ini benar2 selamat

  12. aRai

    weleh … maling sudah siap siaga

  13. ciwir

    dunia semakin panas…

  14. Frenavit Putra

    Ndewek Ikut serta Es…. Awak ndewes..awak ndewes…..

  15. agung agriza

    kenapa cuma 1th sekali ya? coba tiap bulan 1 jam ..

  16. goenoeng

    pengennya tadi matikan listrik selama wan hawer itu, tapi saya jadi mikir lebih panjang. jangan2 nantinya malah saya dituntut melecehkan dan meniru2 PLN.

  17. Daniel Mahendra

    Asem!!! Paragraf pertama dan kedua cantik tenan!

    Tentu pemadaman listrik yang hanya 60 menit itu tidak serta merta mendinginkan bumi yang sudah terlanjur gerah,

    Ya, ada usahalah…

    Kalau Goenoeng merasa melecehkan sebuah BUMN, rasa-rasanya masih ada dua orang lagi yang merasa perannya dinafikan:

    1. Thomas Alva Edison, dan
    2. R.A. Kartini

    (Lha habis gelap terbitlah terang, kok malah dipateni!).

  18. racheedus

    Yeah, saya kelupaan kalo ada seruan mematikan lampu. Ketiduran habis nemenin anak bobo.

  19. ãñÐrî ñâwáwï

    Hmmm…

    Seru juga semalem tanpa lampu, gelap-gelapan (walaupun masih ngidupin lepi) sempet bingung nyari asbak, akhirnya botol minuman disebelah monitor jadi sasaran. :mrgreen:

    sempet juga nulis tentang ini di gubug kecilku tadi.

    lam kenal buat mas ardyansah
    nice post, keep share & CU arround ;)

  20. LuxsMan

    wah nek sing nang MALL gwe katok pendek gelem aq……….

  21. edratna

    Saya masih suka kedinginan kalau di Mall pake baju pendek…apalagi jika nontn film.

    Di rumah setiap hari yang nyala hanya ruang tertentu, apalagi jika tidur, semua mati,kecuali lampu luar (halaman)

  22. Dv

    Mas,. saya ndak suka dimatiin lampunya.. susah nggerayanginnya!

    Hauahuahua

  23. else

    di pekabaru sering mati lampu, apa masih perlu matiin lampu lagi ya???

  24. suryaden

    terlalu mengada-ngada, tapi memang lebih dahsyat dibanding acara bersama teman-teman sma saya dulu, lumayan 60 detik tanpa asap, dan merasakan kesejukan jogja di siang bolong…

  25. denologis

    pancet ndelok the master! :D

  26. Daiichi

    Semoga kesadaran manusia akan kelestarian Bumi sebagai rumahnya, semakin meningkat ya bung…
    Selamat berhari Minggu bersama keluarga… :-D

  27. Ikhsan

    pantesan lilin laku:-D

  28. byme

    pagi ini mati lampu rumahku
    mendinginkan bumi kali yah
    byme

  29. ericova

    wah saya juga dapat mas..kok g tiap hr saja y..kan listrik hemat bgt..

  30. azaxs

    Hoho..Eart Hour itu kmarin lusa yo kang?

    Btw di desaku tiap hari jam 9 malam sampai pagi rumah2 listriknya dah mati loh…. ga cuman sejam… hehe ;)

  31. sibaho

    itu seluruh dunia berbarengan ya boss?

  32. almascatie

    kapan yah kita bener2 peduli terhadap bumi.. ga hanya sekedar untuk memenuhi himbauan aja :(

  33. senoaji

    menuai apa yang sudah ditanam, memperbaikki apa yang seharusnya dari kemarin diperbaikki. yang penting niat terus tindakkan nyata.

  34. Dony Alfan

    Kan kita udah biasa kena pemadaman bergilir, tak hanya satu jam saja, tapi bisa lebih dari lima jam! Opo ra keren :) )

  35. Xitalho

    Bumi makin panas … denger-denger nerokone bocor alus…..

    Apapun aktifitas dan gerakannya sudah saatnya pro lingkungan hidup…

  36. cebong ipiet

    lah halaah kedawan intromu ttg baju dan pemanasan

  37. yani

    stop global warming! by doing small things we can preserve our beloved planet; DO NOT LITTER!

  38. genthokelir

    walah kembali kejaman dulu saja hemat listrik hahaha

  39. zenteguh

    waduh tibakno aktivis lingkungan juga….saluttt..lut..lut..

  40. novi

    pas iku posisiku nang bumiayu.
    bahh.. listrik bola bali mati koq tego2ne dikon mateni

  41. suwung

    koyo ndamoni bumi ngango cangkem

  42. Leony

    Pas lagi 1 jam itu, saya ada di Grand Indonesia, lagi makan di NYDC. Denger-denger sih HInya digelapin ya, tapi saya santai aja tuh makan pasta di dalam mall yang terang benderang. Mestinya resto2nya juga ikut ya matiin lampu, biar makan malamnya tambah romantis tis tis….

  43. marshmallow

    orang indonesia mah udah biasa kali. jadi pemadaman listrik yang tidak perlu tuh buat orang-orang di negara yang gak pernah kenal pemadaman bergilir aja.

Leave a Reply


1 June 2010 • Pekerjaan • ardyansah

Ketika mendengar “canting”, orang pasti terpikir perangkat mungil berbentuk cawan dengan pegangan dan ujung “pena” yang biasa digunakan oleh seniman batik untuk menggores dan memberi sentuhan akhir untuk karya-karyanya. Canting adalah simbol kesadaran untuk berkarya. Kecil, bersahaja, tetapi sangat besar peranannya. Barangkali filosofi inilah yang mendasari Derry Sunarso, sutradara rendah hati yang karyanya banyak terinspirasi kemegahan [...][...]

26 January 2010 • Ketertarikan, Pekerjaan, Penuturan • ardyansah

Menulis, -menurut saya- dalam banyak hal tak jauh berbeda dari mendesain. Sama-sama merancang, sama-sama mengandalkan ide sebagai ruh, sama-sama bekerja dengan imajinasi (dan atau fantasi), sama-sama membutuhkan kreativitas untuk mengemasnya menjadi sebuah entitas karya,  juga yang pasti sama-sama tak mudah mengerjakannya. Estetika dalam desain bisa dinilai dari bentuk, komposisi, warna, dan elemen-elemen visual lainnya. [...][...]