2 March 2009 • Penuturan, Remahan • ardyansah

Apa yang terjadi jika para siluman dari dua kutub yang berbeda bertemu dan berkumpul dalam sebuah kesempatan??? Tanyakan pada mendung yang tiba-tiba menebal dan menghitam di langit Surabaya yang panas, tanyakan pada angin yang menari-nari laksana cenayang yang mengundang hawa mistis, tanyakan pada hujan yang selalu turun dengan penuh isyarat …

Ya, sabtu dan minggu kemarin, kerajaan siluman kedatangan seorang pendekar dari gugusan Menoreh, bukan Panji Tengkorak, yang ini lebih sangar. Kepentingannya jelas, ingin mengobrak-abrik sarang siluman yang telah berani mengusik ketenangan persemediannya di puncak Gunung Kelir :D

Setibanya di kerajaan, sang pendekar disambut dengan penuh takzim oleh belasan siluman berwujud manusia dan ribuan jin tak kasat mata, mereka kemudian berkumpul dalam sebuah ritual baku khas kerajaan. Hidangan ala zionis di sebuah pasar modern, baku umpat di meja makan ala jelata, dan yang tak boleh ketinggalan adalah bergila-gila sambil berteriak-teriak berebut penemuan terburuk manusia, microphone. DUNG PLAK DUNG DUNG JOSSS !!!

blog mantan kiai, blog hitam, blog mantan santri, blog santri, blog demokrasi, blog indonesia, blog pemikiran, blog perenungan, blog imajinasi, blog mantan kyai, blog kyai, blog islam, blog islam-indonesia, blog menulis, blog non-doktrin, blog desain grafis, blog keragaman, blog indonesia, blog jawa timur, blog tuban, blog surabaya, blog kejawen, blog merdeka, blog sampah, blog kyai tuban, blog kyai surabaya, blog ronggolawe, blog kyai indonesia, blog kiai

***

Postingan ini sekaligus ucapan terimakasih kepada Kang Andy (bukan Kick Andy) dan Genthokelir yang telah bersedia di kerjai di sarang siluman, juga rekan-rekan blogger yang telah mampir dengan membawa pesan persahabatan dan persaudaraan, matur nuwun. Sekaligus anggaplah ini tantangan buat begundal-begundal semacam Kyai Slamet, Tukang Gunem, Putra Daerah, Ngatini (tentu saja), dan siapa saja yang berkenan merasakan jual beli pisuhan penuh kasih sayang. Ah, postingan yang aneh :) )

{ 35 Comments } to Dung Plak Dung Dung JOSS !!!

  1. aRai

    PERTAMAX!!!

  2. DET

    dung dung dung…. jooosssss jooooossss jooooossssss….

  3. aRai

    lek ngatini teko sampeyan budhal ae nang jkt yo (lmao)

    anjrit pootoku koyo lagi teyeng pek…SATU YANG HARUS DI INGAT DARI HAWA MISTIS YG DI SALURKAN OLEH PARA SILUMAN ADALAH KETIKA DIPOTO WARNA PUTIHPUN MENDJADI MERAH SEPERTI HAWA PARA SILUMAN *nunjuk² tulisan gunungkelir.com*

  4. suryaden

    bersatulah siluman tanah jawi…

  5. Mbah Sangkil

    terimakasih buat kang andymse dan kang genthokelir atas keikhlasan nya beradu ilmu dengan saya. semoga persahabatan ini tetap abadi… rindu.. rindu serindu rindunyaaaaaaaaa

  6. genthokelir

    terima kasih para siluman
    ternyata budi pekerti para siluman lebih manusiawi ketimbang manusia berjiwa katak
    persahabatan tak akan pernah di tukar dengan rupiah
    dan kalian para siluman tak akan terbeli dengan harga rupiah

  7. gajah_pesing

    *bahagia menjadi siluman tanah jawi*

  8. MQ Hidayat

    Siapa siluman selanjutnya yg akan menyambangi TPC?

  9. kyai slamet

    sejak kapan anang pakai jilbab?
    doh, adiknya panjul… si bodrex…
    lha fotomu mana? takut ya? pasti pakai sergam kebesaran :D

  10. DV

    Suwe-suwe kujodohin karo Totok GunungKelir lho njenengan hahaha :)

  11. Andy MSE

    mengucapkan selamat kepada genthokelir yang telah mengikuti jejak saya mengobrak-abrik sarang siluman…
    *sedang nggak yakin sama kyai slamet*… `kecing`…
    *luxman nggilani: uthik2 upil*
    *mantankyai kok ndak kelihatan???*

  12. mantan kyai

    @slamet+andymse: lha aku kan seng moto. kok ngono ae ditakokne seh (lmao)

  13. Novianto

    Dilanjut Kang…!!

  14. bias

    suk tag mrono mbi panjoell n donny…. salam hangat dari solo :D

  15. sapimoto

    Wah, Surabayabaru saja menerima tamui agung. Mnateb…

  16. ikun

    gemah ripah loh jinawi, bertaburan siluman tanah jawi… hii..hiii..hiiiiiy…

  17. polos ‘n apa adanya » kopdar siluman

    [...] ilmu dimulai dari mencicipi makanan zionis (jare XKH), trus dilanjut misuh bebas se bebasnya!.. adu misuh antar siluman! Puwas misuh lanjut lagi cari [...]

  18. k.u.c.l.u.k

    budhalll…

  19. denologis ybs

    sing penting budhal! :mrgreen:

  20. Epat

    lanang kabeh? gak onok kodew babar blas? *curiga*

  21. zenteguh

    kapan yo awak dewe iso mampir..?? (bingung)

  22. senoaji

    salam kenal kang…

  23. annosmile

    fotone kok mung siji

  24. tukang Nggunem

    Masih belum bisa memenuhi tantangan dengan alasan yang masih tetap sama…maafkan..tapi sesegera mungkin saya usahakan menyambangi markas siluman timur…

  25. kacrut

    @epat : wah.. gak perlu dicurigai.. emang seperti yg kamu pikirkan.. wekekekke…

    hummm… “minggunya aku ketiduran” jadi gak bisa ikutan.. soal e aku baru pulang kerja jam 12 malem.. hufh…

  26. kacrut

    weks.. ngakak liat potonya Luksman pas ngupil.. huehuehue..

    “nemu upil gedhe ta cak??”

    wahahahhahaha

  27. elly.s

    ngganteng2 kok silumannya…

  28. sawali tuhusetya

    wow…. ternyata mas totok jadi budhal juga ke jatim. duh, kapan yak, saya bisa main2 ke sana!

  29. alief

    bakal ono konspirasi terselubung kethoke, sampe para dedengkot penghunikelir turun gunung……

    :)

  30. grubik

    siluman-siluman yang rukun agawe sentosa…

  31. edy

    saya tunggu undangan (dan tiket gratis) dari pak kyai aja :D

  32. Yari NK

    Waduh…. makhluk2 tak kasat mata saja masih berebut mic. Dikirain makhluk2 tak kasat mata itu udah punya kesaktian, nggak perlu mic suaranya udah nyaring sendiri. Huehehe……

  33. Dony Alfan

    Aku pasti budhal! Tapi mbuh kapan :D

  34. ipanks

    halah halah om itu potone kok ga teratur gitu?hihihi

  35. blog mantan kyai

    [...] Dung Plak Dung Dung Joss !!! [...]

Leave a Reply


1 June 2010 • Pekerjaan • ardyansah

Ketika mendengar “canting”, orang pasti terpikir perangkat mungil berbentuk cawan dengan pegangan dan ujung “pena” yang biasa digunakan oleh seniman batik untuk menggores dan memberi sentuhan akhir untuk karya-karyanya. Canting adalah simbol kesadaran untuk berkarya. Kecil, bersahaja, tetapi sangat besar peranannya. Barangkali filosofi inilah yang mendasari Derry Sunarso, sutradara rendah hati yang karyanya banyak terinspirasi kemegahan [...][...]

26 January 2010 • Ketertarikan, Pekerjaan, Penuturan • ardyansah

Menulis, -menurut saya- dalam banyak hal tak jauh berbeda dari mendesain. Sama-sama merancang, sama-sama mengandalkan ide sebagai ruh, sama-sama bekerja dengan imajinasi (dan atau fantasi), sama-sama membutuhkan kreativitas untuk mengemasnya menjadi sebuah entitas karya,  juga yang pasti sama-sama tak mudah mengerjakannya. Estetika dalam desain bisa dinilai dari bentuk, komposisi, warna, dan elemen-elemen visual lainnya. [...][...]