Sesekali benturkanlah kepala anda ke tembok. Jika sakit, benjol, atau bocor, terimalah itu sebagai ongkos atas hipotesis anda bahwa tembok itu liat dan bisa mengakibatkan gegar otak. Jika tidak, anda saya rekomendasikan beratraksi untuk pertunjukan sirkus atau debus.
Setiap orang pernah melakukan kesalahan, dan itu wajar. Sebagian belajar dari kesalahan untuk kemudian memperbaiki kualitas hidupnya, sebagian yang lain tidak. Yang mau belajar barangkali adalah mereka yang telah merasakan dan menghayati betapa sakitnya (dan tololnya) cedera akibat menghantam tembok, lalu kapok. Yang tidak, kemungkinan besar mereka inilah talenta-talenta debus yang lihai berkelit (dari hukum), pandai bersilat (lidah), dan bahkan -mungkin- tahan api (neraka).
Sudah berulangkali kepala kita dibenturkan ke tembok-tembok bencana, tetapi rupanya belum ada yang bisa membuat kita jera. Rentetan gempa, tanah longsor, muntahan lahar, luapan lumpur, banjir bandang, pemimpin yang acuh, dan yang terkini: dam jebol, sepertinya menjadi serangkaian pembenaran bahwa kita belum mau sungguh-sungguh belajar dari kesalahan, atau katakanlah kelalaian.
Tetapi sudahlah, korban sudah kepalang jatuh, berdebat sampai berbusa pun tak akan ada faedahnya, apalagi saling menyalahkan. Jika mampu -dan ikhlas- mari kita membantu. Jika tidak, mari berdoa untuk kebaikan, bagi yang meninggal juga yang ditinggal. Asal jangan mengambil kesempatan untuk merampok simpati mereka demi suara dan kekuasaan di pemilu yang tinggal beberapa hari lagi. Itu memalukan!!!
March 31st, 2009 at 7:20 pm
pertamax
March 31st, 2009 at 7:21 pm
sumpah saia sudah tidak punya rasa malu lagi…..
dari nick aja uda ketahuan kalo pesing terus….
March 31st, 2009 at 7:22 pm
Keduax !!!
Ikhlas…….Ikhlas…….
March 31st, 2009 at 7:23 pm
pembelajaran bagi kita semua, bencana bisa datang ditempat2 tidak kita duga! semoga segala kebaikkan bumi dan langit menyertai mereka yang pergi dan yang ditinggalkan…
March 31st, 2009 at 7:24 pm
celakanya kadang gejalanya pun tak dihiraukan… so sad….
March 31st, 2009 at 7:25 pm
“Yang mau belajar barangkali adalah mereka yang telah merasakan dan menghayati betapa tidak enaknya (dan tololnya) cedera akibat menghantam tembok, lalu kapok”
ini yg harus aku pelajari (tears)
BTW nanti kalo ada bencana lagi tulisanna tetep yg ini ya “Tetapi sudahlah, korban sudah kepalang jatuh” (lmao)
March 31st, 2009 at 7:31 pm
cuma bisa berdoa semoga ini yang terakhir
March 31st, 2009 at 8:09 pm
banyak pertanda, banyak bahaya yg manusia lihat, banyak hal2 yg dapat menyebabkan sesama manusia mengeluarkan airmata dan celakanya airmata sudah menjadi salah satu sumber kekayaan yg mengisi pundi2 harta “mereka”
March 31st, 2009 at 8:34 pm
Para birokrat sibuk dengan perutnya sendiri, demi kelompok & keluarganya…
March 31st, 2009 at 8:40 pm
ke sepuuuuuuuuuluhhhhhhhhhh
rame2 lah caleg mencari simpatisan..
ikhlas..ikhlas…
March 31st, 2009 at 11:32 pm
Itulah indonesia….. wekekekeke
March 31st, 2009 at 11:49 pm
saya juga ndak tahu nih, mas ardy, yang ndak pernah kapok membenturkan kepala ke tembok itu siapa, yak? agaknya beberapa musibah yang terjadi, tak pernah bisa membuat para pembuat kebijakan di negeri ini mengelola dan me-manage bencana dg baik. semoga para korban segera mendapatkan pertolongan.
April 1st, 2009 at 12:08 am
semoga tragedi bencana-bencana di Indonesia tidak terulang kembali akibat kelalaian bersama…amin.
April 1st, 2009 at 4:48 am
*benturkan kepala ke tempok*
au au au sakit!!!!
April 1st, 2009 at 5:54 am
Setuju!
Semoga Tuhan tidak berpihak pada para caleg yang barangkali malah bersyukur bisa show off ke para korban Situ Gintung:)
Ayo, adu tembok!
April 1st, 2009 at 8:06 am
seperti kampanye prabowo semalam ki..
April 1st, 2009 at 8:13 am
@bangsari: jadi semalam prabowo main debus???? masaowoh
April 1st, 2009 at 8:48 am
tragedi Situ Gintung sangat menyedihkan Pak mantan..
Kebetulan temanku ada yang kehilangan keluarganya..
semoga bisa jadi pelajaran yang berharga bagi kita
tapi kenyataanya di sana banyak berdiri posko bantuan dengan bendera partai masing-masing..
April 1st, 2009 at 9:40 am
Sedih juga…
Semoga saja mereka bisa lebih tegar dan kuat …Amiiin….
Jangan nyumpahin orang politik deh bro…kualat ntar…he…he…he…
April 1st, 2009 at 10:25 am
Di dunia ini, banyak orang (bebal) yang memang tidak mau belajar betapa sakitnya terbentur tembok bencana. Bahkan ketika ia sendiri yang terbentur tembok, apalagi kalau orang lain. Ia tetap tak mau belajar. Kenikmatan dan keselamatan sesaat lebih banyak disukai banyak orang, meski akhirnya justru menimbulkan kesengsaraan di belakang hari. Kenikmatan dan keselamatan hakiki memang seringkali memiliki tabir yang tak semua orang mampu menyingkapnya.
April 1st, 2009 at 12:45 pm
seKAli Lagi…..
ItulAh IndoNesiA…………..
April 1st, 2009 at 1:37 pm
Yupz,, memalukan ..
Cukup nonton beritanya tiga hari pertama aja, lewat dari itu paling cuma berita partai ini dan artis itu
salam kenal
April 1st, 2009 at 7:14 pm
walah susah 2 nulis komentar nggak keluar sih
sini gintung situ gintung jangan gantung
April 1st, 2009 at 10:06 pm
setuju banget, jika mampu mari menyumbang jika tidak mari kita berdoa. tapi seharusnya tetap harus diusut penanggungjawabnya untuk pembelajaran di negeri kita agar tidak pada sak enake dewe
April 2nd, 2009 at 1:39 am
untung gak dadi caleg….
April 2nd, 2009 at 6:07 am
sini gintung sana bunting
April 2nd, 2009 at 8:02 am
itu lho bos… kalo mbenturin kepala sendiri kan yang sakit kita sendiri
lha ini nyawa orang lain je
April 2nd, 2009 at 8:38 am
Ya begitulah … bangsa ini lebih piawai berpikir setelah musibah datang. Semoga menjadi pembelajar buat semua
April 2nd, 2009 at 8:50 am
korban jiwa sudah tidak bisa kembali lagi, mari kita berdo’a untuk keselamatan bangsa kita
April 2nd, 2009 at 10:49 am
hmmmmm… msih ada juga yang bermain-main dgn nestapa dan menjadikannya komoditi?
luar biasa, mas!
*menunggu do’a menyongsong laknat dikumandangkan*
April 2nd, 2009 at 11:06 am
ya, tepat. memalukan.
bukan amarah alam atau tuhan. tapi kemaluan manusia.
eh, kemaluan?
April 2nd, 2009 at 1:09 pm
yah, memalukan !
ayo, benturkan kepala mereka yg memalukan itu ke tembok !
April 2nd, 2009 at 2:53 pm
disana gintung disitu gintung…. disana-sini gunting dana bantuan
April 2nd, 2009 at 3:48 pm
sungguh kerugian kalo kita ndak bisa belajar dari suatu peristiwa, tapi istilah sampeyan itu lho om, talenta debus? hehehe
April 3rd, 2009 at 12:05 am
Semoga segera bangkit!!!!
April 3rd, 2009 at 1:21 am
kalo da kesempatan dibuang, itu hal bodoh. mungkin itu yang dipikirkan partai politik saat ini, apalagi pemilu yng nyontreng itu semakin dekat. melihat kondisi media yg lg nyorot situgintung bkn mustahi kalo bencana jadi ajang kampanye.
dholim (menempatkan suatu hal tidak pd tempatnya) diteriakan untuk partai politik
April 3rd, 2009 at 5:40 am
Semoga korban2 yang masih hidup bisa melanjutkan kehidupannya dengan tabah
April 3rd, 2009 at 6:56 am
hidup XKH
**songoo**
April 3rd, 2009 at 9:46 am
sebuah teguran agar kita belajar lagi dari pengalaman..
April 3rd, 2009 at 1:47 pm
Ah… sekarang sih… partai2 politik udah ketahuan kedoknya. Mau ngambil simpati di tengah bencana?? Rakyat sekarang sudah pintar2….. Terima bantuannya tapi jangan berikan
Kartu Halosimpatinya buat itu partai2 politik…!!April 3rd, 2009 at 5:23 pm
di situ gintung….?????
meski sebenarnya banyak kok bencana ini lebih terasa….cuman pelan pelan 5 taun …5taun terus….
suwun….suwun….suwun…
April 3rd, 2009 at 5:40 pm
Aku suka paragraf terakhirnya!!! Setubuuuuuuuh!!
April 3rd, 2009 at 11:12 pm
Tadi pagi saya kesana mas, begitu banyaknya bantuan sampe gak jelas mau disalurin kemana yah … miris
April 4th, 2009 at 4:46 am
Sebentar… Sebentar…
Rasa-rasanya tulisan ini kok mirip nada-nada yang sering diucapkan saat orasi politik para caleg akhir-akhir ini?
Hayooo, habis kampanye ya? Sudahlah, ngaku saja! Dari partai mana?
April 4th, 2009 at 4:48 am
Moco komene Radesya,
tragedi Situ Gintung sangat menyedihkan Pak mantan..
Ya, Sampeyan memang pantas dipanggil ‘Pak Mantan’. Huakakakakkk!!!
April 5th, 2009 at 12:04 pm
asyiikk… komentar terakhir…
lebih parah mana dong manusia indonesia sama keledai yang tak pernah jatuh ke lobang yang sama?
April 6th, 2009 at 4:10 pm
Yang disalahkan selalu ALAM…
April 7th, 2009 at 6:26 am
Simbiosis mutualis