31 March 2009 • Keindonesiaan, Keluhan, Pelampiasan, Penerawangan, Renungan • ardyansah

Sesekali benturkanlah kepala anda ke tembok. Jika sakit, benjol, atau bocor, terimalah itu sebagai ongkos atas hipotesis anda bahwa tembok itu liat dan bisa mengakibatkan gegar otak. Jika tidak, anda saya rekomendasikan beratraksi untuk pertunjukan sirkus atau debus.

Setiap orang pernah melakukan kesalahan, dan itu wajar. Sebagian belajar dari kesalahan untuk kemudian memperbaiki kualitas hidupnya, sebagian yang lain tidak. Yang mau belajar barangkali adalah mereka yang telah merasakan dan menghayati betapa sakitnya (dan tololnya) cedera akibat menghantam tembok, lalu kapok. Yang tidak, kemungkinan besar mereka inilah talenta-talenta debus yang lihai berkelit (dari hukum), pandai bersilat (lidah), dan bahkan -mungkin- tahan api (neraka).

Sudah berulangkali kepala kita dibenturkan ke tembok-tembok bencana, tetapi rupanya belum ada yang bisa membuat kita jera. Rentetan gempa, tanah longsor, muntahan lahar, luapan lumpur, banjir bandang, pemimpin yang acuh, dan yang terkini: dam jebol, sepertinya menjadi serangkaian pembenaran bahwa kita belum mau sungguh-sungguh belajar dari kesalahan, atau katakanlah kelalaian.

Tetapi sudahlah, korban sudah kepalang jatuh, berdebat sampai berbusa pun tak akan ada faedahnya, apalagi saling menyalahkan. Jika mampu -dan ikhlas- mari kita membantu. Jika tidak, mari berdoa untuk kebaikan, bagi yang meninggal juga yang ditinggal. Asal jangan mengambil kesempatan untuk merampok simpati mereka demi suara dan kekuasaan di pemilu yang tinggal beberapa hari lagi. Itu memalukan!!!

{ 48 Comments } to Disana Gintung, Disitu Gintung

  1. gajah_pesing

    pertamax

  2. gajah_pesing

    sumpah saia sudah tidak punya rasa malu lagi…..

    dari nick aja uda ketahuan kalo pesing terus….

  3. Novianto

    Keduax !!!

    Ikhlas…….Ikhlas…….

  4. senoaji

    pembelajaran bagi kita semua, bencana bisa datang ditempat2 tidak kita duga! semoga segala kebaikkan bumi dan langit menyertai mereka yang pergi dan yang ditinggalkan…

  5. suryaden

    celakanya kadang gejalanya pun tak dihiraukan… so sad….

  6. aRai

    “Yang mau belajar barangkali adalah mereka yang telah merasakan dan menghayati betapa tidak enaknya (dan tololnya) cedera akibat menghantam tembok, lalu kapok”

    ini yg harus aku pelajari (tears)

    BTW nanti kalo ada bencana lagi tulisanna tetep yg ini ya “Tetapi sudahlah, korban sudah kepalang jatuh” (lmao)

  7. ikhsan

    cuma bisa berdoa semoga ini yang terakhir

  8. mbah sangkil

    banyak pertanda, banyak bahaya yg manusia lihat, banyak hal2 yg dapat menyebabkan sesama manusia mengeluarkan airmata dan celakanya airmata sudah menjadi salah satu sumber kekayaan yg mengisi pundi2 harta “mereka”

  9. marsudiyanto

    Para birokrat sibuk dengan perutnya sendiri, demi kelompok & keluarganya…

  10. manusiahero

    ke sepuuuuuuuuuluhhhhhhhhhh :D

    rame2 lah caleg mencari simpatisan..

    ikhlas..ikhlas…

  11. Frenavit Putra

    Itulah indonesia….. wekekekeke

  12. sawali tuhusetya

    saya juga ndak tahu nih, mas ardy, yang ndak pernah kapok membenturkan kepala ke tembok itu siapa, yak? agaknya beberapa musibah yang terjadi, tak pernah bisa membuat para pembuat kebijakan di negeri ini mengelola dan me-manage bencana dg baik. semoga para korban segera mendapatkan pertolongan.

  13. Gosip Artis Indonesia

    semoga tragedi bencana-bencana di Indonesia tidak terulang kembali akibat kelalaian bersama…amin.

  14. DETEKSI

    *benturkan kepala ke tempok*

    au au au sakit!!!!

  15. DV

    Setuju!
    Semoga Tuhan tidak berpihak pada para caleg yang barangkali malah bersyukur bisa show off ke para korban Situ Gintung:)

    Ayo, adu tembok! :)

  16. bangsari

    seperti kampanye prabowo semalam ki..

  17. mantan kyai

    @bangsari: jadi semalam prabowo main debus???? masaowoh :(

  18. radesya

    tragedi Situ Gintung sangat menyedihkan Pak mantan..
    Kebetulan temanku ada yang kehilangan keluarganya.. :(
    semoga bisa jadi pelajaran yang berharga bagi kita

    tapi kenyataanya di sana banyak berdiri posko bantuan dengan bendera partai masing-masing..

  19. About Samarinda

    Sedih juga…
    Semoga saja mereka bisa lebih tegar dan kuat …Amiiin….

    Jangan nyumpahin orang politik deh bro…kualat ntar…he…he…he…

  20. racheedus

    Di dunia ini, banyak orang (bebal) yang memang tidak mau belajar betapa sakitnya terbentur tembok bencana. Bahkan ketika ia sendiri yang terbentur tembok, apalagi kalau orang lain. Ia tetap tak mau belajar. Kenikmatan dan keselamatan sesaat lebih banyak disukai banyak orang, meski akhirnya justru menimbulkan kesengsaraan di belakang hari. Kenikmatan dan keselamatan hakiki memang seringkali memiliki tabir yang tak semua orang mampu menyingkapnya.

  21. LuxsMan

    seKAli Lagi…..

    ItulAh IndoNesiA…………..

  22. Muzda

    Yupz,, memalukan ..
    Cukup nonton beritanya tiga hari pertama aja, lewat dari itu paling cuma berita partai ini dan artis itu

    :D
    salam kenal

  23. kenthus

    walah susah 2 nulis komentar nggak keluar sih
    sini gintung situ gintung jangan gantung

  24. endar

    setuju banget, jika mampu mari menyumbang jika tidak mari kita berdoa. tapi seharusnya tetap harus diusut penanggungjawabnya untuk pembelajaran di negeri kita agar tidak pada sak enake dewe

  25. zenteguh

    untung gak dadi caleg….

  26. novi

    sini gintung sana bunting

  27. suwung

    itu lho bos… kalo mbenturin kepala sendiri kan yang sakit kita sendiri
    lha ini nyawa orang lain je

  28. Ersis Warmansyah Abbas

    Ya begitulah … bangsa ini lebih piawai berpikir setelah musibah datang. Semoga menjadi pembelajar buat semua

  29. arifudin

    korban jiwa sudah tidak bisa kembali lagi, mari kita berdo’a untuk keselamatan bangsa kita :)

  30. gempur

    hmmmmm… msih ada juga yang bermain-main dgn nestapa dan menjadikannya komoditi?

    luar biasa, mas!
    *menunggu do’a menyongsong laknat dikumandangkan*

  31. goen

    ya, tepat. memalukan.

    bukan amarah alam atau tuhan. tapi kemaluan manusia.

    eh, kemaluan?

  32. goenoeng

    yah, memalukan !
    ayo, benturkan kepala mereka yg memalukan itu ke tembok !

  33. HASTu W

    disana gintung disitu gintung…. disana-sini gunting dana bantuan

  34. mas stein

    sungguh kerugian kalo kita ndak bisa belajar dari suatu peristiwa, tapi istilah sampeyan itu lho om, talenta debus? hehehe

  35. Wongbagoes

    Semoga segera bangkit!!!!

  36. Oef Anantasena

    kalo da kesempatan dibuang, itu hal bodoh. mungkin itu yang dipikirkan partai politik saat ini, apalagi pemilu yng nyontreng itu semakin dekat. melihat kondisi media yg lg nyorot situgintung bkn mustahi kalo bencana jadi ajang kampanye.

    dholim (menempatkan suatu hal tidak pd tempatnya) diteriakan untuk partai politik

  37. Dony Alfan

    Semoga korban2 yang masih hidup bisa melanjutkan kehidupannya dengan tabah

  38. kucluk

    hidup XKH

    **songoo**

  39. emfajar

    sebuah teguran agar kita belajar lagi dari pengalaman..

  40. Yari NK

    Ah… sekarang sih… partai2 politik udah ketahuan kedoknya. Mau ngambil simpati di tengah bencana?? Rakyat sekarang sudah pintar2….. Terima bantuannya tapi jangan berikan Kartu Halo simpatinya buat itu partai2 politik…!! :mrgreen:

  41. paijo

    di situ gintung….?????
    meski sebenarnya banyak kok bencana ini lebih terasa….cuman pelan pelan 5 taun …5taun terus….
    suwun….suwun….suwun…

  42. -GoenRock-

    Aku suka paragraf terakhirnya!!! Setubuuuuuuuh!!

  43. Rindu

    Tadi pagi saya kesana mas, begitu banyaknya bantuan sampe gak jelas mau disalurin kemana yah … miris :(

  44. Daniel Mahendra

    Sebentar… Sebentar…

    Rasa-rasanya tulisan ini kok mirip nada-nada yang sering diucapkan saat orasi politik para caleg akhir-akhir ini?

    Hayooo, habis kampanye ya? Sudahlah, ngaku saja! Dari partai mana?

  45. Daniel Mahendra

    Moco komene Radesya,

    tragedi Situ Gintung sangat menyedihkan Pak mantan..

    Ya, Sampeyan memang pantas dipanggil ‘Pak Mantan’. Huakakakakkk!!!

  46. marshmallow

    asyiikk… komentar terakhir…
    lebih parah mana dong manusia indonesia sama keledai yang tak pernah jatuh ke lobang yang sama?

  47. Andy MSE

    Yang disalahkan selalu ALAM…

  48. mudz069

    Simbiosis mutualis

Leave a Reply


1 June 2010 • Pekerjaan • ardyansah

Ketika mendengar “canting”, orang pasti terpikir perangkat mungil berbentuk cawan dengan pegangan dan ujung “pena” yang biasa digunakan oleh seniman batik untuk menggores dan memberi sentuhan akhir untuk karya-karyanya. Canting adalah simbol kesadaran untuk berkarya. Kecil, bersahaja, tetapi sangat besar peranannya. Barangkali filosofi inilah yang mendasari Derry Sunarso, sutradara rendah hati yang karyanya banyak terinspirasi kemegahan [...][...]

26 January 2010 • Ketertarikan, Pekerjaan, Penuturan • ardyansah

Menulis, -menurut saya- dalam banyak hal tak jauh berbeda dari mendesain. Sama-sama merancang, sama-sama mengandalkan ide sebagai ruh, sama-sama bekerja dengan imajinasi (dan atau fantasi), sama-sama membutuhkan kreativitas untuk mengemasnya menjadi sebuah entitas karya,  juga yang pasti sama-sama tak mudah mengerjakannya. Estetika dalam desain bisa dinilai dari bentuk, komposisi, warna, dan elemen-elemen visual lainnya. [...][...]