7 February 2009 • Pelampiasan, Pelatihan, Penuturan • ardyansah

ON AIR DI RRI SURABAYA

Setelah Hardrock, hari ini saya kembali harus mewakili TPC (tugupahlawan.com) menghadiri talkshow di RRI Surabaya. Bedanya, kali ini saya harus berada di ruang siar tanpa didampingi siluman-siluman kesayangan publik kota pahlawan TPC disebabkan ruangan yang terbatas.

Tema yang diangkat kali ini cukup menarik (jika tak boleh dianggap berat), yaitu mengenai Perkembangan Industri Kreatif di Surabaya. Selain saya, dalam perbincangan yang dipandu oleh Pak Tandya ini, hadir pula Bapak Sulistyanto dan Ibu Efi yang mewakili Dewan Kota Surabaya.

Berbicara mengenai kreatifitas, para blogger yang tergabung dalam sebuah komunitas seperti TPC, sebenarnya berpotensi menjadi pegiat (bukan plagiat) kreatif -setidaknya- di dunia “ghaib” yang menjadi habitat mereka. Para blogger yang berasal dari berbagai latar belakang pribadi, profesi, pengalaman, dan -katakan- tingkat pendidikan, seharusnya bisa saling menginspirasi dan berbalas rangsangan untuk terus mengembangkan potensi kreatif di dalam dirinya.

Dalam diskusi yang berlangsung selama satu jam itu saya menangkap inisiatif dari Dewan Kota untuk mengumpulkan komunitas-komunitas kreatif di Surabaya untuk bersama-sama mengangkat citra Surabaya baik sebagai salah satu kota kreatif di Indonesia, maupun sebagai kota dengan potensi wisata heritage-nya. Hal ini sekaligus sejalan dengan program Pemerintah Kota mewujudkan Sparkling Surabaya.

blog mantan kiai, blog hitam, blog mantan santri, blog santri, blog demokrasi, blog indonesia, blog pemikiran, blog perenungan, blog imajinasi, blog mantan kyai, blog kyai, blog islam, blog islam-indonesia, blog menulis, blog non-doktrin, blog desain grafis, blog keragaman, blog indonesia, blog jawa timur, blog tuban, blog surabaya, blog kejawen, blog merdeka, blog sampah, blog kyai tuban, blog kyai surabaya, blog ronggolawe, blog kyai indonesia, blog kiai

blog mantan kiai, blog hitam, blog mantan santri, blog santri, blog demokrasi, blog indonesia, blog pemikiran, blog perenungan, blog imajinasi, blog mantan kyai, blog kyai, blog islam, blog islam-indonesia, blog menulis, blog non-doktrin, blog desain grafis, blog keragaman, blog indonesia, blog jawa timur, blog tuban, blog surabaya, blog kejawen, blog merdeka, blog sampah, blog kyai tuban, blog kyai surabaya, blog ronggolawe, blog kyai indonesia, blog kiai

blog mantan kiai, blog hitam, blog mantan santri, blog santri, blog demokrasi, blog indonesia, blog pemikiran, blog perenungan, blog imajinasi, blog mantan kyai, blog kyai, blog islam, blog islam-indonesia, blog menulis, blog non-doktrin, blog desain grafis, blog keragaman, blog indonesia, blog jawa timur, blog tuban, blog surabaya, blog kejawen, blog merdeka, blog sampah, blog kyai tuban, blog kyai surabaya, blog ronggolawe, blog kyai indonesia, blog kiai

blog mantan kiai, blog hitam, blog mantan santri, blog santri, blog demokrasi, blog indonesia, blog pemikiran, blog perenungan, blog imajinasi, blog mantan kyai, blog kyai, blog islam, blog islam-indonesia, blog menulis, blog non-doktrin, blog desain grafis, blog keragaman, blog indonesia, blog jawa timur, blog tuban, blog surabaya, blog kejawen, blog merdeka, blog sampah, blog kyai tuban, blog kyai surabaya, blog ronggolawe, blog kyai indonesia, blog kiai

***

PELATIHAN PENGENALAN INTERNET UNTUK GURU

Dihari yang sama, TPC juga memiliki agenda untuk mengisi materi pada Pelatihan Pengenalan Internet Untuk Guru yang diadakan oleh Jawa Pos dan Hi-Tech Mall Surabaya.

Saya yang sebelumnya sudah menyanggupi untuk menjadi pemateri pada acara tersebut akhirnya didaulat untuk mengisi salah satu dari dua kelas yang tersedia. Sementara kelas yang lain di-handle oleh Bodreg dan Pak Gempur.

Hari yang cukup melelahkan, terlebih saya harus mengeluarkan energi extra untuk menghadapi bapak dan ibu guru yang -sepertinya- belum pernah kenal komputer sebelumnya ini.

Peserta akhirnya boleh membawa hasil dari pelatihan mereka berupa print out email buatan mereka hari itu. Setelah 2 jam lebih :(

blog mantan kiai, blog hitam, blog mantan santri, blog santri, blog demokrasi, blog indonesia, blog pemikiran, blog perenungan, blog imajinasi, blog mantan kyai, blog kyai, blog islam, blog islam-indonesia, blog menulis, blog non-doktrin, blog desain grafis, blog keragaman, blog indonesia, blog jawa timur, blog tuban, blog surabaya, blog kejawen, blog merdeka, blog sampah, blog kyai tuban, blog kyai surabaya, blog ronggolawe, blog kyai indonesia, blog kiai

blog mantan kiai, blog hitam, blog mantan santri, blog santri, blog demokrasi, blog indonesia, blog pemikiran, blog perenungan, blog imajinasi, blog mantan kyai, blog kyai, blog islam, blog islam-indonesia, blog menulis, blog non-doktrin, blog desain grafis, blog keragaman, blog indonesia, blog jawa timur, blog tuban, blog surabaya, blog kejawen, blog merdeka, blog sampah, blog kyai tuban, blog kyai surabaya, blog ronggolawe, blog kyai indonesia, blog kiai

NB: Foto-foto berasal dari kamera Dior dan XKH

{ 23 Comments } to Dari Industri Kreatif Menuju Pelatihan Internet

  1. ipanks

    wah keren-keren potonya.sukses terus yap om :D

  2. zenteguh

    mantab tenan bos…
    tak cuma (mantan) kyai, tapi yo guru, yo penyiar….dll
    dibagi po’o isi dompete..

  3. kyai slamet

    bajumu baru ya sah?

  4. suryaden

    ayo jadikan surabaya jadi kota kreatif…

    keren bener ide dewan kota…, curiga aku…

  5. Epat

    yak opo klo diadakan pelatihan ngeblog ndek dolly jeh? huehehe ngeplurk sekalian :D

    eniwei, menjura ama temen2 TPC!

  6. Dony Alfan

    Haha, ngajari guru sepertinya lebih susah ketimbang ngajari muridnya :lol:

  7. mbah sangkil

    dengan posisi tangan seperti itu kira2 ukurannya berapa?

  8. Wongbagoes

    Manteb tenan je,,,

  9. k.u.c.l.u.k

    ancen XKH sakti mandraguna kok,.. bisa dalam segala hal. termasuk menerawang ukuran itu…

    (*tanyak mbah sangkil, ukuran opo mbah)

  10. Yari NK

    Walaah…. foto2nya narsisis keren abis. Apalagi yang paling atas yang fotonya berempat, yang paling kanan pakai kemeja hitam bergaris tampangnya paling “ghaib”. **ditempeleng** :mrgreen:

  11. marsudiyanto

    Sukses buat TPC, Blog Hitam & Mas Ardyansah

  12. aCist

    ckckckck, Mantaph dah pokoknya…

  13. mochal

    wah anak muda surabaya kreatif-kreatif.. good good

  14. Internet Marketing

    Wah tambah keren tuh pelatihan, gambar-gambarnya jadi ingin ikut pelatihan.

    Salam sukses

  15. novi

    wes gak sido nganggur ;)

  16. mr_oef

    piye kbre Mas Ardi.?
    msh ingt Q nda..?
    bocah kumal yg breakdance. di PP Al Hikmah 2.
    oups sLm Kenal….

  17. ikhsan

    laris manis :D

  18. Frenavit Putra

    Wah mas Photo q pancen guanteng Puol….

    Eh yo sabtu ngarep sampeyan maneh yo seng Presentasi maneh… oke…

  19. DV

    Wah semangkin menampilkan karya nyata…
    Sekarang radio, besok tipi..
    Sekarang blogger besok artis :)

  20. Andy MSE

    Di dalam industri kreatif, para pelakunya juga harus kreatif… lha nek ora kreatif arep disebut opo jal???

  21. sawali tuhusetya

    mantab habis acaranya mas ardy, semoga makin banyak kreativitas para bloger yang bisa disumbangkan utk kemajuan surabaya. salam kreatif!

  22. tukang Nggunem

    Industri kreatif, hal yang selalu ditekankan oleh tetua bengawan si Blontank, dia ingin Bengawan berandil besar untuk industri kreatif ini di Solo…

  23. Daniel Mahendra

    Sa’jane sampeyan kuwi kerjo opo tho, cak? Kok yahud nemen.

Leave a Reply


1 June 2010 • Pekerjaan • ardyansah

Ketika mendengar “canting”, orang pasti terpikir perangkat mungil berbentuk cawan dengan pegangan dan ujung “pena” yang biasa digunakan oleh seniman batik untuk menggores dan memberi sentuhan akhir untuk karya-karyanya. Canting adalah simbol kesadaran untuk berkarya. Kecil, bersahaja, tetapi sangat besar peranannya. Barangkali filosofi inilah yang mendasari Derry Sunarso, sutradara rendah hati yang karyanya banyak terinspirasi kemegahan [...][...]

26 January 2010 • Ketertarikan, Pekerjaan, Penuturan • ardyansah

Menulis, -menurut saya- dalam banyak hal tak jauh berbeda dari mendesain. Sama-sama merancang, sama-sama mengandalkan ide sebagai ruh, sama-sama bekerja dengan imajinasi (dan atau fantasi), sama-sama membutuhkan kreativitas untuk mengemasnya menjadi sebuah entitas karya,  juga yang pasti sama-sama tak mudah mengerjakannya. Estetika dalam desain bisa dinilai dari bentuk, komposisi, warna, dan elemen-elemen visual lainnya. [...][...]