6 January 2009 • Keluhan, Pekerjaan, Penuturan, Renungan • ardyansah

blog mantan kiai, blog mantan santri, blog santri, blog demokrasi, blog indonesia, blog pemikiran, blog perenungan, blog imajinasi, blog mantan kyai, blog kyai, blog islam, blog islam-indonesia, blog menulis, blog non-doktrin, blog desain grafis, blog keragaman, blog indonesia, blog jawa timur, blog tuban, blog surabaya, blog kejawen, blog merdeka, blog sampah, blog kyai tuban, blog kyai surabaya, blog ronggolawe, blog kyai indonesia, blog kiaiSuatu ketika seorang kawan meyakinkan kepada saya bahwa kawan yang lain tak lebih adalah benalu (jika tak boleh disebut duri dalam daging) dalam persekutuan yang sama-sama kami bangun. Begitu luar biasa pengaruh si kawan, sehingga saat si benalu ini ditendang keluar lingkaran saya tak bisa berbuat apa-apa. Bahkan kemudian oleh si benalu saya lebih dianggap sebagai garda depan yang mengamini pendepakan dirinya dari komitmen.

Waktu berjalan. Si benalu terus berkembang menjadi akar yang kuat dan perlahan bertumbuh menjadi pohon yang kokoh dan matang. Sementara saya tetap bertahan di dalam lingkaran.

Sampai suatu pagi saya tak bisa menemukan meja kerja saya. Berikut komputer, buku-buku, identitas, pekerjaan, gaji, komisi, teman-teman, respect, cinta dan seluruh kepercayaan yang mendadak dibawa pergi ke sebuah tempat baru yang sama sekali menolak saya, tanpa pernah diajak berunding sepatah katapun. Ya, sepatah katapun.

Itu bukan pengkhianatan katamu kawan, hanya barangkali kita tidak berjodoh. Indah betul kalimat yang mengalir dari bibirmu saudaraku, akupun menerima apa saja. Bahkan sendawa dan muntahanmu pun telah rela kubasuhkan keseluruh wajahku. Tapi tolong, sekali lagi tolong, jangan sekali-kali kau katakan aku membawa sesuatu dari persekutuan yang kau bawa lari, jangan kau kabarkan kepada dunia seolah-olah ada yang kumaling dari kantong celanamu.

Bukan aku yang tak bisa dikontak selama masa-masa status quo, bukan aku yang tak bisa ditemui entah karena kesibukan apa, bukan aku yang pergi tanpa permisi, dan kamu pasti tahu itu.

Aku sebenarnya tak ingin membicarakan ini kawan, aku tetap ingin suatu saat kita bertemu sambil sama-sama membawa cerita bahagia, bukan pertentangan apalagi permusuhan. Kamu masih saudaraku, dan kuharap kau tahu saudara tak pernah memakan bangkai saudaranya sendiri. Kecuali kamu memang tak pernah menganggapku sebagai saudara.

{ 41 Comments } to Blog Hitam Tentang Pengkhianatan

  1. genthokelir

    pertamax nggak yah

  2. genthokelir

    ketika kita sama sama miskin masing masing akan rela berbagi sesuap nasi dalam sepiring ,
    namun ingat jika teman sudah di kaburkan masalah materi terpaksa bangkai kawan sendiri pun di makan
    Hidup adalah panas perih kawan
    jika harus memilih pastilah kita tidak kan mau di khianati
    Tapi kawan jangan sampai terjebak oleh literatur itu
    Setiap jenjang pasti di uji
    biar saja karma kita terbeli
    jangan pernah berhenti untuk bekerja sama lantaran masalah ini
    hari kemarin kita luka parah tentu besok tentu dapat pengobatnya.
    JIKA KAU YAKINI PILIHAN TUHAN
    maka kamu akan di pertemukan pada sesuatu yang lebih baik ,yakini bahwa itu yang terbaik menurut Allah SWT.
    Buang saja itu sebagai keluhan
    ” AKUPUN TAK JAUH BEDA DARIMU”
    mungkin jika peristiwa yang menimpa dirimu itu tidak terjadi kita takkan dipertemukan
    oke kepanjangan yoben

  3. aRuL

    Wah turut prihatin mas….
    ini kendala komunikasi atau apa mas?
    semoga permasalahannya segera selesai.
    semoga mendapatkan tempat dan teman baru yang lebih bisa setia kawan ;)

  4. Frenavit Putra

    Hmm mas sabar mas… Itulah rahasia hidup… Tetep Semangat mas….

  5. edratna

    Banyak kejadian, saat awal memulai sesuatu, semua terlihat kompak…dan saat ini demi pertemanan, ada hal yang terlupakan, yaitu tata tertib dan aturan main.

    Semakin kuat suatu usaha dan makin menguntungkan, terlihatkan masing-masing kepentingan pribadinya. Kita bersyukur jika usaha yang dijalankan terus tumbuh berkembang, namun jika tak berhasil, anggaplah itu suatu pembelajaran.

  6. gajah_pesing

    sopo seng nggarai dirimu cak? podo2 mangan segone ae kok koyo ngunuw, emosimu podo karo emosiku..koen dudu wong liyo neng raiku, tapi dolorku..panas atiku moco tulisanmu..

  7. kucluk

    sakit rasana bila dikianati…

    *haduh ojok ngomong khianat2 ngono ta!!

  8. Anang

    tetep semangat ae om.. haks

  9. Dony Alfan

    Mungkin sekarang tak ada lagi kawan yang abadi, karena yang ada tinggal seteru abadi

  10. Kyai slamet

    Ketemu sumanto kah?

  11. cak Dh1k4

    Bukan kawan bila tak lagi berbagi, bukan kawan bila tak lagi saling memahami dan bukan pula kawan bila berkianat. Kadang berkawan hanya karena keadaan dan kebutuhan. Selepas itu adakah manfaat kawan ? Malas pula aku berkawan dengan perihal tersebut hehehe… mbuhlah

  12. mantan kyai

    @genthokelir: matur nuwun kang gentho. saya sedang menuruti nasihat sampean. menulislah agar emosimu terkendali :D
    @aRuL: kalian blogger teman baruku :D
    @Frenavit Putra: maturnuwun :D
    @edratna: injih bu endratna. kulo manut :D
    @gajah_pesing: maturnuwun dulur :D
    @kucluk: iki dudu masalah cewek cluk. dasar kucluk tenanan kowe tibake :D
    @Anang: ah niru pak sawali :D
    @Dony Alfan: hohoho. mangkane ati2 kekancan karo panjul :D *oops*
    @Kyai slamet: ketemu su****** :D
    @cak Dh1k4: lho kok mbuh. btw matur tengkiuh :D

  13. det

    byuh byuh… jan ndak sopan kalo begitu itu. tidak salah ada pepatah arab: cintai apa yang kamu cintai sekedarnya saja, bencilah apa yang kamu benci sekedarnya saja. karena bisa saja akan terjadi kebalikannya…

    [doh nyambung ndak ya ini?]

  14. hawee

    ini true story ?? wah.. kejam sekali tuh kawan

  15. sakti

    panase mowo geni iso kalah karo panase pikir nanging yen di pikir pikir ngopo kok panas?? halah..

  16. tukang nggunem

    Tenang aja, masih banyak kawan2 baru yang siap menyambut sampeyan dengan hangat…

  17. sapimoto

    Semoga yang terjadi pada Mas, bisa segera terselesaikan dan mendapat sebuah jalan untuk kebaikan bagi semua…
    Sabar, Mas…

  18. ipanks

    sabar aja deh om.dan tetap semangat yap :D

  19. fithraw

    sabar mas…
    Allah pasti akan memberikan balasan yang setimpal…
    Amiiinnn
    Tetep semangat…!!! :D

  20. junjungpurba

    orang sabar disayang tuhan lho:D

  21. suryaden

    walaupun kamu bukan saudaraku, aku tetep tidak mau makan bangkai…
    ora enak ngerti ra…

  22. novi

    aku ra melu-melu.. Tak ndelik ae

  23. Donny Verdian

    Darah itu merah jendral *srettt-srett* suara pisau silet dibesut anggota Gerwani ke wajah si jenderal….

  24. r1d0aja

    Hallah², lagek pertama melbu kene kok wes moco seng koyo ngene tho yo??

    Yang ikhlas ya mas, biar kata dia ga nganggep sodara lagi. masih banyak sodara laen yang pastinya lebih respect, ya tho?

  25. Andy MSE

    Persis… hampir persis… saya mengalaminya baru-baru saja… ah.. sudahlah…

  26. sapimoto

    Wah, gimana kabar hari ini, Mas?
    Apakah masih ada pengkhianatan lagi, atau sedang menyembuhkan luka dari pengkhianatan tersebut?

  27. richard

    tetap smangat mas

  28. Edi Psw

    Paling nggak senang kalau ada kawan yang menkhianati

  29. kacrut

    ndak nyangka org seceria itu.. org serame itu.. org yg ndak pernah serius bisa nulis kayak gini.. hihihihi…

    sabar ae mas..

    emang namanya juga manusia.. saia pun pernah mengalami hal yg serupa..

    dan emang bener2 gak enak..

    yah… sementara itu.. halah

    *seng penting mah Rock* hahahahah

  30. mochal

    wah om ardy lagi kesel yak di khianati.. sabar yak om

  31. Nyante Aza Lae

    ati-ati mas..ntar di cap plagiator….
    khan ada tuh lagu dangdutnya pagar makan tanaman…hikss

  32. Anang

    sabar sah.. sabar sah.. sabar sah..

  33. sawali tuhusetya

    semoga persahabatan yang indah tetep terjaga sepanjang masa.

  34. Epat

    jenenge menungso lek kumpul iku mesti onok perkorone… seng penting ngopi bareng sek enak ;-)

  35. mudz069

    Itulah pernak pernik kehidupan, ada yang pergi sambil membawa dendam, ada pula yg pergi sambil menghapus persaudaraan.
    Kata seorang tokoh di film kartun kesukaanku, kehidupan ini takkan pernah sama……………
    Yah, terlampau banyak variabel didalamnya. Dan karena variabel itulah, selalu ada harapan “si ayam akan pulang kekandang”.
    Menurut dunia sufiisme, kita adalah makhluk “pekerja borongan” dan munculnya musibah ditanggapi sebagai sebuah tambahan pekerjaan dari langit yang nantinya bisa menambah “penghasilan”.
    Tentang benar tidaknya ya wallahu a’lam bish shawab.

  36. Ikhsan

    Namanya mantan kyai, paling2 seterunya ya kyai :D ,

  37. udin

    Penghianatan versus persahabatan ?

  38. Agung Mojosari

    Yang sabar ya mas… kita do’akan saja dia disadarkan… sukses selalu buat mas ardyan.. ;)

  39. blog mantan kyai

    [...] beberapa bulan lalu peristiwa ini sempat saya anggap sebagai bala, belakangan justru saya bisa mengatakan itu hikmah. Memang, [...]

  40. suryaden

    hanya waktu yang akhirnya bisa membedakan mana pasir mana suwasa..
    keep on the track…

  41. Tuliskan Saja | Gunungkelir

    [...] cerita keperihan pengalaman seorang sahabat baik saya ,saya jadi haru becampur di dalam rongga pikiran saya [...]

Leave a Reply


1 June 2010 • Pekerjaan • ardyansah

Ketika mendengar “canting”, orang pasti terpikir perangkat mungil berbentuk cawan dengan pegangan dan ujung “pena” yang biasa digunakan oleh seniman batik untuk menggores dan memberi sentuhan akhir untuk karya-karyanya. Canting adalah simbol kesadaran untuk berkarya. Kecil, bersahaja, tetapi sangat besar peranannya. Barangkali filosofi inilah yang mendasari Derry Sunarso, sutradara rendah hati yang karyanya banyak terinspirasi kemegahan [...][...]

26 January 2010 • Ketertarikan, Pekerjaan, Penuturan • ardyansah

Menulis, -menurut saya- dalam banyak hal tak jauh berbeda dari mendesain. Sama-sama merancang, sama-sama mengandalkan ide sebagai ruh, sama-sama bekerja dengan imajinasi (dan atau fantasi), sama-sama membutuhkan kreativitas untuk mengemasnya menjadi sebuah entitas karya,  juga yang pasti sama-sama tak mudah mengerjakannya. Estetika dalam desain bisa dinilai dari bentuk, komposisi, warna, dan elemen-elemen visual lainnya. [...][...]