Apakah anda pernah marah? Jika anda merasa masih manusia, maka sebaiknya anda tak usah menjawab pertanyaan siluman semacam ini, sebab sudah menjadi sifat bawaan (default) dalam kode-kode genetik manusia terinstall berbagai macam perangkat emosi dengan output ekspresi yang beragam, dan salah satunya -tentu saja- adalah marah
Marah konon lebih banyak mudharat daripada manfaatnya, melibatkan lebih banyak kerja otot, menguras lebih banyak energi (terkadang juga protein), bahkan berpotensi menjarah lebih banyak kesehatan akal dan nalar. Tetapi siapa sih yang tidak pernah marah di dunia ini?
Kalaupun siluman-siluman plurker banyak yang menjadi sasaran amarah saya beberapa hari terakhir ini, bukan karena saya khilaf dan ber-re-transformasi menjadi manusia, bukan karena saya sedang datang bulan (karena jelas saya tidak dilengkapi perangkatnya), bukan pula ada yang menjengkelkan dengan jamaah plurker sekalian (hmm… ada sih), tetapi lebih karena siklus emosi saya yang sedang cenderung negatif.
Tentang apa yang mebuat saya marah, cukup Tuhan dan saya (dan beberapa siluman) saja yang tahu, yang pasti saya sedang sangat kecewa pada seorang kawan, seseorang -yang dengan hebatnya- mampu menakar nilai persahabatan dalam kurs mata uang, seorang yang tidak bisa menghargai hasil karya saya, seseorang yang sebenarnya sangat saya kagumi.
Well, ya wes lah, anda tak perlu menduga-duga apalagi ge-er soal siapa kawan saya ini, siapa tahu dia hanya tokoh fiktif rekaan imajinasi saya? bukankah saya tidak pernah menjamin tulisan-tulisan saya ini adalah berdasarkan pada kenyataan? bukankah memang benar bahwa tulisan tidak selalu mencerminkan keadaan kebatinan penulis yang sesungguhnya? Saya hanya sedang ingin mengatakan: Marah itu tidak enak, apalagi kalau pas pasangan lagi datang bulan (doh)
March 5th, 2009 at 8:49 am
pertamax
March 5th, 2009 at 8:53 am
lampiaskan marahmu dengan hal yg positip seperti misuhi sesama siluman ataupun misuhi orang lewat
hati2 jgn menyebutkan nama orang nanti kecatat malaikat gugel (lmao)
March 5th, 2009 at 9:02 am
kreatif!
saya pingin misuhi orang yang komentar pertama di atas dengan pisuhan: JMP!
March 5th, 2009 at 9:03 am
jiakakakaka… kasihan sekali pas emosi sedang memuncak istri haid pula, trus mau dicrutkan ke mana? kekekeek…
March 5th, 2009 at 9:06 am
MARAH ??
saia juga marah saat ini…
March 5th, 2009 at 9:06 am
Marah.?? Kadang asyik lho…bisa maki-maki orang, bisa banting piring, bisa melototin orang lewat he..he…
Tapi…awal dari kemarahan adalah “gila” dan akhirnya adalah penyesalan.
Silahkan…mo pilih mana? Sabar atau marah?
March 5th, 2009 at 9:08 am
perangkat untuk marah itu mahal, palagi perangkat untuk melampiaskan, kampanyekan hemat energi… dengan cinta… upss…
March 5th, 2009 at 9:09 am
kata orang-orang –haqqul jare–:
orang yang suka marah, raut wajahnya cepat kelihatan tua. itulah sebabnya saya jarang marah. hasilnya… kelihatan awet muda kan??? pun gadis-gadis muda jadi nempel kayak perangko…
March 5th, 2009 at 9:46 am
mangkane tah….
tobat dari membodohi wanita-wanita itu…
kualat
March 5th, 2009 at 9:57 am
Mangkane Pat ndang rabi, selak nglumut pistol gombyokmu!
March 5th, 2009 at 12:25 pm
Kenapa ketika istri mens dan kita biasa marah? Karena kita mengalami “pasang” tapi ngga ada pelampiasannya huahuahua!
March 5th, 2009 at 12:32 pm
Konon, yang memacu kita marah adalah karena badan kita yang lelah atau perut kita yang lapar. Jd, kalo lg marah, usahakan kedua hal itu diliat lg. Hehehe
Regard..:-D
March 5th, 2009 at 1:40 pm
ya sudah, dipeluk aja istrinya. energi positif dari istri itu bisa meredam marah kok.
March 5th, 2009 at 1:50 pm
“Marah itu tidak enak, apalagi kalau pas pasangan lagi datang bulan (doh)”
pantes dadi mantan wong ga genah ngene (lmao)
bentar lagi la emosine meredam kalo dah dapet amplop dari project yg ntuh tuh (dance)
March 5th, 2009 at 4:23 pm
@semua: ngakak baca komentarnya epat+slamet (rofl)
March 5th, 2009 at 6:22 pm
MARAH emang gak enak bos
wong MAkan daRAH, haram maneh..
(ngawut)
March 5th, 2009 at 9:00 pm
lha dideh a.k.a saren kuwi paling jos buat teman minum toak je!
March 5th, 2009 at 9:28 pm
Ternyata XKH juga manusia:D
March 5th, 2009 at 10:59 pm
wew…
marah kuwi podo karo ngamuk, ngamuk kuwi nyokotan, iso2 kadang malah mlebu rumah sakit.
*nyamuk maksute
March 5th, 2009 at 11:34 pm
Haiks, jatah tak dapat panci pun melayang ternyata… *manggut2*
March 6th, 2009 at 2:13 am
Kalo ditowel jangan mere-mere
Ngopi2 sik ben rodho adem
March 6th, 2009 at 7:39 am
wah, baru kali ini saya lihat (baca: baca) mas ardy sedemikian marahnya, hehehe … sabar, mas, sabar, marah memang sesekali diperlukan, kok, mungkin bisa memberikan “warning” kepada pihak lain yang memang perlu di-”warning”-i, hehehe …., asalkan jangan sampai ke bawa dalam alam bawah sadar, haks.
March 6th, 2009 at 9:03 am
ahahaa.. marah+psangan lagi datang bulan
March 6th, 2009 at 9:49 am
[...] bukan postingan lanjutan dari episode marah yang sebelumnya sudah saya tulis di blog hitam pekat ini, tetapi teori bahwa hasrat yang tak [...]
March 6th, 2009 at 10:02 am
hmmm marah emang ga ada awal dan akhirnya yap om.tahaaannnn…jangan marah disembarangan tempat hehehe becanda lho om
March 6th, 2009 at 10:14 am
marah cuk cuk cuk
March 6th, 2009 at 11:59 am
marah pas pasangan lagi datang bulan?
wkwkwkwkwk, pantesannn
March 6th, 2009 at 12:00 pm
marah pas pasangan sedang datang bulan?
wkkkakkak..pantesannn!
March 6th, 2009 at 12:01 pm
wiw….ra komen…wedi di semprot
March 6th, 2009 at 12:01 pm
yess sek ono jenengku…ngrapel komen
March 7th, 2009 at 8:11 am
saya juga kadang marah. apalagi kalau pasangan sah sedang datang bulan. hasilnya tekanan darah jadi tinggi. sekarang berusaha meredam emosi.
March 7th, 2009 at 10:52 am
Marah itu manusiawi, tapi jangan kebablasan dan terlalu sering, karena tidak baik untuk kesehatan