Banyak cara dilakukan orang untuk ber-ekspresi dan menuangkan ide-ide kreatif mereka, terlebih di era perkembangan teknologi informasi yang begitu pesat membuat media ekspresi kini juga semakin variatif. Ber-ekspresi kini hanya merupakan sebuah pilihan.
Sebagian orang memilih ber-ekspresi secara wajar, bahkan sebagian yang lain mampu ber-ekspresi secara elegan dan membius, tetapi tak sedikit pula yang memilih ber-ekspresi secara ekstrim, mungkin karena keterbatasan keterampilan mengolah elemen-elemen ekspresi, tetapi dalam lebih banyak kasus, ekspresi yang ekstrim muncul karena memang sebuah keniscayaan, elemen-elemen ekspresi yang generik dirasa tak cukup lagi menjadi representasi dari sebuah ekspresi. * Halah bahasaku menyedihkan
*
Saya tidak sedang menggiring anda ke wilayah absurd dan susah-nalar semacam seni, keterbatasan sense saya yang hanya mampu melihat -misalnya- gambar perempuan telanjang selalu sebagai bentuk pelanggaran UU APP lebih daripada sebuah komposisi estetik jelas tidak berkompeten untuk bicara tentang konsep, filosofi, ritme, warna, nirmana atau apapun tentang seni. Saya hanya penikmat yang tak pandai bicara
Satu hal yang ingin saya sampaikan adalah, jika saat ini saya, anda, dan kita para blogger sudah merasa begitu ekspresif dirumah maya kita, beranikah kita berbuat sama pada rumah kita, rumah dalam arti sebenarnya tempat kita bersembunyi dari panas dan hujan. Sekarang cobalah anda perhatikan apa yang ditulis pemilik rumah ini pada pagar rumahnya, ada silit di situ
Foto diatas adalah rumah dari seorang seniman Tuban yang cukup masyhur di pentas nasional, entah apa alasan dia menuliskan kata-kata itu di depan rumahnya secara mencolok, mungkin dia sedang melakukan sindiran terhadap para elit politik, atau barangkali dia sedang frustasi mengeluhkan ambeien di silit yang tak kunjung sembuh, saya tidak paham betul. Yang pasti tulisannya mampu membuat saya dan rekan saya yang mengambil foto ini tersenyum geli
Bagaimana dengan anda? Punya dokumentasi yang lebih saru eh seru?
***
November 28th, 2008 at 5:43 am
Aku pilih mantan kyai sing kaya priyayi tinimbang mantan copet tapi kepet…
November 28th, 2008 at 5:53 am
wakakakaka… begitulah seniman, menulis sedikit aja orang sudah pada heboh. kalo orang biasa nulis begitu? dianggap lalu aja….
[tapi isi tulisan itu 100% benar]
November 28th, 2008 at 7:05 am
silit iku opo?
*sok lugu n polos*
November 28th, 2008 at 7:51 am
wah..
keren2…
ancen seniman!!
November 28th, 2008 at 10:11 am
Jadi silitnya siapa dulu mas? Kalau jadi silitnya wong cantik ya ehm… boleh juga….
November 28th, 2008 at 10:16 am
wahhhh artinya apaan tuh bro ? enggak ngerti
Translet dunk biar bisa ngerti
November 28th, 2008 at 10:39 am
silitmu yang bocor itu kah kang?
November 28th, 2008 at 11:55 am
wow.. sangar rek.. btw, itu bakalan kena UU Pornografi & Pornoaksi ga ngomong”in silit depan umum :p
November 28th, 2008 at 12:00 pm
Seniman adalah orang2 yang paling jujur sedunia..mereka mampu dan mau mengekspresikan apa yang ada di dalam hati dan perasaan tanpa takut akan terganjal oleh sebuah norma-norma dan aturan, merekalah sebenar-benarnya orang merdeka. Dan tulisan itulah sebagai salah satu bentuk pemberontakan terlemah atas dasar rasa muak yang sudah menyangat terhadap para situasi don kondisi di Negeri ini yang semakin carut marut..ditambah lagi dengan para petinggi negri yang tidak becus berbuat tapi lihai bersilat lidah, ah…cen silit kabehh…..
November 28th, 2008 at 12:02 pm
Suwe ra komen tenanan nang kene, hahahaha……
November 28th, 2008 at 1:23 pm
aku ndak pilih siapa – siapa
November 28th, 2008 at 1:24 pm
heheh…, lucu juga kalimat nya
November 28th, 2008 at 2:03 pm
tilis?
November 28th, 2008 at 2:22 pm
Silit itu apa ya ?
November 28th, 2008 at 5:47 pm
wahaha… nemu ae jeh…
sayang kejadian WOI gak diabadikan, lak iso luweh saru lan seru…
November 28th, 2008 at 8:55 pm
siluman style eh.. seniman style..
emank keren
November 28th, 2008 at 11:49 pm
awan mau mbuka blog mu malah direct nang web ra nggenah isine…link link cewek sexy opo lah ngunu
jian….
halah nek ra enek sing ngurus negoro trus sopo
omong thok
November 29th, 2008 at 1:15 am
@cebong: hush ojo menyebar fitnah. kok iso direct ng link cewek2 emange aku germo po??? lha mosok kabeh kon ngurusi negoro? kan kudu ono seng bagian omong thok
kapan kopdar maneh bong?
November 29th, 2008 at 1:55 am
Aku yo wes pernah weruh foto iki. Apik maneh nek ditulis ning ngarep kantor kelurahan
November 29th, 2008 at 2:31 am
mas sampean trauma yakz? koq bahas silit maneh…. WOI™
hahahaha (dance) jingkrak2…
November 29th, 2008 at 2:33 am
setau saya, sampean udah tau silit’e anang…. wakakaakak….
*anjit gw ngakak habis2an sampe guling dewean.. diantara arek2 seng wifian *
WOI
November 29th, 2008 at 3:29 am
Sing mboten-mboten wae…
November 29th, 2008 at 5:23 am
ha…ha…
suangar maz tulisanya yang ada ditembok itu.
iya bener mendingan dadi wong cilik tapi becik
November 29th, 2008 at 6:32 am
penasaran, di depan rumahnya mantan kyai ada apa ya?
November 29th, 2008 at 7:07 am
njawab komen nduwurku
enek potone pas sek dadi kyai
tertuju sing nduwe blog
iyoh je mbuh moro2 melbune mung ky link link dodolan gambar wong wedok ngunu wi okz
ojok ojok pancen wi komoditimu
emoh ah kopdar maneh, wedi mbok dadekno komoditi
hyakakakkaka
sek aku mulai menangkap ttg WOI, iku pas anang pup, mbok buka lawange yho
November 29th, 2008 at 7:12 am
yo wes aku melu bagian omong thok
wekkekekekke
November 29th, 2008 at 7:18 am
Kadang kita masih ketakutan untuk mengungkapkan isi hati, karena berbagai hal dan ketidakberanian kita menghadapi kenyataan, dan rasanya perlu kita acungi jempol pada mereka2 yang punya keberanian
November 29th, 2008 at 7:55 am
Duhh.. harus buka kamus dulu nih..
November 29th, 2008 at 10:39 am
silitku bisulan,mas.
hahaha….
dari pada silitnya para Penguasa yg sdh terlalu kapalan,hehe…
November 29th, 2008 at 10:40 am
Wohoho…. Sebuah tulisan yang menurut saya sungguh sangat bagus… Nan Maknyus…. Salut buat Orang yang nulis seperti itu di depan Rumahnya….
November 29th, 2008 at 10:43 am
Halah kok yo rung ganti, isih ngrembug silit wae…dasar silit…hahahaha
November 29th, 2008 at 10:48 am
Dalam misi suci mengalahkan blogger trenggalek kemplu…maafkan atas ketidaknyamanan sementara ini
November 29th, 2008 at 10:49 am
Saiki kudune wes menang…sek tak cek dhisik…
November 29th, 2008 at 12:02 pm
Blognya bagus. Tapi sayang mas Peteng dedet, aku mocone sampe gowo lampu sentolop.
Endi iki submit e.
Sumpah aku gag ketok tombol submit e comment.
November 29th, 2008 at 12:20 pm
Siapa yang elit kayak silit itu???
November 29th, 2008 at 12:40 pm
ndk papa dia nulisi rumah sendiri. kalo rumah orang lain bisa dikamplengi. lha rumah mantan kyai ditulisi apa? difoto dong…
November 29th, 2008 at 12:48 pm
he..he..aku juga mau jado wong alit,soale aku memang tulalit*gubrak!*
November 29th, 2008 at 1:45 pm
hem,,,,
pernah baca silit sang kyai….
tulisane bung emha ainun nadjib kalo ndak salah….
[dengan bangga, bertanya tanpa merasa bersalah]
November 29th, 2008 at 1:51 pm
busyet..dipalembang kata ituh kasar banget mas…
November 29th, 2008 at 2:40 pm
wew, bakalan jadi inceran tuh. Melanggar UU AP. wkwkwkwk….
November 29th, 2008 at 3:18 pm
Jadi inget judul bukux Kang Emha : Silit Sang Kyai … eh betul gak sih?
November 29th, 2008 at 3:36 pm
menyaingi sigit supanjul
November 30th, 2008 at 9:16 am
Orang Tuban itu jujur. Seperti apa yang saya ucapkan semalam, ”arek jaman saiki, cilik-cilik wis ngruwel jembute”. Hmmm….
November 30th, 2008 at 1:18 pm
wkwkwkwkwk..rumahe seniman kui
November 30th, 2008 at 6:22 pm
lha wong cilik yang kayak silit juga ada kok
November 30th, 2008 at 8:30 pm
sebuah ungkapan yang tulus dan jujur dari seorang seniman. saya suka banget dg ungkapan ini, hehehe …. kalau saja kaum elite membaca tulisan itu bisa jadi wajahnya mendadak memerah spt kepiting rebus. wakakaka …..
December 6th, 2008 at 8:30 pm
itu seni dalam apreasi kan mas
December 8th, 2008 at 1:28 am
@marsudiyanto: saya ini mantan kyai kayak silit pak mar. gak bisa dipilih













@det: iyo mas. 1000 persen malah
@gajah+gelandangan+dony verdian+ade: silit = knalpot
@yari NK: punya miyabi mau pak
@anang: hush !!!
@brillie: haha. UU APP gak mempan keknya sama itu seniman
@tukang gunem: akhirnya komentarmu iso tak nikmati
@deden: contreng jenggotnya !!!
@epat: lha opo ng ngarep omah dipasang fotone anang ????
@dony alfan: ide bagus don. ngko tak takokne pak lurah
@arul : (ngakak thok)
@suhadinet: ada gambarnya miyabi pak
@ahmad sholeh: sepakat
@langitjiwa: pokoke aku emoh nek bisulan mas
@frenavit: yo ojo kabeh nulis ngono drexx . rusak kampunge
@arqu3fiq: sabar yo mas
@paman tyo: ga usah difoto paman. nanti sampean kaget. ada gambar perempuwan besar trus dibawahnya ada tulisan. KUMIS BERACUN. khas pesan lewat
@denologis+bewe: sampean gak salah tentang caknun
@elly.s: sama disini juga kasar
@kang nur: bener kang … hehehe
@sawali: hahaha. atau justru mereka anggap hiburan. wong mukanaya udah setebal badag
@genthokelir: may… be yes. maybe not
December 10th, 2008 at 2:40 pm
masalahe ket biyen jenengi silit…cobo mbiyen jenenge tempe….dadine sakiki silit seko dele..
December 10th, 2008 at 3:24 pm
duh, kasihan sekale peran silit yang dikasih tuhan, selalu jadi makian jorok, kapan jadi ndas