Menulis, -menurut saya- dalam banyak hal tak jauh berbeda dari mendesain. Sama-sama merancang, sama-sama mengandalkan ide sebagai ruh, sama-sama bekerja dengan imajinasi (dan atau fantasi), sama-sama membutuhkan kreativitas untuk mengemasnya menjadi sebuah entitas karya, juga yang pasti sama-sama tak mudah mengerjakannya.
Estetika dalam desain bisa dinilai dari bentuk, komposisi, warna, dan elemen-elemen visual lainnya. [...][...]
Wah, wah, wah, lama juga rupanya blog ini tidak saya urus, tulisan terakhir di blog ini tertanggal 25 Oktober tahun lalu. Kemana saja saya 2-3 bulan ini??? Hahaha… mau tahu aja sih.
Ya, sudahlah. Saya juga belum yang mood banget untuk nulis (selain juga belum punya bahan untuk dijadikan tulisan). Jadi, tulisan ini hanya [...][...]
Menulis, -menurut saya- dalam banyak hal tak jauh berbeda dari mendesain. Sama-sama merancang, sama-sama mengandalkan ide sebagai ruh, sama-sama bekerja dengan imajinasi (dan atau fantasi), sama-sama membutuhkan kreativitas untuk mengemasnya menjadi sebuah entitas karya, juga yang pasti sama-sama tak mudah mengerjakannya.
Estetika dalam desain bisa dinilai dari bentuk, komposisi, warna, dan elemen-elemen visual lainnya. [...][...]
Modal utama seorang animator adalah kemampuan meng-capture momentum ke dalam runtutan gambar sehingga seolah-olah menjadi bergerak atau hidup. Sedikit berbeda dengan komikus, ilustrator, atau -katakanlah- karikaturis yang menangkap suatu momentum ke dalam sebuah gambar diam (still). Animator harus lebih memiliki ‘kepekaan gerak’ daripada ‘hanya’ sekedar kemampuan menggambar. Gambar yang bagus akan percuma tanpa didukung kemampuan [...][...]
Sabtu, 25 Juli lalu, komunitas warga Surabaya yang berada di Jakarta menggelar acara bertajuk: Semanggi Suroboyo 2009. Acara ini diselenggarakan oleh Surabaya Community di Planet Hollywood, untuk memperingati Hari Ulang Tahun Surabaya yang jatuh setiap tanggal 31 Mei. Agak terlambat memang, tetapi sama sekali tidak mengurangi antusiasme peserta yang kebanyakan adalah warga Surabaya, atau Jawa [...][...]
Bertahun-tahun bekerja dengan perangkat berbasis Windows membuat jari-jari saya telah mengalami “pembakuan” respon. (Jari tangan) saya menjadi hafal betul bagaimana memintas perintah lewat kombinasi shortcut-shortcut macam Ctrl+C, Ctrl+V, dan sebagainya. Tak perlu berfikir -apalagi melihat- untuk meraba dan mencari posisi tombol Control dan tombol-tombol fungsi lainnya pada keyboard. Sudah hafal. Katam. Tetapi menjadi masalah ketika sekarang [...][...]
Dalam berbagai kesempatan pemilihan umum, golput seringkali “berhasil” meraup suara yang signifikan, bahkan tak jarang menjadi pemenang. Hal ini terutama disebabkan oleh sikap apatis para pemilih, selain tentu karena subjek pemilihan yang terlampau kabur (baca: tidak jelas).
Berbeda dalam pemilihan presiden tahun 2009 ini, dimana secara garis besar, profil dan track record masing-masing kontestan telah dikenal [...][...]
Pemilihan Presiden 2009 kurang beberapa jam lagi. Tim sukses masing-masing calon dipastikan tidak tidur semalaman untuk melakukan gerakan-gerakan yang bisa sangat menentukan jalannya -dan hasilnya- pemilihan siang nanti. Sementara sebagian masyarakat sangat antusias dan telah meyakini untuk memilih salah satu pasangan, sebagian -besar- yang lain justru memilih pasif dan cuek terhadap jalannya proses demokrasi ini.
Seberapa [...][...]
Sudah sejak lama saya ingin memisahkan tulisan-tulisan saya yang “sembarangan” dengan tulisan-tulisan saya yang pakai mikir (emang bisa mikir???), baiklah, bukan mikir, tapi anggaplah ebih sopan
Keinginan itu terwujud hari ini setelah domain mantankyai.com resmi saya akuisisi sekaligus memindahkan tampilan blog hitam dan beberapa kontennya ke blog baru saya tersebut. Sementara akan ada perubahan [...][...]
Pertama kali belajar naik sepeda umur saya sekitar 6 atau 7 tahun. Agak telat memang jika dibandingkan sebaya saya dikampung yang rata-rata sudah kenal dan mahir bersepeda setahun -bahkan lebih- sebelum saya. Maklum, sepeda waktu itu termasuk barang mewah untuk dipunyai. Bahkan untuk membelinya, bapak saya harus mengumpulkan uang selama berbulan-bulan sebelum akhirnya menjatuhkan pilihan [...][...]
Membicarakan Maria Ozawa aka Miyabi memang gak ada habisnya. Wajah “pemain bola” tanpa nomer punggung yang innocent -tapi nggragas- ini telah membuat banyak pria kecanduan menyaksikan aksi mantan gadis berdarah Jepang, Prancis-Kanada ini. Gaya bermainnya, aksi dribbling bolanya, kecerdikan diving-nya yang jungkir balik, serta ekspresinya ketika kebobolan, hanya mampu dibandingkan dengan permainan Diego Armando Maradona [...][...]